Monthly Archives: April 2016

Tan Malaka dan Madilog

Tan Malaka dan Madilog

Oleh Wawan Setiawan


Jika membahas Tan Malaka kita pasti tidak bisa menghindar dari karya magnum opus-nya, yaitu Madilog. Buku ini ditulis oleh Tan Malaka, dan isinya sangat visioner sekali. Tan menyatakan bahwa sains sangat penting, dan ilmuwan sains bisa belerja merdeka jika bangsa Indonesia juga merdeka. Sains tidak mungkin tumbuh di negara terjajah.

Madilog adalah kecerdasan Tan Malaka, dari sinthesis mengembara ke Belanda, Jerman, dan terutama Russia, karena paham materialisme di abad 19 sangat berkembang cepat di Russia. Tokoh tokoh Marxis pada zamannya juga banyak yang menulis tentang ilmu alam atau marxisme dan modern science.

Namun Tan Malaka kreatif, didalam bukunya Madilog, bab awalnya adalah logika mistika, logika yang dipakai oleh banyak orang di nusantara yang isinya banyak takhyul-nya. Tan Malaka membahas tentang “Dewa Rah” yang dianggap menggerakan alam semesta (supernatural). Baru di bab berikutnya Tan Malaka membahwa tentang Ilmu Pengetahuan atau sains. Bab sains atau ilmu pengetahuan dibahas sampai 2 bab di karyanya Madilog. Kemudian setelah membahas ilmu pengetahuan, Tan Malaka membahas Logika dan Dialektika dari filsafat Yunani. Tan juga menuliskan keinginannya, bahwa Madilog digunakan sebagai cara berpikir kaum proletar agar bisa membebaskan diri dari penghisapan kapitalisme.

Madilog, buku ini tidak lekang oleh zaman, bisa dibaca kapan saja, dan saya juga tidak bosan membacanya beberapa kali. Buku ini rasanya cocok jika dibaca oleh anak zaman sekarang yang telah menginjak SMP, karena di buku ini Tan Malaka juga sudah mengulas tentang atom, proton dan neutron.

Buku ini, meski sangat terpengaruh oleh kemajuan sains awal abad 19, terutama Newtonian Mechanic, namun sangat layak diapresiasi. Tan Malaka bisa menuliskan banyak hal tentang kemajuan sains di Eropa bahkan cukup detail menjelaskan tentang ilmu pengetahuan, filsafat, mathematika, dan lain sebagainya.

Namun ilmu pengetahuan selalu berkembang, saat ini sudah melewati masa revolusi mekanika quantum, namun mekanika quantum justru memberikan bukti bahwa segala hal itu monism, atau entity tunggal yang tidak bisa dipisahkan, misal partikel, energi, radiasi, maupun gravitasinya, ataupun dualisme partikel dan gelombang, entiti yang keduanya tidak bisa dipisahkan.

146 tahun kamerad Vladimir Ulyanov Lenin

146 tahun kamerad Vladimir Ulyanov Lenin

Oleh Wawan Setiawan

——
Tanggal 22 April 2016, adalah tanggal 146 tahun kamerad Lenin. Kamerad Lenin yang dilahirkan pada tanggal 22 April 1870 meninggal pada tanggal 21 Januari 1924 atau berusia hampir 54 tahun. Kamerad Lenin dikenal sebagai pemimpin Bolshewik, partai militan yang ingin mendirikan Komunisme di Russia, setelah membaca buku Karl Marx Das Kapital. Partai Bolshewik pimpinan kamerad Lenin akhirnya berhasil mendirikan rezim Komunisme, setelah mengkudeta revolusi Menshevik, dimana kaum Menshevik adalah kaum sosial demokrat yang diserahi oleh Tsar untuk transisi kekuasaan.

Lenin, tidak hanya dikenal sebagai politikus saja, namun ia juga cakap terhadap sains Fisika, kabarnya ayahnya guru Fisika di Russia. Dalan hal ini Kamerad Lenin pernah menulis “Materialisme dan Empirio-kritisme”, buku yang juga mengkritik ilmuwan yang percaya terhadap takhyul. Didalam hidupnya, Vladimir Lenin menulis sekitar 60 jilid buku, hal ini tidak mengherankan karena ketika dibuang, Lenin memilih tinggal di perpustakaan.

