Monthly Archives: July 2014

Xi Jin Ping, Russia, dan Brain Drain

Xi Jin Ping, Russia, dan Brain Drain:
(Masyarakat Saintifik dan Demokrasi)

catatan wawan setiawan
—–

Xi Jin Ping, President China Tiongkok, pernah melontarkan bahwa Komunisme China tidak ingin bernasib seperti komunisme Russia

Xi Jin Ping mengatakan bahwa ambruknya komunisme Russia akibat terjadi disorganisasi di central committe dan militer, dan solusinya dari China adalah memperkuat militer

Dari pandangan saya, Xi Jin Ping sangat tidak memahami mental western civilization dan khususnya sejarah Russia.

Bagaimanapun, Russia mempunyai banyak pemikir besar dan civilization besar di abad 19, sekelas Leo Tolstoy, atau Georgi Plekhanov yang mendirikan dan menjadi pemimpin kaum Menshevik (sosial demokrat)

mental orang orang Russia, juga mental orang yang tidak mudah tunduk kepada rezim, ini bisa dilihat dari pemberontakan atas agama yg dilakukan oleh Leo Tolstoy, penjatuhan rezim Tsar oleh Vladimir Lenin, ataupun glasnost perestroika oleh Mikhail Gorbachev, bahkan saat ini Vladimir Putin juga mempunyai penentang berat yang masih muda, bernama Alexei Navalny, kelahiran tahun 1976

Ini sangat beda dengan mental orang orang China Tiongkok, ..dimana mental mereka masih mental yang sangat menghormati leluhur dan sangat mudah mengalami ketertundukan kepada rezim ataupun budaya dan kepercayaan lama

Sejarah China tiongkok tidak menghadirkan sejarah lahirnya tokoh anti thesis terhadap budaya dan kepercayaan lama seperti dilakukan oleh Leo Tolstoy, …sejarah pemberontakan budaya dan kepercayaan lama menuju science, seperti yg dilakukan oleh kaum Menshevik Georgi Plekhanov, ataupun sejarah menjatuhkan kekaisaran seperti yang dilakukan oleh kaum bolshewik Vladimir Lenin. (catatan: kekaisaran terakhir China dijatuhkan oleh Jepang)

Kemajuan pesat China Tiongkok di bidang ekonomi dan sains saat ini, sangat mirip dengan rezim komunis Joseph Stalin, dimana Stalin sukses membawa industrial ekonomi USSR menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amerika, serta berhasil memajukan masyarakat saintifik dengan sangat cepat/pesat, sehingga akhirnya Russia sangat maju di bidang outer space dan produksi senjata canggih menyalip Amerika

Namun, dari pandangan saya, …semakin manusia teredukasi tinggi, maka ia cenderung akan mencari dan menyukai kebebasan, semakin tinggi kemampuan intelek dan IQ-nya, maka kecenderungan menjadi libertarian-nya akan semakin tinggi (Hal ini pernah di ulas oleh CNN)

Hal ini bisa anda lihat, bahwa orang orang Russia, seperti Mikhail Gorbachev, Andrei Sakharov, malah menjadi anti thesis rezim pemerintah yang sangat anti demokrasi

Bahkan Russia mengalami brain drain, …setelah rezim melakukan pendiktean secara masif untuk membentuk masyarakat saintifik, maka ketika terbentuk masyarakat saintifik, Russia justru mengalami brain drain, diperkirakan sekitar 20-30% elit cerdas intelektual Russia memilih kabur ke luar negeri, termasuk keluarga Sergey Brin, yang ayahnya prof Math di Moscow Univ, dan ibunya doktoral Fisika di Moscow Univ, membawa Brin ke Amerika, dan sekarang Brin menjadi “otak” technicalnya Google

Tidak bisa ditolak, bahwa negeri negeri yang didatangi para pelarian intelektual Russia ini mengakui bahwa orang orang Russia sebenarnya sangat cerdas didalam masalah saintifik, namun justru karena mereka generasi cerdas saintifik yang dibangun secara massive sejak dari rezim Stalin, dan pemerintahnya tetap semi otoriter, maka mereka memilih kabur setelah dicerdaskan di negerinya sendiri

Dalam hal ekonomi, juga sama, banyak orang kaya Russia yang akhirnya memilih tinggal dan melakukan capital flight ke Inggris, seperti Roman Abramovich pemilik Chelsea, ataupun Alisher Usmanov pemilik Arsenal dan pemilik saham Facebook

Mungkin secara awam, anda akan mengutuk orang orang ini, mereka yang dicerdaskan di Russia seperti keluarga Sergey Brin, tapi akhirnya memilih kabur (brian drain), …namun ini juga akibat negeri mereka semi otoriter dan mengabaikan demokrasi

Orang orang seperti Feynman, Sergey Brin, bukanlah orang yang lupa kepada asal usul negaranya, …mereka telah berbuat semampunya untuk membantu orang orang di negaranya, misal Feynman memberikan view tentang negara orang tuanya, Russia dan melakukan kritik terhadap Russia,..meski Feynman juga mengakui bahwa orang tuanya yang berasal dari Russia yang memberikan pelajaran kreative thinking (lihat: Take the world from another point of view) sejak dini terhadap Richard Feynman

Brin, juga membuat inkubasi Google bagi para engineer Russia, banyak engineer Google berasal dari Russia


