Monthly Archives: October 2014

Berpetualang ke Pangandaran

Berpetualang ke Pangandaran
Catatan Wawan Setiawan
1 November 2014, 05.38 WIB
—–
Terus terang kemaren, saya sedang pusing, baik masalah perkerjaan dan pribadi, sehingga saya mencoba berpetualang sebentar. Namun selama masih membawa perangkat gadget mobile phone, saya masih stay connected, baik email, task management online asana, whatsapp dng sesama rekan kerja (sy jarang menggunakan gadget untuk haha hihi)

Saya mencoba ke Pangandaran, diajak ke tengah laut, mencoba memberanikan diri untuk snorkeling, melihat terumbu karang dan ikan di laut, udah nggak peduli nanti selamat atau tidak, …dengan cara begini saya bisa melepas stress, melakukan aksi aksi yg sebelumnya cukup saya takuti. Tapi terus terang saya jadi cukup ketagihan melakukan snorkeling, karena laut Indonesia itu memang benar benar indah

malamnya, saya makan ikan laut fresh, udang king super 1 KG harganya sekitar 25 ribu, sangat murah, di rumah makan Roda solo, milik teman saya, lebih dari 100 ribu
mengapa bisa begitu? kuncinya karena fresh dan kelangkaan

ikan laut kalau masih fresh, habis ditangkap nelayan dan segera dimakan, rasanya enak, dan di Pantai Pangandaran masih banyak stok ikan fresh, sehingga harganya murah

Kalau dibawa ke Jakarta, tentu membutuhkan waktu 6 jam lagi, sehingga fresh/kesegaran ikan sudah jauh berkurang dan harganya murah. Disinilah kapital dan teknologi bermain, mencari cara bagaimana ikan tetap fresh/segar di tempat yang jauh dari laut.

Selain dengan cara teknologi pendingin, maka transportasi terbaik adalah menggunakan pesawat, dan saya kira ini salah satu kunci kesuksesan bu menteri Susi dalam berbisnis ikan. Saya mendapat informasi bu Susi menguasai bisnis ikan dari hulu ke hilir, mempunyai kapal menengah penangkap ikan dengan teknologi lebih maju dari nelayan biasa, dan mempunyai landasan serta pesawat untuk membawa ikan sendiri, sehingga ikan yang baru ditangkap nelayan bisa dijual bu Susi, misal ke Jakarta dengan harga mahal, karena dibawa menggunakan pesawat, dan tentu saja sangat cepat sampai, dan ikan masih fresh dan berharga mahal ketika sampai di Jakarta dibanding dengan misal dibawa pake pengangkut darat

Di sisi lain nelayan tradisional tetap miskin, dan seperti roda lingkaran kemiskinan lainnya, antara pendidikan yang membuat miskin, atau miskin yang membuat tidak berpendidikan, saya memilih solusi memutus rantainya melalui pendidikan terlebih dahulu. Mental nelayan tradisional biasanya melaut, mendapat ikan, lalu setelah itu berfota foya, minum minum, pesta, main perempuan. …sehingga mereka tetap di lingkaran setan kemiskinan.

Disinilah saya kira revolusi mental yang harus dilakukan Bu Susi, meski bu Susi lihai berbicara tentang maling ikan, dan meski masyarakat kecil Pangandaran menyambut dengan positive atas terpilihnya bu Susi, orang orang kecil Pangandaran tetap banyak yang miskin, dan memang orang kecil miskin gampang berpikir positive, senang atas terpilihnya bu Susi, meski mereka sendiri masih dalam lingkaran setan kemiskinan.

