Syiria dan Afghanistan

Syiria dan Afghanistan
( Sebuah analisis )
Catatan Wawan Setiawan

Belakangan ini, media internasional dipenuhi oleh berita terlibatnya Russia masuk ke Suriah. Polanya hampir sama dengan ketika Uni Soviet masuk ke Afghanistan.
Persamaan pola tersebut diantaranya adalah, masuknya tentara Uni Soviet ke Afghanistan adalah atas undangan resmi pemerintah Afghanistan. Pola yang kedua, awalnya Uni Soviet mengirimkan tentara pelatihan terlebih dahulu, baru mengerahkan tentara organik.
Di Syiria sama, bahkan President Vladimir Putin, menyatakan tentara yang datang tidak atas undangan pemerintah resmi adalah tindakan illegal, sehingga operasi Amerika dan sekutunya adalah illegal karena tidak ada surat permintaan resmi dari pemerintah legal setempat untuk beroperasi di wilayahnya.
Di Syiria, beberapa bulan lalu Russia baru mengerahkan tentara pelatihan bagi tentara Syiria, beberapa bulan kemudian sebelum Kremlin menyatakan secara legal mereka beroperasi di Syiria, Amerika sempat mendeteksi keberadaan pesawat siluman Russia yang mematikan transpondernya. Ini tindakan sangat berbahaya karena bisa kecelakaan dengan pesawat sipil yang tidak bisa mendeteksi pesawat siluman jenis tempur, selain pesawat sipil sudah harus dilarang terbang di atas Syiria karena sudah menjadi daerah konflik, agar peristiwa MH-17 tidak terjadi lagi,
Pertanyaan menarik, apakah Russia akan berhasil atau gagal seperti kasus di Afghanistan?
Pertanyaan ini menarik jika kita kaitkan dengan leadership negara. Uni Soviet menarik tentara mereka ketika Mikhail Gorbachev berkuasa. Gorbachev penerima nobel perdamaian sikapnya sangat lunak dan lemah, dan background-nya intelektual. Dalam theori leadership, Gorbachev juga dijadikan contoh seorang leeadership yang kurang cermat terhadap resiko. Terbukti program pembaruan glasnost perestroika-nya membuat USSR terpecah belah.
Ini lain dengan Vladimir Putin yang berlatar belakang KGB, divisi paling elit ketika USSR masih ada dan seorang yang sangat mencintai kedaulatan Russia sehingga berani mengambil Crimea dengan cermat dan sekarang masuk ke Syiria.
Di Amerika sendiri Foxnews, media Amerika baru saja mengadakan polling, mayoritas menganggap Presiden Barrack Obama adalah seorang yang lemah leadership dan tidak mempunyai visi jelas atas Syiria dan justru menyanjung Vladimir Putin yang lebih jelas dalam visi, tujuan, dan cermat mengambil resiko.
Putin juga mempunyai retorika yang bagus atas istilah pemberontak “moderate” dan “radikal”. Russia menggempur keduanya, baik pemberontak yang”radikal” dan “moderate”. Bagi Putin Russia, tidak ada dikotomi pemberontak bersifat “radikal” atau “moderate”. Pemberontak adalah pemberontak, yang melawan kekuasaan rezim pemerintah yang legal.
Seperti kita tahu, bahwa dulu di Afghanistan pemberontak melawan rezim Nadjibullah adalah Mujahidin, saat ini Mujahidin juga berada di Syiria, dan disebut pihak moderate, sedangkan label pemberontak radikal hanya berada pada ISIS saja. Padahal kita tahu Amerika pernah menggempur Mujahidin atas kasus WTC 9/11. ISIS juga merupakan mutasi dari Al-Qaeda, jadi dikotomi pemberontak moderate dan radikal adalah absurd. Yang saat ini dianggap moderate, di suatu saat bisa menjadi radikal, seperti Mujahidin dan ISIS yang berasal dari pemberontak “moderate”
Saya berani bertaruh, seperti banyak warga negara dunia lain, Russia akan memenangkan pertarungan ini, selain faktor leadership Vladimir Putin yang sangat berbeda dengan Mikhail Gorbachev yang tidak mempunyai wawasan militer dan keamanan serta integritas nasional yang memadai, juga faktor lokal friend. Nadjibullah ketika berkuasa banyak menerima uang dari USSR dan bersifat korup, agak lain dengan Bashar Al Assad yang lebih mementingkan pertempuran sampai mati.
Di sisi lain lemahnya Presiden Barrack Obama menjadi faktor tambahan, kecuali jika John Mc Cain yang menjadi President Amerika. Mc Cain pernah mengusulkan agar pemberontak dipersenjatai rudal darat ke udara, tapi analis melihat usulan Mc Cain ini sangat berbahaya dan bisa memicu konflik yang lebih meluas.
—–
wawan@baliooo.com
Solo, 16 Oktober 2015 11.57 WIB

Advertisements

One thought on “Syiria dan Afghanistan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s