Tentang China

China, saat ini memang pesat dalam kemajuan sains dan ekonomi, tapi gejala brain drain (kaburnya para intelektual cerdas) dan capital outflow-nya telah muncul secara massive. China disebut sebagai negara dengan capital outflow terbesar, banyak konglomerat barunya juga memilih meninggalkan China, demikian juga dengan para intelektualnya

Ini semua, akibat China tidak mempunyai kualitas demokrasi, …sedangkan orang orang cerdas intelektual yang semestinya menjadi pilar membangun negara, akan menyukai dan mencari demokrasi dan kebebasan berpendapat (freedom), agar mereka tetap bisa selalu mengembangkan diri thd intelektual dan kecerdasannya di lingkungan demokrasi

Untuk itulah jangan heran, bila saat ini banyak engineer china yang memilih bekerja di luar negeri, atau orang orang seperti Jerry Yang, graduated Stanford, pendiri Yahoo, Jack Ma pendiri Alibaba, bahkan istri Mark Zuckerberg, billionaire Facebook, berasal dari China yang memilih tinggal di Amerika

Singkatnya, meski China saat ini maju pesat dalam hal ekonomi dan sains, tapi tidak seorang pun (sedikit sekali) orang kaya dan cerdas intelektual yang mau tinggal di China

Hal yang sama juga terjadi di negara Islam, seperti Dubai, Qatar, UAE, ….meski negara kaya, tapi tidak akan menjadi tujuan tempat tinggal dan sebagai tempat untuk mengembangkan diri bagi para billionaire dan kaum cerdas intelektual

Ini semua akar masalahnya jelas, karena orang kaya dan cerdas intelektual, cenderung mencari demokrasi (freedom) untuk mengembangkan diri, daripada sekedar mencari nasi,…

dan mereka berpikir bahwa negara dengan kualitas demokrasi, sangat baik untuk perkembangan diri anak cucu mereka kelak.


Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia sebenarnya hampir mirip dengan China dan berbeda dengan Russia.

Kalangan cerdas Indonesia dan China, lebih banyak dicerdaskan di luar negeri, di negeri penuh demokrasi yang berkualitas, namun ketika mereka teredukasi dengan baik, mereka malas pulang karena pemerintahnya yang otoriter dan kurang transparan, hingga dihinggapi masalah korupsi akut

Ini berbeda dengan Russian, para genius Russian rata rata cerdas dari kultur dan dari socio masyarakat saintifik di negerinya sendiri, baru mereka mencari dan membangun masa depan yang lebih baik (juga terhadap kepentingan anak cucunya) ke negara yang mempunyai demokrasi yang berkualitas tinggi

Di Amerika, anda akan banyak menemukan pengajar atau akademisi dari Russia, yang jenjang pendidikan doktoralnya justru berasal di Russia sendiri.

—-
Solo, selasa 29 Juli 2014
wawan@baliooo.com

Diskusi imaginer singkat dengan Richard Feynman dan Andrei Sakharov

Diskusi imaginer Singkat dengan Richard Feynman dan Andrei Sakharov
catatan wawan setiawan

—-

Wawan: Tuan Feynman, jangan becanda melulu, perkenalkan dulu siapa diri anda
Feynman: Saya, lahir di Amerika, namun bapak ibu saya immigran dari Russia, …umur 14 tahun saya sudah diminta untuk membenahi radio yg rusak, tahun 1986 saya diminta NASA untuk memecahkan misteri meledaknya pesawat ulang alik Challenger, …. saya juga banyak berkiprah di quantum mechanic, ide ide tentang nano technology dan sekarang pemikiran saya tentang quantum diteruskan oleh Leonard Susskind, …Krauss (Lawrence) juga sempat membawa kembali pemikiran saya di LHC sebelum para fisikawan dunia menemukan Higgs Boson sebagai fundamental partikel, karena saya dulu juga sempat mempelopori konsep fundamental partikel.

Wawan: Apa pandangan anda terhadap rezim Komunisme Soviet?
Feynman: well, Soviet mengagumkan, perkembangan masyarakat saintifik berkembang pesat disana, tapi mereka terjebak oleh suatu dogma baru, science menjadi dogma baru, padahal science tumbuh dari lingkungan/nurture demokrasi, kebebasan berpikir, dan demokrasi pilarnya creativity

demokrasi yang melahirkan creativity, dan creativity yang melahirkan science yang terus menerus berkembang

tanpa creativity, maka science akan stagnan, …tanpa demokrasi, maka tiada creativity,…

thats way, …rezim Komunisme Russia, meski di awal revolusi mengalami kemajuan masyarakat saintifik yang luar biasa, namun akibat science dikunci menjadi dogma, dan kebebasan berpendapat dibatasi, maka itu membunuh creativity, yang ujung ujungnya mematikan perkembangan science di Russia

Faktanya anda lihat sendiri, Russia pernah mengalami tragedi Lysenko, karena science dibawa ke ranah politik dan menjadi dogma baru

Wawan: doktor Andrei Sakharov, mengapa anda menjadi dissident rezim Russia?
Sakharov: Yang pertama, saya yang mengembangkan konsep bom nuklir dan hidrogen Russia, dan saya pernah melihat sendiri dampak dan akibat teknologi yang saya kembangkan, itu sangat de-human, anti kemanusiaan. Yang kedua, Russia juga menpunyai senjata pemusnah massal paling banyak dan jumbo di dunia, Russia sangat berbahaya kalau jatuh di tangan orang yg salah. Nikita Khruschev pernah mencoba melakukan reformasi, tapi terpental oleh Central Committe, demikan juga Mikhail Gorbachev terpental oleh KGB.