Revolusi mental yang semestinya dilakukan oleh bu Susi saya kira tidak perlu jauh jauh dulu, misal ngomongin berapa triliun ikan indonesia dicuri asing, …tapi yg sederhana dulu saja, …ubah mental nelayan kecil khususnya dari lingkungan nelayan tetangganya di Pangandaran seperti mental bu Susi yang telah sukses menjadi entrepreneur ikan kelas kakap di Indonesia.

wawan@baliooo.com
Creativity, … the real power to change the world

Advertisements

Atheisme Russia, Berdikari, Kemandirian

Atheisme Russia, Berdikari, Kemandirian
Catatan Wawan Setiawan

Senin, 27 Oktober 2014 05.40

——
Selama ini, secara umum, persepsi awam, atheisme berkorelasi tidak percaya adanya tuhan, Namun di Russia, atheisme saya melihatnya tidak hanya masalah percaya atau tidak percaya adanya tuhan, tapi juga masalah development mental. Bung Karno sendiri dengan ajaran trisaksi dan berdikari selalu menekankan pentingnya kemandirian atau berdiri di atas kaki sendiri. Tapi Trisaksi dan Berdikari adalah konsep negara, dan negara adalah sekumpulan manusia yang disebut dengan rakyat.

Di Indonesia, saya melihat inkonsistensi, ajaran berdikari dan trisakti ini inkonsisten dengan preambule proklamasi, “atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa”

Ini lain dengan di Russia, mereka menanamkan semangat berdikari dari setiap individu rakyatnya. Lagu lagu yang dinyanyikan anak anak USSR semenjak kecil penuh dengan spirit berdikari, tidak percaya tuhan dan mental mengandalkan kekuatan diri sendiri. USSR juga pernah menjadi negara dengan ekonomi terbesar nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat, meski tanpa expor impor, dan benar benar berdikari, Komunisme in one state. Namun spirit berdikari tersebut dibangun dari setiap unit kecil individu rakyatnya, yaitu mental mengandalkan diri sendiri semenjak dari kecil.

Saya pernah berkonsultasi ke psikiater, mengapa saya tidak sekuat mantan istri saya, dalam menghadapi masalah, dan saya puas dengan jawabannya, yaitu “mereka terlatih menjadi atheisme berdikari semenjak kecil”, sedangkan saya dulu selalu mengandalkan doa dan pertolongan ghaib, dan baru mencoba mengandalkan dan mengeksplorasi kekuatan diri sendiri setelah cukup berumur, diatas 30 tahun.

tulisan ini juga akan menjadi overview, bahwa dasar kenegaraan Indonesia adalah pasal 29 “Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan memang benar, ini juga dibangun dari setiap individu ha yang harus “Berketuhanan Yang Maha Esa”, namun Bung Karno mencanangkan konsep Trisakti, Berdikari, dan Berkemandirian.

Sedangkan di Russia, dulu adalah negara Komunisme, Negara berdikari, negara dengan kemandirian, pernah jaya tanpa modal asing, dan itu juga dibangun dari mental setiap individu rakyatnya, yaitu sejak kecil dilatih untuk menjadi atheisme mandiri, mental tidak percaya tuhan dan mental mengandalkan kekuatan diri sendiri,

Konsep negara harus selaras dengan konsep pengembangan mental individu rakyatnya

Di Indonesia adalah negara “Berketuhanan Yang Maha Esa”, dan itu dibangun dari setiap individu rakyatnya, sama juga dengan Russia, pernah menjadi negara Komunis berdikari, dan itu juga dibangun dengan mental setiap individu rakyatnya dengan nyanyian kebangsaan “tidak ada tuhan, tidak ada kaisar, tidak ada savior, yang bisa membantumu, kecuali dirimu sendiri”

—–
wawan@baliooo.com
Creativity, the real power to change the world

Cara baru mengunci konsumen

Cara baru mengunci konsumen
Catatan Wawan Setiawan

Solo, Senin 27 Oktober 2014, 04.55 WIB

——

Setiap kejadian, pasti ada sisi sisi positive dan menarik untuk diambil kesimpulan. Iphone saya rusak, karena dibanting. Zaman modern saat ini, gadget sudah seperti mini computer, disitu ada data, contact, email, dlsb.

Sebelum zaman cloud computing, tentu saja dengan rusaknya mobile phone saya, itu berarti rusaknya data, hilangnya data. Tapi sekarang era cloud, banyak list pekerjaan saya garap di Asana yang dibuat oleh Dustin Moskovitz, teman Mark Zuckerberg pendiri Facebook.

