Monthly Archives: May 2015

Tentang Pendidikan

Tentang Pendidikan
Catatan Wawan Setiawan

Saya mempunyai seorang puteri di Russia, yang masuk ke Elementary School pada usia 7.5 tahun. Alex terlambat masuk elementary school karena waktu itu tidak ada yg bisa membawanya ke elementary school, mama-nya sibuk dengan adiknya, sehingga kami diskusi cukup keras, mengapa Alex tidak segera masuk ke elementary school.

Namun mama-nya mempunyai argumen yang cukup bagus, usia jangan dijadikan patokan, tapi pencapaian-nya saja nanti kita lihat, dan tidak terduga Alex mampu meloncat satu tahapan kelas, sehingga untuk menamatkan elementary school tinggal membutuhkan waktu 2 tahun lagi, atau elementary school-nya akan ditempuh selama sekitar 4 tahun saja.
Di Russia, tidak ada kursus kursus misal bahasa inggris, kumon, atau dlsb, sekolah memang pulang cukup sore, tapi setelah itu pulang, dan tidak ada kegiatan tambahan untuk boost skill di bidang pelajaran kognitif.

Ini tampaknya yang berbeda dengan Indonesia, anak anak banyak dijejali pelajaran yg tidak terlalu penting, misal agama, lalu kemudian harus les tambahan, bukan masalah biayanya, tapi energi anak sudah banyak terbuang sia sia sehingga justru tidak efektif bagi kognisi.

Sepintas, orang yang mengenal saya, seperti cuek melihat hubungan saya dengan puteri saya, tapi saya memilih peran “ghost”, menghantui-nya dengan karya karya baik di televisi, tulisan, atau business, dan puncaknya ketika anak saya sedang mengalami masalah dan hampir kehilangan orientasi atau demotivated, saya perlu berbicara sebentar kepadanya, memberitahunya dari mengapa saya memberinya nama Alex, sampai detil menceritakan sejarahnya.

Saya pikir seorang anak kehilangan orientasi, fokus, dan demotivated dalam sekala waktu tertentu, itu wajar dan manusiawi, yang saya salut justru mama-nya tanggap akan masalah ini dan segera menghubungi saya, sehingga satu hari ini saya akan mencurahkan seluruh konsentrasi saya untuk membenahi masalah puteri saya di Russia,

Seperti artikel kompas kemaren, bagaimana Tjokroaminoto mengajar, bahwa guru yang baik adalah guru yang menginspirasi, maka untuk membangkitkan semangat belajar-nya lagi, saya perlu memberikan inspirasi, dan mengirim video video saya agar dilihatnya, support peralatan belajar, dan mensuggestinya kembali,

Tapi satu poin saja bagi saya, kalau puteri saya sedang demotivated dan saya ikut tenggelam dalam kesedihan, itu sama sekali bukan solusi, maka saya sebagai ayahnya dulu yang harus bangkit untuk menarik kebangkitan puteri saya agar tidak demotivated dan disorientasi sebagai blesteran jawa russia yang sedang menamatkan elementary school di Russia.


Solo, 4 May 2015 – 07.05 WIB
wawan@baliooo.com

Advertisements

Belajar sejarah Russia, dan konsep perang semesta

Belajar sejarah Russia, dan konsep perang semesta
Catatan Wawan Setiawan
—-

Bulan May ini, negeri Russia akan menyelenggarakan pesta hari suci mereka tanggal 9 may, yaitu hari kemenangan Great Patriotic War

Perang di Russia, oleh operasi Barbarosa Nazi Jerman bersifat perang semesta rakyat, atau melibatkan seluruh rakyat Russia. Buruh tani, dan semua elemen rakyat Komunis dipersenjatai untuk mempertahankan negeri mereka dari gagasan Hitler untuk membangun wilayah baru di Eropa Timur yang akan dihuni oleh para Ubermensch (manusia super) mereka,

Mungkin kita menganggap perang rakyat semesta adalah biasa, tapi nyatanya Belanda yang bisa menjajah Indonesia puluhan tahun hanya 5 hari saja takluk dalam operasi Nazi. Banyak negeri eropa yang takluk dengan sangat cepat oleh serangan kilat yang disebut Blitzkrieg. Saya bukannya pro narkoba, tapi secara faktual tentara Jerman memang diperlengkapi oleh zat Amphetamine merek Pervitin, sehingga membuat syaraf mereka bergerak cepat, kuat, dan kilat.