Russia sampai sekarang masih terdepan dalam teknologi senjata pemusnah massal, dan sangat berbahaya jika Russia dipimpin oleh orang yang salah.

Wawan: tapi anda tahu kemajuan civil society Russia, ketika rakyat turun ke jalan ketika Mikhail Gorbachev dikudeta 3 hari oleh KGB, dan rezim KGB memilih mundur karena menghadapi rakyat sipil Russia yang berani menghadapi tank tempur yang dikerahkan oleh KGB untuk melakukan kudeta

Sakharov: well, bagaimanapun juga Russia mempunyai sejarah civil society yang kuat, ini bisa anda lihat ketika revolusi oktober menjatuhkan Tsar yang dipimpin oleh VI. Lenin dan kaum militan bolshewiknya. Namun setelah revolusi, Stalin mengunci militansi bolshewik dan materialisme sebagai dogma. Stalin juga setali tiga uang dengan kaum agama (baca: sama), menganggap ideologi komunisme dan materialisme sudah final dan sempurna.

sejarah Russia, mempunyai orang orang kreative seperti Tchaikovsky, Leo Tolstoy, tapi orang orang ini adalah produk pra Komunisme, dan Russia menjadi “beku” setelah rezim Komunisme berkuasa

Wawan: Anda dikenal sebagai tokoh “freedom of thought” sehingga menjadi tahanan rezim komunis, apa pandangan anda terhadap komunis, atheis, dan science?

Sakharov: Well, saya Atheis, non believer, dan juga sama dengan Feynman, yang mempunyai 3 prinsip utama dalam memandang alam semesta/nature

a. semua benda tersusun oleh partikel, setiap partikel mempunyai force dan wave, dan itu satu kesatuan tidak terpisahkan
b. semua partikel di alam semesta connected
c. kita tidak bisa mengatakan partikel a yang menggerakan partikel b, atau vice versa, semua partikel di alam semesta connected dan saling menggerakan

tapi sebagai intelektual, bagaimanapun fisika adalah produk kemajuan zaman, terutama era pencerahan eropa, dan dipelopori oleh Newton, artinya, science-pun hasil creativity manusia yang terus menerus mengalami perkembangan

Wawan: Mr. Feynman, saat ini China mengalami perkembangan science dan ekonomi yang luar biasa, bagaimana pandangan anda?
Feynman: Yang pertama, …China tidak akan lebih baik dari Russia lama, bahkan ketika rezim komunis jatuh, itu akibat militer mengalah kepada rakyat yang turun ke jalan untuk menghalangi kudeta militer KGB, artinya Russian, moyang saya, …sudah mempunyai kesadaran tidak mau dibelenggu lagi oleh rezim dogma, baik dogma komunis dan dogma militer (KGB), …China…kita mengenal kasus Tiananmen, dimana mahasiswa dilindas oleh Tank…

Yang kedua, demokrasi di China sangat buruk, bahkan jauh lebih buruk daripada rezim Vladimir Putin yg sudah semi demokrat, …China memang mengalami kemajuan pesat di bidang science dan ekonomi, tapi kemajuan itu bersifat didikte oleh rezim, persis Russia lama, ….semua hal yang bersifat didikte, .. tidak lahir dari sistem natural, atau tidak lahir dari bawah, bakalan mengalami hal sama, …mereka militansi, jadinya cepat berkembang, tapi juga akan cepat crash/ambruk.

Wawan: terima kasih Mr. Feynman dan Sakharov, anda semua fisikawan genius yang juga philosopher serta pengamat hal hal sosial, …ini yang membuat saya tertarik terhadap sosok anda, dari seorang engineer, menjadi philosopher, bahkan social philosopher.


Solo, Minggu 27 Juli 2014
wawan@baliooo.com

Bersatunya ahli strategi dan opportunis politik Islam

Bersatunya ahli strategi dan opportunis politik Islam\|
catatan wawan setiawan,
Sabtu 12 Juli 2014

(semoga bisa menjadi pelajaran sejarah politik Indonesia masa depan)

Tentu, kita masih ingat, ketika Prabowo Subianto yang menjadi motor utama untuk menjadikan Jokowi menjadi gubernur DKI. Saya masih ingat, bahwa Prabowo Subianto atau Gerindra, adalah salah satu politikus dan Partai yang paling dan cepat tanggap terhadap kemajuan teknologi informasi, sehingga mereka sangat tbaik menggunakan media sosial, terutama facebook untuk kampanye Joko Widodo.

salah satu strategi yang digunakan, karena momen waktu itu adalah pilgub DKI, maka strateginya adalah meminta siapa saja warga negara Indonesia yang mempunyai sanak saudara yang menjadi warga DKI, diharapkan menelpon saudaranya yang menjadi warga DKI ( teknik mempengaruhi ) untuk memilih Joko Widodo dan Basuki Purnama sebagai gubernur DKI dan wakilnya

Prabowo Subianto, mantan Komandan Jenderal Kopassus, dan mantan Panglima Kostrad, harus kita akui sebagai sosok yang cerdas, ahli strategi, termasuk ahli propaganda, meski juga mempunyai watak sangat temperamental

