Monthly Archives: June 2014

Siapa Jokowi?

Siapa Jokowi?
(setahu saya)

Jokowi, pertama naik menjadi walikota solo, setahu saya pertama kali diusulkan atau dibawa oleh PKS. Ketika itu PDIP sudah punya calon sendiri, yaitu walikota sekarang, FX Rudi, namun waktu itu jika ditandingkan dengan Jokowi yang latar belakangnya pengusaha, saya pikir PDIP akan mengalami kekalahan, sehingga PKS, PDIP, dan PAN berkoalisi membawa Jokowi dan FX Rudi sebagai walikota dan wakilnya

Jokowi, sy pikir usianya lebih banyak dihabiskan untuk menjadi pengusaha daripada bergelut dengan buku buku, apalagi ttg komunisme, untuk itulah sosok Jokowi lebih melekat kepada sosok bekerja nyata daripada visioner dan intelektual

Saya sendiri, sebenarnya tidak sepenuhnya mendukung Jokowi, saya hanya mempunyai kekhawatiran kepada sosok capres nomor 1 yang mengobarkan semangat nasionalisme sempit (Chauvinis) bahkan cenderung mengajak kita ke arah fasisme militeristik, atau kembali ke zaman orba,…tidak mungkin bisa persis, tapi bisa menjadi orba dalam bentuk baru, dengan “ruh” yang sama, yaitu dogmatis, tangan besi, dan karakter diktaktor dalam level/gradasi yang intensitasnya berbeda (sudah tidak sangat kental)

Saat ini, kita melihat sosok Jokowi, dengan perbandingan capres satunya, didalam masalah ketegasan, …saya melihat Jokowi mempunyai ketegasan yang cukup lumayan, mungkin karena background pengusaha, ….tapi meski gradasinya berbeda, Jokowi saya pikir sudah cukup tegas untuk bisa menjadi pemimpin

namun kelebihan Jokowi yang manusiawi, ini gradasinya jauh dengan capres nomor satu, atau singkatnya, jika saya melihat aspek ketegasan, memang capres nomor satu saya akui gradasi tegasnya kuat, namun tidak selisih banyak dengan Jokowi, namun dalam hal manusiawi, jurang gradasi manusiawi-nya jokowi jauh lebih baik daripada capres nomor satu


singkat kata, saya bukanlah pendukung buta Jokowi, dulu sebenarnya saya netral, karena melihat jarak elektabilitas Jokowi dan Prabowo masih jauh, namun ketika mulai mendekat, hati saya merasa tidak bisa tenteram lagi melihat ada ancaman pemurnian agama dan era seperti kembali ke orde baru,

untuk itulah, setelah pilpres, saya harus siap siap menjadi oposisi dan pengkritik paling keras untuk Jokowi,


27 June 2014
wawan setiawan

Creativity, …the real power to change the world!!!

Vladimir Putin dan Inovasi

Vladimir Putin dan Inovasi:

Inovasi, tentunya tidak hanya di bidang teknologi saja, tapi bisa di bidang apa saja, termasuk di bidang politik, dan keputusan keputusannya

berita yg paling menarik saya, dalam 2 hari terakhir ini, adalah permintaan Vladimir Putin, kepada Duma, untuk mencabut hak-nya mengerahkan kekuatan militer di Ukraina

Sebelumnya, Russia, atau Amerika, apabila akan melakukan operasi militer, maka Presiden meminta hak ke parlemen

dalam kasus Syiria, Obama gagal meyakinkan parlemen untuk mengerahkan kekuatan militer, namun dalam kasus Ukraina, Vladimir Putin telah disetujui oleh Duma untuk melakukan pengerahan militer ke Ukraina, namun belakangan Putin sendiri yang meminta hak itu dibatalkan

inovasi memang bisa dibidang apa saja, termasuk kebijakan militer, dan Putin Russia yang mempunyai kekuatan militer cukup kuat baru saja melakukan inovasi kebijakan yang sangat pro peradaban, yaitu mencabut hak-nya sendiri untuk bisa mengerahkan militer ke Ukraine,

sementara ketegangan internasional akan mereda, karena Russia sudah pasti tidak akan menyerang Ukraine, dan mengedepankan diplomasi internasional

—-

25 june 2014
wawan setiawan

Creativity,..,the real power to change the world

Atheisme, Modern Science, dan Socio Culture

Atheisme, modern science, dan socio culture

saya tidak tahu apakah ini pencerahan atau bukan, tapi saya di bandung sempat diskusi menarik dengan seorang dokter psikiatri

beberapa hari yang lalu, MIT menurunkan wawancara dengan Antonio Damasio, seorang pakar neurosains, yang menulis buku “Descartes Error”, dan berita kemajuan sains dan teknologi barat memang menguatkan bahwa kemajuan mereka didasari oleh filsafat monism materialism

persoalannya, orang seperti saya saja, yang mengenal monism materialism sejak lama, tetap saja kesulitan adaptasi dengan atheisme modern, dan kiranya tidak bisa disangkal bahwa atheisme indonesia terutama yang aktif di facebook, adalah atheisme kagetan

Sigmund Freud pernah menyatakan bahwa orang beragama, dan bertuhan, adalah orang yang membutuhkan “pegangan” dan sosok pelindung seperti “bapak”

persoalannya, saya pernah kehilangan sosok “bapak pelindung dan pegangan”, di usia di atas 30 tahun, sehingga ketika menghadapi persoalan riil dunia, saya seperti sendirian mengandalkan rasio, dengan tangis kesedihan,

ini akan berbeda misalnya, dengan orang Russia, yang memang secara socio culture, hidup mereka sudah dari kecil, tidak terlalu membutuhkan atau ketergantungan dengan sosok “bapak/tuhan”

mereka dibesarkan dalam lingkungan rasio yang cukup kuat, mental yang cukup kuat, baik mental beradaptasi dengan alam Russia yang begitu keras, dan juga terbukti bahwa Napoleon dan Hitler gagal menundukan mereka

untung dokter psikiatri yg moslem ini memberi jawaban yang wise, dan saya pikir cukup akurat, tentang pertanyaan, mengapa saya kesulitan beradaptasi dengan atheisme, meski bukti science sangat telak menguatkan atheisme, sedangkan Russian lebih mudah dan kuat beradaptasi,

jawabannya adalah, western, eropa barat, Russia, setelah abad pencerahan, sudah sejak kecil hidup di socio culture atheisme dan sekularisme, dan ketergantungan mereka thd sosok”bapak pelindung” sangat rendah, sehingga mental mereka juga kuat

saya, dari kecil, sudah tertanam cukup kuat memory tentang “bapak pelindung/tuhan”, dan saya berusaha akan mendelete-nya di usia diatas 30 tahun

sedangkan orang eropa barat atau Russia, dari kecil tidak terlalu mempunyai memory sosok “tuhan”

ternyata atheisme tidak sesimple yg saya duga, tidak cukup dengan akal/rasio/logika yang kuat saja, tapi juga membutuhkan adaptasi dari kecil/kanak kanak untuk membentuk mental yang kuat dalam menghadapi persoalan kompleksitas dunia dengan menggunakan akal/rasio/logika

semakin anda cepat beradaptasi dengan atheisme, rasio, logika, semenjak kecil, maka saya pikir anda akan mempunyai mental yang lebih kuat, dan lebih rasional dalam menghadapi persoalaan riil kompleksitas dunia

—-
21 June 2014
wawan setiawan

Creativity, … the real power to change the world