Selain itu data data di iphone juga saya backup di cloud milik Apple. Namun sekarang saya baru sadar, dengan fasilitas default cloud Apple, itu sebenarnya mengunci konsumen agar ketika mobile phone-nya hilang atau rusak, maka harus membeli produk Apple lagi. Padahal saat ini saya ingin mencoba membeli Windows Phone, tapi ternyata itu tidak mungkin lagi karena data saya simpan di cloud milik Apple.

Dengan pengalaman kejadian seperti ini, saya menjadi berpikir, bahwa cloud data backup sebaiknya jangan satu saja, ada dropbox yang juga menyediakan fasilitas cloud, sehingga ketika mobile phone produk apple saya rusak atau hilang, saya bisa membeli produk lain misal yg berbasis android atau windows,

Namun untuk saat ini, keinginan saya membeli Windows Phone tidak akan kesampaian. karena semua data saya sudah terlanjur tersimpan di Apple cloud.

Sadar tidak sadar, ketika Apple menyediakan fasilitas cloud default yang cuman berkapasitas 5GB, itu mengunci konsumen. Seperti kasus saya sekarang, mau tidak mau, dengan terpaksa, saya harus membeli iphone lagi, bukan lagi karena ini produk apple, tapi karena data saya tersimpan di cloud milik Apple.

Ya, Apple dengan cerdas menyediakan fasilitas cloud default, dan konsumen secara tidak sadar akan mengupload datanya ke situ, dan ketika mobile phone-nya hilang, maka terpaksa membeli produk apple lagi. Satu langkah cerdas untuk maintain konsumen dari Apple. inc

——
wawan@baliooo.com
Creativity, …the real power to change the world

Portofolio dan Website

Portofolio dan Website
Catatan Wawan Setiawan
Bandung, Rabu 22 Oktober 2014, 04.50 WIB


Ketika saya sedang di BSM ( Bandung Super Mall), tiba tiba mobile phone saya berbunyi, nomor caller-nya terlihat bukan dari Indonesia, lalu saya angkat dan kami membicarakan bisnis.

Penelpon tadi ingin tahu apa yang bisa saya kerjakan untuk bekerja sama, ketika saya mengatakan ingin membundling layanan jasa internet, dengan software CRM buatan Silicon Valley, penelpon yang mengaku senior representative di Singapore kaget, …lalu mengatakan
“wawan, saya melihat website anda, tapi underconstruction, saya tidak tahu anda siapa dan tidak tahu bisnis anda apa? dan anda ingin menjadi partner kami?”

saya langsung menjelaskan, bahwa saya sedang melakukan rebranding dan membangun bisnis baru, lalu saya kirim portofolio dan pengalaman saya bahwa saya pernah berbisnis telekomunikasi satellite dan telekomunikasi telephone internasional berbasis ip sekitar selama 10 tahun. Tapi orang asing tidak bisa begitu percaya begitu saja, mereka akan mencari banyak informasi tentang calon partner kerjanya.

Untung saja, sejak sekitar 10 tahun lalu kami rajin promosi di Internet, dan portofolio perusahaan yang pernah saya bangun masih ada di Internet

Saya segera kirimkan link url portofolio perusahaan yg pernah saya bangun
http://www.voipproviderslist.com/country/voip-indonesia/voip-providers-indonesia/media-broadband-asia/

selain itu saya juga menunjukan beberapa video di youtube tentang apa yg sedang saya kerjakan saat ini, yaitu membuat acara televisi yang tidak popular, karena saya selalu membicarakan kemajuan teknologi, science, dan inovasi, …jelas ini sangat tidak popular bagi orang Indonesia yang hobby-nya memilih melihat acara infotainment sekelas pernikahan artis selama 2 hari berturut turut.

dari awal saya sudah set bahwa teknovasi adalah padat kualitas, educational, dan motivational di bidang science, teknology, dan inovasi, …meski rating-nya rendah saya tidak khawatir, karena memang saya tahu betul masyarakat Indonesia itu masyarakat apa, kalau dalam kacamata saya adalah masyarakat predator rakus dan pemakan informasi sampah

Produser utama teknovasi, pernah meminta saya untuk menurunkan kelas, yaitu meminta agar saya mengajari masyarakat cara menggunakan handphone, atau tablet, dan itu akan banyak sponsornya, begitu katanya.