Didalam wawancara dengan media asing, BBC, Prabowo Subianto menjelaskan bahwa warganegara Indonesia, mayoritas adalah warganegara yang tidak teredukasi dengan baik, inferior complex, dan masalah masalah sebagai manusia yg bagi perspektive barat/western adalah karakter bangsa/manusia yang “cukup terbelakang”. Prabowo menjelaskan ke BBC, ia ingin mengikis ini semua, ingin membangun mental dan karakter manusia Indonesia yang dikatakannya terhadap jurnalis BBC adalah mental “bangsa terbelakang”, tmenjadi bangsa dengan karakter dan mental maju

Di satu sisi, saya sangat setuju dengan penjelasan Prabowo Subianto tentang mental bangsa Indonesia yang cukup terbelakang, tapi juga agak heran, mengapa itu dikatakannya secara gamblang ke stasiun teve BBC

Di sisi lain, dengan sangat memahaminya Prabowo Subianto terhadap mental bangsa Indonesia yang sangat mudah untuk dipengaruhi, maka saya akan menghadirkan beberapa kejadian yang saya alami

Pilpres 2014 ini, saya rasakan adalah pilpres yang paling mempunyai tensi sangat tinggi. Menjelang pilpres, tensi itu memuncak. Analisis saya jelas, Prabowo Subianto yang ahli strategi dan sangat memahami kelemahan bangsa Indonesia, bersekutu dengan para tokoh opportunis politik agama islam, sehingga mereka melakukan emosional religius engineering. Isu emosi agama dan SARA ini terus menerus dipropagandakan. Semisal Jokowi adalah keturunan Tionghoa, atau Jokowi Islam abangan.

Cara kampanye capres nomor satu dan sekutunya, saya pikir dangat jauh dari etika politik yang santun dan sehat, bahkan media Internasional seperti Russia Today, CNN, BBC, AlJazeera, ABC Australia, dlsb mengulas cara kampanye capres nomor satu yang sangat kasar dan sangat jauh melenceng dari etika politik yang sehat

Al Jazeera, menulis, bahwa pilpres 2014 dihantui oleh isu agama, dan membuat kartun ada sosok setan agama bergambar hitam sedang menghadap ke Joko Widodo

Russia Today di acara Sputnik juga mengulas, bahwa Jokowi dihantam isu agama, serta isu komunis, sehingga bagi mereka itu sangat menggelikan

Media asing juga menulis, bahwa Prabowo Subianto adalah produk orde baru, produk rezim Soeharto, yang berkuasa dengan melakukan massacre/pembunuhan massal tahun 1965, sehingga media asing ber-opini bahwa Indonesia sedang memilih kembali ke orde baru atau menuju ke harapan baru


Pagi hari, menjelang pencoblosan, kekuarga saya menelpon, dan mencoba menggiring opini saya untuk mencoblos capres nomor satu. Tapi saya tegas menjawab akan mencoblos Joko Widodo, bukan karena saya sama sama orang Solo, dulu saya sering melakukan kritik terhadap Joko Widodo, bahkan saya tahu bahwa awalnya Joko Widodo menjadi walikota Solo atas koalisi PKS, PAN. dan PDIP

Anda bisa mengikuti tulisan tulisan saya, saya biasanya kalau tertarik thd suatu masalah, saya akan berusaha memahaminya sedalam mungkin agar menegrti essensinya

dan kembali saya tegaskan, awal juni saya masih netral, dan masih sangat respek terhadap kecerdasan Prabowo Subianto, …namun ketika mereka membawa manifesto yang menurut pandangan saya, akan membahayakan masa depan Indonesia, maka hati nurani saya terpanggil, untuk segera ikut mencegah Prabowo Subianti menjadi Presiden Indonesia dengan cara saya sendiri ( menulis melalui media sosial )

Pilpres 2014 telah berlangsung, konflik tidak segera mereda, kedua kubu saling mengklaim kemenangan,…hal ini tentu sangat memalukan bagi pandangan dunia Internasional, apalagi masalah quick count diperdebatkan, dan kubu capres nomor satu malah mengeluarkan statemen bahwa quick count tidak bisa dipercaya. Tentu saja statemen ini bagi akademisi dan intelektual sosial, sangat menggelikan

secara umum, quick count, adalah methodologi ilmiah untuk hitung cepat, atau memprediksi cepat dan akurat terhadap hasil akhir. Quick count dalam ilmu sosial dinyatakan sebagai hal yang ilmiah.

Tadi pagi, saya sempatkan menyimak wawancara Prabowo Subianto dengan BBC. Prabowo menyatakan akan menerima kekalahan jika hasil KPU dianggap fair.