Sebelumnya Hitler telah diperingatkan oleh para jenderalnya, bahwa operasi Barbarosa adalah yang terberat, karena Hitler dan Stalin sudah sama sama ber-ideologi evolusioner dan sosialisme in one state. Bagaimanapun Nazi Jerman adalah partai sosialis nasionalis.

Pidato Joseph Stalin ketika mengumumkan perang, menggunakan simbol panggilan “brother and sister/sestrinka….” untuk memanggil seluruh elemen masyarakat untuk terlibat perang mempertahankan tanah air.

Tak pelak 9 May 1945 adalah kemenangan perang yang tak layak diklaim oleh Tentara USSR saja, karena faktanya ini perang sipil semesta, seperti perang Vietnam, atau dalam skala kecil seperti perang 10 November 1945 yang melibatkan laskar TKR BKR.

9 May seluruh rakyat Russia akan merayakan pesta kemenangan perang, dan mereka akan turun ke jalan untuk parade aksi keterlibatan kakek nenek, ayah ibum atau mungkin ada yang masih hidup ketika ikut berperang semesta.

9 May memang menjadi Victory Day bagi Great Patriotic War, perang sipil rakyat semesta terbesar yang pernah ada dalam sejarah dunia, setelah sebelumnya perang sipil semesta juga pernah dilakukan oleh Russia ketika melawan Napoleon,

Jujur saya tidak tahu persis mengapa Russia sulit ditaklukan, baik oleh Napoleon dan Adolf Hitler, dan rakyatnya bisa sangat fanatis mempertahankan tanah air mereka, mungkin karena mereka merasa menjadi bangsa yang kuat yang tidak menderita inferior. Namun masalah rasa superior ini juga harus ada buktinya, Russia bisa memukul mundur Napoleon dan Hitler, sehingga wajar mereka merasa Superior, …mungkin Soekarno ada benarnya dalam niat mengganyang Malaysia, setidaknya kalau program ganyang Malaysia sukses, itu akan menciptakan rasa superior di dada setiap manusia Indonesia.


Solo, 3 May 2015, 06.25 WIB
wawan@baliooo.com

Putin dan enlightenment:

Putin dan enlightenment:

Beberapa waktu yang lalu,Vladimir Putin tampil di QA ( Question and Answer ) televisi Russia.

Poin utama yang saya serap adalah ttg masalah komsep negara multipolar
Putin mengatakan bahwa USSR mempunyai kesalahan, yaitu “Mengkomuniskan Eropa Timur”, atau artinya memaksakan role model negara tertentu ke negara lainnya.

Hal ini yang dilakukan oleh Amerika sekarang, “Meng-Amerika-kan negara lain”

negara adalah seperti manusia, tentu saja unique dan otentik, tugasnya mencari dan menemukan identitas identitas baru yang unique, otentik, dan orisinalitas sendiri.

USSR dibawah Lenin, beda dengan ketika dibawah Stalin, atau Nikita Khrushchev,

Russia saat ini berbeda dengan Russia ketika Lenin, tapi justru disinilah hidup-nya suatu negara, yaitu pemimpinnya mampu membangun identitas, orisinalitas, dan otentikalitas baru sendiri, bukan sekadar melanjutkan cita cita pendiri negara, tapi membawa cita cita dan identitas sendiri.

Bangsa Indonesia, saya rasa dihantui oleh dogma agama islam, dogma dimana selalu ingin kembali ke ranah abad ke 6
Namun Putin mengatakan didalam polaritas world, Putin menginginkan setiap negara punya ciri khas unique sendiri, tidak ada satupun negara mendominasi negara lainnya.

Dan ketika tampuk kepemimpinan berganti, maka pemimpin baru mampu membawa negara kedalam identitas dan cita cita baru.

Ajaran Soekarno, Tjokroaminoto. Musso, Tan Malaka, adalah sources, yang harus di compile atau di olah ulang menjadi suatu idealisme ideologi baru oleh Presiden Joko Widodo.

Dari Russia, Vladimir Putin telah menunjukan bagaimana suatu pemimpin mampu membawa identitas baru bagi negaranya

“Siapa tidak rindu USSR maka tidak punya hati, namun siapa ingin kembali ke kejayaan USSR, maka tidak punya otak, ….bangun kembali kejayaan dengan identitas, orisinalitas, otentikalitas baru”

jangan hanya menjadi pelanjut dari ajaran Soekarno saja, menjadi manusia pelanjut ini seperti ideologi agama …….dan sebuah semangat anti inovasi, anti menemukan suatu pemikiran baru.

Solo, 2 May 2015 08.08 WIB
wawan@baliooo.com