Tapi saya menolaknya, lebih baik saya tampil berkualitas meski yang menonton sedikit, daripada tampil menjual sampah meski dibeli oleh banyak orang, begitu prinsip kuat yang saya pegang

Untuk masalah membuat acara televisi teknovasi ini, dulu saya juga terkena faith accomply, keluar dari pekerjaan atau membuat acara televisi tentang science, teknologi, dan inovasi, …. akhirnya saya memilih keluar dari pekerjaan dan memilih membuat acara televisi yang berkualitas tinggi tentang science, teknologi dan inovasi.

Akhirnya, setelah saya menunjukan portofolio saya, apa pengalaman saya, apa yang sedang saya kerjakan, dan bagaimana cara kami berkomunikasi, tidak pelak ini membuat saya harus mulai sering ke luar negeri lagi, setelah beberapa lama off.

Untuk itulah, saya kira pengalaman/portofolio itu penting, dan tidak mengherankan banyak orang memilih mencoba mendaftar bekerja di Apple Inc, termasuk saya sendiri,…bukan untuk mencari gaji, karena konon gaji di Apple tidak besar, tapi mencari pengalaman dan portofolio.

Saat ini juga sudah bukan zaman ekonomi raw material merkantilisme, dimana ekonomi adalah barang dan jasa di luar kemampuan manusia, …saat ini dunia justru sedang berjalan dengan ekonomi yang terutama mengandalkan SDM, …tidak heran Technion Institut Technology of Israel mempunyai semboyan “kami tidak punya kekayaan alam, kami hanya mengandalkan kemampuan sumber daya manusia”, atau perkembangan industry di Silicon Valley, bahwa perempuan berhak tidak hamil sampai umur 30 tahun, dan perusahaan akan memberikan insentif besar bagi perempuan yang ingin berkarir terlebih dahulu, tidak menikah dan tidak punya anak hingga umur yang mereka ingini sendiri.


wawan@baliooo.com
creativity,…the real power to change the world

Negara Entrepreneurship

Negara Entrepreneurship
Catatan Wawan Setiawan
Bandung, 20 Oktober 2014, 04.18

—–

Di Indonesia, menurut anda kira kira profesi apa yang paling dihormati, disegani dan di-impikan bagi setiap orang?

saya pikir, untuk menjawabnya tidak sulit, yaitu pemimpin umat agama dan pemimpin politik.

Profesi ini di Indonesia sangat prestisius, dikejar oleh banyak orang, sehingga ketika kampanye calon legislatif, banyak yang bersaing untuk mendaftar sampe cara berkampanye-nya bak iklan produk bisnis, menempel promosi di tiang listrik, pohon, dan tempat tempat yang tidak semestinya sehingga mengabaikan estetika umum.

Saya tidak heran dengan fenomena ini, karena Indonesia adalah negeri yang rakyatnya masih kental terkena inferiority complex dan feodalisme, sehingga pemimpin agama dan pemimpin politik bak raja.

Ini sangat lain dengan negeri Amerika, …Amerika adalah biangnya entrepreneurship, disana para entrepreneur merupakan profesi yang paling dihormati dan disegani, tidak peduli entreprenuer besar atau kecil, karena mereka adalah pembayar pajak potensial yang merupakan pundi utama pendapatan negara semacam Amerika.

Saya masih ingat, ketika Amerika mengalami krisis global, Presiden Barrack Obama ke markas Facebook, untuk menemui para dewa entrepreneur di Silicon Valley, terutama alm. Steve Jobs.