Kata terakhir, “fair”, ini sangat bias dan sangat berpotensi akan membuka peluang dispute lagi thd terhadap hasil KPU kelak, karena kubu Prabowo bisa menyatakan bahwa hasil perhitungan KPU tidak fair dengan bukti yang mereka sodorkan entah aseli entah palsu

jadi, rakyat Indonesia, saya pikir jangan terlalu berharap tensi tinggi konflik horisontal akan berakhir pada 22 Juli 2014, dimana KPU akan mengumumkan hasil pilpres 2014.

namun, bagaimanapun, ini semua akan menjadi pelajaran sangat berharga dan sangat mahal (terutama kerugian psikologis dan kerugian emosional yg priceless) bagi bangsa dan rakyat Indonesia untuk menatap dan mengarungi masa depannya

Pilpres 2014 adalah pelajaran yang sangat berharga dari seorang “military man” yang berlumuran darah di Timor Leste, Papua, dan diduga keras sebagai dalang kerusuhan dan penculikan aktivis 1998 yang tidak dibawa ke pengadilan militer dan HAM, dan diloloskan oleh KPU sebagai calon Presiden. dan jenderal ini dikelilingi oleh sekelompok opportunis politik yang memanfaatkan isu agama Islam sebagai kendaraan politik dan emosional engineering rakyat Indonesia.

semoga kita bisa belajar dari kejadian pilpres 2014


wawan@baliooo.com

Teknologi, kaidah ilmiah, dan Indonesia

Teknologi, kaidah ilmiah dan Indonesia:
catatan wawan setiawan
11 Juli 2014

saat ini, kita rakyat Indonesia, disibukan dengan berita 2 hal, yaitu hasil pilpres, dengan kontroversi masing masing pihak saling klaim kemenangan, melalui lembaga quick count, dan masalah saling meluncurkan rocket antara Hamas dan Israel. Sebenarnya kalau mau obyektif, perang Israel dan Hamas, berkali kali adalah perang saling menembakan rocket, tapi mengapa orang Palestina yang selalu menjadi korban?

Saya, dari cukup kecil menggemari teknologi dan beritanya. Dari negeri Russia, ada berita teknologi bahwa mereka mengembangkan desain rocket baru untuk keperluan peluncuran satellite dan mungkin nantinya akan digunakan sebagai proyek ke bulan, ….yang disebut sebagai rocket Anggara. Rocket ini adalah rocket pertama kali yang didesain Russia, sejak tahun 1994. Rocket Russia sebelumnya adalah rocket hasil desain rezim Uni Soviet yang paling paling di modifikasi.

kembali ke masalah mengapa dalam hal saling merocket antara Hamas dan Palestina, maka Palestina selalu di pihak yang jatuh korban banyak. Israel adalah negeri exporter teknologi, dan industri start up disana sangat maju. Mereka juga punya area yang disebut sebagai “Silicon Wadi”. Industry senjata Israel juga sangat maju, sampai big brother Amerika dan Russia malah impor beberapa teknologi maju militer dari Israel. Dalam hal perang antar tembak rocket, Israel punya teknologi shield dome, tameng serangan rocket untuk melindungi warga negara. Methodologinya menggunakan rocket pencegat, …seperti sistem rocket patriot, …Israel mempunyai rocket yang mencegat, dan melumpuhkan rocket Hamas di udara. Namun akurasi penangkisan ini masih belum cukup tinggi, sekitar 30-40% berhasil. Untuk itu mereka mennggunakan methode lain, yaitu ketika radar mereka mendeteksi adanya rocket Hamas yang meluncur ke wilayah Israel, mereka punya Server untuk memprediksi kemana rocket Hamas tersebut akan meluncur jatuh dan meledak.

Warganegara Israel, melalui mobile phone diwajibkan menginstal aplikasi ini, untuk mendapatkan prediksi lokasi sasaran tembak, dari sistem pertahanan Israel.

Jadi sistem pertahanan Israel menggunakan 2 cara dalam melindungi warganegara
1. Mereka menggunakan teknologi rocket pencegat di udara yang akurasinya masih rendah dan masih sedang dikembangkan agar lebih akurat
2. Warganegara selalu mendapatkan informasi up to date kemana saja rocket Hamas akan meledak, sehingga mereka secara aktive bisa memutuskan untuk menyelamatkan diri


Namun kita rakyat Indonesia, yang dasarnya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga jauh terhadap hal hal ilmiah, terutama ilmu prediksi.

Saat ini masyarakat Indonesia mengalami distorsi opini, tidak percaya terhadap methodologi ilmiah prediksi cepat/quick count statistik. Untuk itu, saya menyarankan untuk memprediksi siapa Presiden Indonesia berikutnya, sebaiknya menggunakan mekanisme religius yang ada saja, yaitu meminta petunjuk Tuhan melalui sholat istikharah

Dan apabila nanti Indonesia perang dengan Malaysia, kalau kita dirocket mereka, juga jangan lupa sholat istikharah untuk mendapatkan petunjuk kemana rocket malaysia akan jatuh meledak

di sisi lain, kita akan menyantap harian atau berita dari luar negeri, bahwa korban dari rakyat palestina akan selalu berjatuhan, padahal itu sebenarnya perang saling merocket, namun di pihak Israel korbannya minim, karena selain dengan sistem pertahanan pencegatan, mereka juga menggunakan sistem teknologi dan prediksi ilmiah yang infonya di broadcast ke warganegara melalui media terutama aplikasi mobile sebagai sistem perlindungan secara aktive bagi warga negara (warganegara aktif melindungi diri melalui teknologi informasi)

Ilmu prediksi cepatlah (yang dimiliki oleh Israel) yang membuat perang Israel Hamas, seperti perang tidak berimbang, karena korban selalu berjatuhan di pihak Palestina, meski jumlah rocket yang diluncurkan secara statistik sama banyaknya

dan kita di Indonesia akan rajin berduka cita pasang hashtag #prayforgaza

One day that shook the world

One day that shook the world:

Besok, 9 Juli 2014, adalah hari hari yang paling menentukan masa depan Indonesia yang kita cintai dan masa depan anak cucu kita, karena kita, rakyat Indonesia, akan memilih Presiden secara langsung dengan demokrasi one man one vote, dimana tensi masyarakat belum pernah setinggi saat ini

Saya pikir, besok, tidak hanya saja pertaruhan masa depan Indonesia saja, karena kita, umat manusia, sudah hidup di abad 21, setelah revolusi fisika yang dibawa fisikawan sekelas Albert Einstein, Werner Heisenberg, Richard Feynman, dan fisikawan fisikawan lainnya yang berkumpul di Kopenhagen, juga telah melalui era revolusi digital, yang dipelopori oleh Steve Jobs, Bill Gates, Sergey Brin, maupun Mark Zuckerberg,

tembok berlin dan rezim Komunis Russia juga sudah tumbang, dunia saat ini menjadi dunia yang lebih connected, terbuka, multipolar, dan saling keterhubungannya sangat tinggi, sehingga perubahan di satu negara bisa cepat menyebar ke negara lain

Calon Presiden nomor 2, Bapak Ir. Joko Widodo, mengajak kita semua, rakyat Indonesia, untuk melakukan revolusi mental, konsep revolusi mental Jokowi, bukanlah seperti revolusi Meiji di Jepang, tidak pula seperti revolusi Prancis, tidak pula seperti revolusi Proletariat Russia, tidak pula seperti revolusi Islam Iran, ….tapi …ini benar benar revolusi baru, …genuine, …orisinal, belum pernah ada di dalam sejarah dunia sebelumnya, namun revolusi ini memang hasil dari kombinasi inspirasi terbaik dari sejarah dan kultural Indonesia sendiri, plus dari revolusi revolusi yang telah terjadi di dalam sejarah dunia sebelumnya

namun, dalam sejarah revolusi, dari tulisan tulisan tokoh tokoh revolusi, seperti Vladimir Lenin, bahwa revolusi tidak bisa berlangsung seketika, ia terjadi harus didalam dua syarat, yaitu kondisi akumulasi, dan didorong oleh ide ide yang radikal fundamental untuk perubahan, perubahan yang lebih baik dan humanis tentunya

didalam sejarah revolusi bolshewik Russia, juga tercatat, bahwa sampai VI. Lenin meninggal-pun, revolusi yang dicanangkannya belum bisa terealisasi dengan stabil, tapi Lenin berani memulai atau berani menjadi inisiatornya

tidak lupa, VI Lenin, dan saya juga ingat pesan pendiri dan bapak proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, mengatakan, bahwa didalam revolusi, bagian yang paling sulit bukanlah menggerakan massa untuk perubahan, tapi justru setelah kemenangan kaum yang ingin berubah ini, content apa yang akan kita isi dan lakukan dengan lebih baik dan humanis setelah kemenangan kita terhadap revolusi

ini terbukti, bahwa reformasi 1998 telah terjadi, rezim orde baru tumbang, …namun ternyata, boleh kita akui, kita semua ternyata gagal mengisi content dan memanfaatkan reformasi 1998 untuk masa depan Indonesia yang lebih baik dan humanis

bahkan saat ini, kecenderungan sisa sisa rezim Orde Baru untuk berkuasa kembali sangat kuat, dan ironisnya, ini didukung oleh banyak elemen yang dulu menumbangkan kekuasaan dan rezim orde baru yang bercokol selama 32 tahun

sekali lagi, ini membuktikan statemen VI. Lenin, bahwa mengisi content hasil revolusi dan menggunakan hasil revolusi dengan lebih baik, jauh lebih sulit daripada menggalang dan membangun kekuatan revolusi itu sendiri


Revolusi mental, mental yang humanis, transparan, jujur, dan demokratis, … yang akan di-inisiatori oleh Bapak Jokowi, calon Presiden Indonesia dengan nomor urut 2, …sangat layak kita dukung, dan dalam era digital yang sudah sangat connected, sangat memungkinkan bahwa revolusi mental-nya bapak Jokowi, akan cepat menyebar luas ke seluruh dunia, …

sejarah dunia, juga telah membuktikan, bahwa revolusi saling bertautan, revolusi proletariat Russia tidak bisa dipisahkan dengan revolusi borjuis di Prancis, dan revolusi di China maupun di Indonesia, tidak bisa dipisahkan dari sejarah revolusi dunia sebelumnya lainnya ( terutama tera-influence oleh revolusi Russia )

dunia ( alam semesta ) ini bekerja saling mempengaruhi, Karl Marx menyebutnya sebagai dialektika materialisme, satu kejadian di satu tempat, bisa sangat cepat menyebar luas ke tempat lain, semua saling bertautan, atau dalam istilah seorang fisikawan bernama Paul Diract, “anda memetik bunga di bumi, akan mengakibatkan pindah orbitnya planet terjauh dalam tempo jutaan tahun kemudian”

untuk itulah, besok, 9 Juli 2014, kita, rakyat Indonesia, tidak hanya akan mempertaruhkan masa depan Indonesia yang kita cintai, ataupun anak cucu yang kita cintai, …namun, besok….tanggal 9 Juli, juga merupakan pertaruhan sejarah masa depan dunia, ….jika bapak Jokowi menjadi Presiden baru Indonesia, …maka Indonesia akan membuat sejarah baru, meninggalkan bayangan kelam sejarah lama orde baru yang berlumuran darah, yang masih ingin kembali dan tetap menghantui Indonesia,

