Marxisme Leninisme vs Stalinisme

Marxisme Leninisme vs Stalinisme
Catatan Wawan Setiawan

Gateway Bandung, Rabu 24 Desember 2014 06.09 WIB


Saya sudah beberapa hari tidak menulis, karena badan demam dan pusing urusan kantor, tapi saya yakin saya tidak boleh berhenti untuk menulis, karena dengan menulis kita harus membaca, mengingat dan melatih otak.

Beberapa hari yang lalu, di forum Komunis Indonesia, jujur saja, itu forum yang admin utamanya saya sendiri, untuk menampung pemikiran pemikiran Marxisme Leninisme, ada yang menyanyakan apa bedanya Marxisme dan Stalinisme?

Ini bahasan menarik, dan saya tidak akan bosan untuk menjelaskannya kepada anak anak muda yang gairah belajarnya tinggi

Marxisme Leninisme, adalah pemikiran Karl Marx dan Lenin, di abad 19, dengan latar belakang kemajuan ilmu fisika Newton, Albert Einstein, revolusi industry, dan kaum agamawan yang berada di posisi kekuasaan untuk menipu rakyat kecil, mereka khotbah bahwa dunia adalah tempat penderitaan, sedangkan akherat-lah tempat kebahagiaan. Ini agar rakyat kecil tidak kritis atas kebobrokan dan moral korup pemerintahan yang sebernarnya merugikan mereka.

Marxisme Leninisme adalah ilmu analisa, dimana harus konstekstual, sesuai ruang dan waktu, serta sejarah sejarah lama.

Marx dan Lenin menekankan bahwa setelah melakukan analisa histori terhadap sejarah, maka tujuannya adalah menciptakan sejarah peradaban baru yang lebih baik, dan ini harus terus menerus, tidak boleh stagnan berhenti.

Ilmu analisa Marx dan Lenin di Indonesia diadopsi oleh Ir. Soekarno, lalu Ir. Soekarno menamainya dengan Marhaenisme, yaitu saripati budaya budaya lama Nusantara menjadi Pancasila

Sedangkan Tan Malaka, yang melanglang buana sampai ke Belanda, Jerman, dan Russia, dan mungkin dialah orang Indonesia pertama yang naik keteta Trans Siberia, kereta dari Moscow ke Vladivostok sejauh 10.000 KM lebih, menyatakan bahwa untuk maju harus mengadopsi ilmu science barat, dan menghilangkan budaya takhyul Nusantara. Ini dituangkan didalam bukunya berjudul Madilog

Tan Malaka tahu betul mengapa barat bisa kuat dan hegemoni, karena mereka menguasai sains, dan mengapa Nusantara lemah, karena banyak hal takhyul yang dipercaya oleh rakyat Nusantara

Dari sini, setiap orang boleh melakukan ilmu analisa sendiri terhadap Nusantara, seperti Ir. Soekarno atau Tan Malaka, apa SWOT Nusantara, apa kekuatan dan kelemahan Nusantara, silakan dianalisa sendiri sesuai ruang waktu, dan perkembangan zaman global abad 21

inilah yang disebut sebagai Marxisme-Leninisme, melakukan analisa history untuk tujuan menciptakan peradaban yang lebih baik lagi, demikian terus menerus harus secara dialektis, tidak boleh yang namanya ilmu analisa itu berhenti, karena dasar filsafatnya adalah segala sesuatunya terus menerus bergerak dan berubah.

Stalinisme, adalah pemikiran Stalin yang didapat dari guru-gurunya, seperti Lenin, Plekhanov, Trotsky, dlsb.

Stalin memang mempunyai keberhasilan gemilang, meski banyak memakan banyak korban, misal Russia menjadi negara dengan tingkat sekolah dan baca tulis tertinggi di dunia, ekonomi nomor dua setelah Amerika, meski ekonominya tanpa expor dan impor, dan hanya ekonomi lokal.

Stalin juga pemimpin yang membangkitkan seluruh jiwa rakyat Russia untuk mempertahankan Motherland dari serangan Adolf Hitler Nazi Jerman dengan operasi Barbarosa, operasi serangan terbesar Jerman untuk menginvasi Russia

Keberhasilan dan keberhasilan ini membuat Stalin bak kaptain kapal Titanic yang sangat megah, Stalin pernah mengatakan bahwa “Tuhan-pun tidak akan mampu untuk menghancurkan USSR”

Stalin menganggap bahwa pemikirannya tidak perlu di-inovasi atau direvisi lagi, atau dianggap bahwa pemikirannya adalah ajaran final atau menjadi dogma.

Cara berpikir Stalin memang mirip dengan cara berpikir orang zaman dulu di abad abad awal, abad 0 atau abad 7, bahwa pemikirannya thd Komunisme adalah FINAL.

Dan inilah yang menjadi malapetaka USSR. Nikita Khurschev adalah orang pertama yang ingin mereformasi pemikiran Stalin, dan akhirnya terpental dan dipecat serta menjadi tahanan rumah, sedangkan Gorbachev ingin melakukan reformasi Komunisme di tahun 1989 malah dikudeta dan ditangkap oleh KGB

Memang begitulah rata rata nasib para reformis dan revisionis, Khrushchev dan Gorbachev dipecat dan ditahan rumah karena ingin mereformasi dan merevisi Komunisme, …tapi cobalah Anda melakukan reformasi atau revisi dogma agama, semoga anda tidak kehilangan kepala

—–
wawan@baliooo.com
Creativity, the real power to change the World

Advertisements

One thought on “Marxisme Leninisme vs Stalinisme

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s