Presiden Barrack Obama yang memilih mendatangi Silicon Valley, daripada memanggil para dewa entrepreneur teknologi ke Gedung Putih (White House). Pertemuan memang berlangsung di markas Facebook, tapi bintang pertemuan itu tak lain alm. Steve Jobs dan Mark Zuckerberg. Ini tampak jelas jika dilihat bahwa alm. Steve Jobs persis duduk di sebelah kiri Presiden Barrack Obama dan mendominasi percakapan, sementara Mark Zuckerberg persis duduk di sebelah kanan Presiden Barrack Obama.

Di pertemuan itu, selain Steve Jobs, Mark Zuckerberg, juga ada Larry Elison CEO Oracle, ataupun Eric Schmidt yang kala itu masih menjadi CEO Google sebelum kemudi Google diambil alih kembali oleh Larry Page agar lebig aggressive

Alm. Steve Jobs, tidak hanya dikunjungi oleh Presiden negara terbesar dan termaju di dunia, yaitu Amerika Serikat, namun juga didatangi oleh negara terbesar dan termaju ke dua, yaitu Presiden Russia Dmitry Medvedev di tahun 2011

Di Russia, Medvedev mempunyai proyek inkubasi, yaitu Skolkovo, yang akan menjadi Silicon Valley-nya negeri Russia, sehingga Medvedev tidak ragu berkunjung ke Cupertino markas Apple di Silicon Valley.

Niat Russia membangun Skolkovo sebagai pusat inovasi 5 bidang utama, yaitu IT, Nuklir, Biologi, Outer Space, dan Energy termasuk efisiensinya, tidak hanya mendatangi dan berguru ke alm. Steve Jobs saja. Medvedev juga secara khusus mengundang Mark Zuckerberg, sebagai tamu kenegaraan Russia, dan diberi fasilitas menginap di rumah Medvedev.

Ini sebagai simbol khusus tamu kehormatan, diundang sebagai tamu negara, diskusi tentang kemajuan teknologi di kantor milik negara, dan diberi penginapan di rumah pribadinya.

Bandingkan dengan Indonesia, Presiden SBY pernah bertemu Bill Gates di Amerika, dan Bill Gates serta Mark Zuckerberg datang ke Indonesia lebih atas inisiatif-nya pribadi, daripada undangan sebagai tamu khusus negara

Dari sini kita bisa melihat, bahwa alm. Steve Jobs dan Mark Zuckerberg, justru yang dianggap sebagai tamu spesial bagi para pemimpin negara sekelas Amerika dan Russia. Presiden Barrack Obama dan Presiden Medvedev yang memilih repot mendatangi mereka untuk advokasi membangun ekonomi teknologi masa depan.

Dari sini kita bisa melihat, bahwa entreprenuer, terutama entrepreneur teknologi, adalah profesi yang paling disegani, bahkan oleh pemimpin negara besar sekelas Amerika dan Russia.

—–
wawan@baliooo.com – creativity, the real power to change the world

Foto: Mark Zuckerberg diundang ke Russia atas undangan PM Medvedev, dan diundang sebagai tamu khusus negara, setelah pertemuan di kantor PM Medvedev, Zuckerberg berbicara di universitas, misal Lomonosov.

Kereta atau pesawat?

Kereta atau pesawat?
Catatan Wawan Setiawan
Minggu, 19 Oktober 2014, Stasiun Tugu Yogya, 07.56 WIB
—–

Dulu, saya kalau melakukan perjalanan di kota minimal Solo Jakarta atau Solo Bandung, banyak menggunakan alat transportasi pesawat, karena cepat. Waktu itu kereta, selain sering terlambat, juga sangat membosankan, membuang waktu, membuang tenaga, hanya bisa mendapatkan hiburan, maksimal melihat tayangan film film macam Kuch Kuch Hotahai yang diputar di gerbong eksekutif, dan terutama yang membuat saya malas menggunakan kereta dan memilih membayar lebih mahal untuk transportasi udara adalah saya tidak mau membuang produktifitas

Namun kereta saat ini, yang usahanya dipimpin oleh Pak Jonan, PT. Kai menjadi tepat waktu, layanan membaik meski semakin mahal, ….disertai kemajuan teknologi, termasuk sudah adanya gadget, tablet, infrastruktur GSM yang sudah banyak menjangkau rute Solo Jakarta atau Solo Bandung, maka naik kereta menjadi tidak membosankan dan tidak membuang produktifitas.