dan perubahan ini, sangat berpotensi untuk menjadi inspirasi bagi seluruh dunia, bahwa negeri Indonesia, bisa selalu menjadi negeri yang menciptakan sejarah sejarah baru yang lebih manusiawi, humanis, beradab, dan demokratis, …

semoga, besok, rakyat Indonesia, mendukung bapak Jokowi, untuk menciptakan sejarah baru bagi Indonesia dan dunia, sehingga dunia akan mengenang peristiwa 9 Juli 2014, awal berlangsungnya revolusi mental yang dipimpin oleh bapak Jokowi, sebagai “one day that shook the world”

dan tak lupa, kembali saya ingatkan, bahwa menggunakan dan memanfaatkan hasil perubahan (revolusi), akan jauh lebih sulit daripada menggalang atau mengorganisir gerakan massa untuk perubahan…

ini semua sedang KITA mulai,

dan semoga alam semesta (mestakung) memberkati kita semua rakyat Indonesia, untuk bisa selalu menciptakan sejarah baru yang lebih manusiawi, transparan, dan demokratis untuk masa depan Indonesia dan masa depan dunia,

one day that shook the world, 9 Juli 2014, bersama KITA, seluruh umat manusia …


8 Juli 2014
wawan setiawan

Hari hari vivere pericoloso

Hari hari vivere pericoloso:
catatan seorang warga negara Indonesia

( Internet, senjata saya untuk melawan rezim anti kemanusiaan )


saya, lahir tahun 1974, jadi tidak tahu suasana emosional menjelang Indonesia merdeka, atau ketika menjelang kejadian G30S

namun, terutama ibu saya, selalu menceritakan bagaimana kejamnya PKI, karena orang tua saya bekerja di Pabrik Gula yang waktu itu menjadi incaran PKI

setelah saya cukup dewasa dan cukup banyak mempelajari sejarah, (apalagi saya pernah tinggal dan menikah di negara bekas Komunis ) akhirnya saya lebih banyak memahami tentang Komunisme

namun sekali lagi, membaca atau mempelajari saja, tetap akan berbeda dengan ketika kita mempelajari dan memahami dengan basis ikatan emosional, …mungkin banyak sekali pelajar Indonesia belajar di Eropa, Amerika, Australia atau bahkan Russia, tapi mereka mungkin belajar ilmu pengetahuan saja, tidak ada ikatan batin atau emosional-nya, ….mungkin ini agak berbeda dengan saya, mempelajari Marxisme, sekaligus mempunyai ikatan emosional/batin dengan Russia, karena puteri saya warganegara Russia

2 hari lagi, tanggal 9 Juli 2014 rakyat Indonesia akan mempertaruhkan masa depannya, melalui pilpres yang menurut saya paling brutal dalam sejarah saya mengikuti pemilihan umum atau pilpres. Saya pikir, ini akibat capres nomor satu, saya akui seorang yang cerdas, terlatih, ahli strategi, ahli propaganda, karena pernah menjadi Danjen Kopassus dan Pangkostrad

Hari hari ini mengingatkan saya, dengan kejadian sekitar 16 tahun, ketika menjelang reformasi 1998, saya aktive di milis Indonesia-L, atau apakabar yang dibuat John Mc Dougall dari Harvard Amerika dan di co-moderatori oleh Gerry van Klinken dari KITLV Belanda,

waktu itu saya banyak belajar dari Indonesianis melalui Internet, bahkan sebenarnya saya merasa lebih banyak ter-edukasi dari Internet daripada bangku sekolah, hal ini pernah saya tulis di Indonesia-L dan sampai sekarang masih ter-arsip dengan baik di Universitas Ohio Amerika

Waktu itu saya belum bisa banyak menulis, tapi lebih banyak melakukan posting, terutama artikel yang diproduksi dari PIJAR ( pusat informasi dan jaringan aksi reformasi )

Internet masih menjadi barang mewah bagi mayoritas orang Indonesia, dan karena saya bekerja di Internet Service Provider, maka saya gunakan fasilitas kantor untuk membuat situs PIJAR dan posting artikel PIJAR baik di situs dan ke milis

sebelum tahun 1998, sebenarnya waktu itu masih banyak yang pesimis dan frustasi, tidak pernah terbayang bahwa rezim Soeharto bisa ambruk, tapi kita tidak putus asa untuk selalu posting dan exchange argumen untuk menentang orde baru

Hermawan Sulistyo pernah menulis, bahwa milis apakabar merupakan salah satu “otak” reformasi, karena disitu terjadi diskusi klandestein yang belum bisa disensor oleh rezim orde baru. Tanda tandanya mengapa massa bisa bergerak, padahal waktu itu tidak ada satupun media yang menentang rezim, karena Tempo, Detik, dam Editor telah dibredel oleh pemerintah, dan satu satunya media yang paling
aktive untuk menentang orde baru adalah milis Indonesia-L

Jawabannya mudah ditebak, saya dulu selalu nge-print artikel di milis Indonesia-L, dan kemudian saya foto copy untuk saya kirimkan ke kampus dan ke para aktivis untuk disebarluaskan, dan orang yang melakukan seperti apa yang saya lakukan waktu itu cukup banyak

milis Indonesia-L atau apakabar, boleh disebut sebagai operasi informasi untuk menumbangkan orde baru, karena dibuat John Mc Dougall tahun 1992, dan setelah rezim orde baru tumbang, maka tahun 2000 ditutup John dan kemudian di arsip di Universitas Ohio Amerika


hari hari ini, saya merasakan emosional yang hampir mirip ketika menjelang rezim orde baru tumbang, terjadi euphoria massa, dan juga dari Internet, beritanya semakin massive

bedanya, kalau dulu bisa satu suara yang seperti bola salju hampir semua sepakat untuk menumbangkan rezim orde baru, tapi sekarang lebih banyak berita negative yang sangat massive dan mengancam perpecahan atau konflik horisontal

namun, saya masih sangat optimis, bahwa ini gerakan lanjutan reformasi 1998, antara gerakan perubahan melawan gerakan pro kembalinya orde baru, dan saya ingin konsisten, kalau dulu saya melawan orde baru hanya bisa melalui internet dan milis, sekarang saya masih ingin melawan sisa sisa kekuatan orde baru juga melalui internet dan sosial media

saya masih sangat optimis, bahwa tahun 2014 ini akan terjadi perubahan besar, dan tidak ada tempat bagi sisa sisa kekuatan orde baru untuk kembali

tapi ini semua di tangan kita, untuk membendung sisa sisa kekuatan orde baru, hari hari ini, akan menjadi hari hari vivere pericoloso, hari hari yang menyerempet bahaya, akan terjadi perubahan sosial di Indonesia, ke arah yang lebih manusiawi, atau malah balik ke rezim semi otoriter dan militeristik


7 Juli 2014
wawan setiawan

Catatan dan referensi internet dan media sosial sebagai pilar kekuatan demokrasi:

http://waruno.de/PDFs/wm_IDinetsaga.pdf
http://media.kompasiana.com/new-media/2013/05/03/media-sosial-di-indonesia-kekuatan-dan-ancamannya-556767.html

– The Internet, handy political weapon
http://www.atimes.com/media/AA16Ce01.html

– Internet, media online dan demokrasi di Indonesia

– tulisan saya tahun 1996, bahwa saya lebih banyak belajar politik dan pemikiran dari milis Indonesia-L
http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1996/05/21/0029.html

UU Keamanan data warga negara Russia

UU Keamanan data warga negara Russia
( versi 1, akan saya update sesuai pendalaman dan perkembangan di Russia )

1. Saat ini era informasi, dimana hampir kita semua menggunakan facebook, twitter, gmail/google, yahoo mail, dlsb….disitu kita mendaftar, bisa menggunakan account informasi palsu, atau aseli

di situ kita saling bertukar informasi, via email, sosial media, messenger, dan lain sebagainya, tapi saat ini database servernya disimpan di Amerika, dan Facebook pernah ketahuan ternyata tidak mendelete data yang kita delete, tapi cuman di “hidden” oleh mereka

faktor kedua adalah NSA yang mempunyai hak mengakses semua content provider amerika

2. Russia, Duma baru saja meloloskan UU proteksi keamanan data, dan memberi waktu hingga tahun 2016, agar semua content provider seperti Facebook, Twitter, Google, Yahoo, Microsoft, dlsb, harus meletakan server datanya di Russia dan dibawah UU atau authority negara Russia

UU ini diusulkan oleh kaum Liberal Demokrat, kaum warisan Boris Yeltsin dan didukung oleh kaum ultra nasionalis kanan yang beberapa diantaranya mantan anggota KGB

3. Media barat menyatakan bahwa ini bentuk baru kontrol informasi rezim Vladimir Putin, tapi dengan mudah saya bisa menangkal tuduhan rezim barat

a. setiap warga negara tetap berhak dan bisa memdaftar account facebook, twitter, yahoo, microsoft, baik dengan informasi aseli atau palsu, yang server datanya berada di Amerika atau negara lain, untuk menyuarakan kritik kepada pemerintah

b. dengan adanya UU keamanan data warganegara, maka warganegara Russia mempunyai opsi yang lebih baik, untuk masuk ke dunia online/digital dengan perlindungan data dari negaranya sendiri

4. Keuntungan data server didalam negeri setidaknya ada 3 poin
a. hemat pemakaian bandwidth, atau hemat ekonomi atau capital outflow, karena mengurangi beban traffic internet ke luar negeri
b. kecepatan akses data, karena server data disimpan secara lokal
c. keamanan data, karena semua data profile, tranksaksi, komen media sosial, atau data apapun, semua disimpan didalam negeri

5. Bagaimana dengan warganegara Indonesia? anda tertarik negara anda untuk mempunyai UU kemanan data warganegara? yang artinya kita tetap akan mainan facebook, twitter, google, yahoo, microsoft, dlsb, bisa pake account informasi aseli atau palsu, dan bisa memilih account anda database-nya disimpan di amerika atau di negara sendiri?

catatan:
jika anda seorang opposisi atau kritikus, anda tetap akan bisa mengkritik negara anda sendiri dengan account palsu yang server data-nya ada di amerika,

dari view saya, UU keamanan data Russia ini diperuntukan bagi warga negara yang ingin online dan tetap dilindungi oleh negaranya sendiri, mereka adalah warga negara yany tetap membutuhkan era kemudahan internet, seperti booking tiket, hotel, transaksi ekonomi online/e-commerce, dengan database server tetap di dalam negeri ( negaranya sendiri )


Minggu, 6 Juli 2014
wawan setiawan

Creativity, !! the real power to change the world