Di Stasiun saya mendapatkan free wifi milik Telkom, bisa saya gunakan untuk update naskah teknovasi dengan tema “Future @ your Cloud” yang saya simpan secara cloud di system manajemen online cloud Asana yang dibuat oleh Dustin Moskovits, teman Mark Zuckerberg, …juga bisa diskus dengan rekan kerja via Whatsapp, atau progress konsep start-up yang sedang saya rintis dan pekerjaan pekerjaan lainnya.

Akhir akhir ini, untuk rute pulau jawa, saya sering memilih menggunakan tranportasi kereta dibanding pesawat, …karena selain cukup murah, cukup nyaman,…yang utama adalah saya tidak kehilangan produktivitas dengan cara online dimana saja dan kapan saja,….

—-
wawan@baliooo.com
Creativity, the real power to change the world

Math does not reflect reality

Math does not reflect reality
By Wawan Setiawan

15 Oktober 2014 05.45 WIB

—–
1. Artikel ini saya tulis, berdasarkan bacaan saya tentang Marxist Russia, dan buku terbaru-nya berjudul “Reason in Revolt”

2. Dari lecture sang master Genius dan Philosopher, Richard Feynman (keturunan Yahudi Russia)

namun, saya akan menulis dengan “orisinalitas” saya sendiri, saya tidak mau mengutip mentah tulisan marxist Russia ataupun lecture Richard Feynman, tapi informasi dari keduanya dicampur dengan empirisme yg saya dapatkan, saya olah menjadi tulisan ini

Saya mulai, sebuah benda, anda ukur, panjang 5 cm, tapi menurut atomism atau Feynman bahwa semua atom di seluruh jagad raya berinteraksi “all things are made of atoms, all mass/atoms is interaction”

benda yang anda ukur dengan panjang 5 cm, dalam tempo satuan waktu sekejap, sudah berubah menjadi bukan dirinya seperti semula (GWF Hegel), karena ada interaksi atom atom di jagad raya

Contoh sederhana adalah rel kereta api atau kabel listrik PLN, ketika terkena panas maka memuai dan ketika terkena suhu dingin mengkerut, sehingga benda atau thing selalu dinamis, dalam satuan waktu sekejap sudah bukan dirinya sendiri lagi, akibat interaksi dengan atom atom di jagad raya yang tiada henti

Contoh kedua, saya pernah menulis bagaimana Russia mengalahkan Nazi Jerman ketika perang dunia kedua, ….suhu dingin di bulan desember di Russia yang sangat extreme yang membuat benda mekanis senapan Jerman ternyata banyak fungsinya terdegradasi. Senjata canggih Nazi Jerman ini, sudah banyak berubah ketika berada di suhu dingin. Tentu saja, dalam industry pembuatan senjata, engineer Jerman sudah mendesain secara canggih dengan math.

Dari sini bisa kita tarik kesimpulan, bahwa benda/thing sangat dinamis, dalam sekejap sudah berubah menjadi bukan dirinya sendiri lagi, akibat interaksi terus menerud tiada henti dengan atom atom jagad raya,

sedangkan math statis, karena ignore faktor bahwa atom atom di jagad raya selalu terus menerus saling berinteraksi dan saling terus menerus tiada henti untuk saling menginterferensi

Namun demikian, perubahan perubahan benda benda/things yang disebabkan oleh atom atom yang terus menerus tiada henti untuk saling berinteraksi, terlalu mikro untuk disebut “telah berubah”, sehingga perubahan perubahan mikro benda benda di alam semesta ini, secara tujuan praktis bisa kita abaikan.

Math does not reflect reality, karena math tidak mengenal/mengabaikan effect fisikal thd bentuk, suhu, dan interaksi atom atom di seluruh alam semesta

—–
wawan@baliooo.com