Lenin bisa jadi sosok kontroversial, di sisi lain ia diktaktor dan memerintahkan membunuh seluruh keluarga Tsar, di sisi lain ia menghabiskan hidupnya untuk merealisasikan cita citanya, yaitu revolusi komunis, membangun masyarakat tanpa kelas, dan mengusir imperialisme, cita cita yang terinspirasi dari Karl Marx.

Kamerad Lenin juga sangat perhatian terhadap pendidikan, setelah revolusi komunis, langkah awal yang dilakukan oleh kamerad Lenin adalah membangun pendidikan yang merata, kamerad Lenin juga mempunyai mantra “Learn, learn, and to learn”.

Saat ini jasad kamerad Lenin berada di Mausoleum Red Square, dan jasadnya diawetkan dengan biaya yang tidak sedikit. Otak kamerad Lenin sendiri telah dibongkar dan diteliti oleh seorang fisikawan merangkap neurologis dari Jerman, Oskar Vogt. Russia modern juga pernah melakukan survey apakah jasad Kamerad Lenin tetap diawetkan di Mausoleum atau dikubur, mayoritas masih memilih jasad Kamerad Lenin diawetkan di Mausoleum Red Square.

Kamerad Lenin memang spesial, sampai sampai Fisikawan Albert Einstein memberikan statemen “I honor Lenin as a man who completely sacrificed himself and devoted all his energy to the realization of social justice. I do not consider his methods practical, but one thing is certain: men of his type are the guardians and restorers of humanity”

Kamerad Lenin pantas untuk dikenang, karena beliau telah merubah dunia, dengan mendirikan negara Komunis USSR dan menyebarluaskan pengaruh Komunis ke seluruh dunia. John Lennon, salah satu musikus anggota The Beatles sampai menciptakan sebuah lagu yang terinpirasi dari Komunisme, yaitu “Imagine”, dan di suatu wawancara dengan majalah merah Red Mol, Lennon menyatakan bahwa lagu “Imagine” adalah “Virtually the Communist Manifesto”

Kamerad Lenin juga sempat menulis tentang Hindia Belanda, di artikelnya berjudul “The Awakening of Asia”, kamerad Lenin mengungkapkan kemajuan Hindia Belanda yang memulai perlawanan dengan organisasi “Sarekat Islam” dalam melawan imperialisme. Tak hanya menulis saja tentang Hindia Belanda, tapi Kamerad Lenin juga mengangkat Tan Malaka sebagai agen Komunitern untuk wilayah asia tenggara. Kamerad Lenin banyak menulis tentang kondisi imperialisme abad 19, baik di Hindia Belanda, India, dan China, dan tentu saja kamerad Lenin pro atau mendukung wilayah yang dikoloni agar menjadi merdeka. Hal ini juga bisa dilihat dari tulisan kamerad Lenin “The right of nations to self determination”

u

Pancasila dan Piagam Djakarta

Pancasila dan Piagam Djakarta

Oleh Wawan Setiawan

—-
Pancasila adalah dasar ideologi bangsa Indonesia. Namun dalam perjalanannya, lahirnya Pancasila tidak mulus. Ketika merumuskan ideologi negara, Ir. Soekarno mempunyai rumusan yang berbeda dengan Pancasila sekarang. Pihak Masyumi dan kalangan Islam juga mempunyai rumusan sendiri yang disebut Piagam Djakarta, salah satu perbedaan pasalnya adalah di sila pertama, “Ketoehanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari’at Islam bagi pemeloek2-nja”. Akhirnya sila pertama adalah “Ketoehanan Yang Maha Esa” saja karena adanya protes dari perwakilan Indonesia timur yang rata rata beragama Nasrani dan Mohammad Hatta yang mendengarkan usul AA Maramis, setelah berkonsultasi dengan Teuku Mohammad Hasan, Kasman Singodimejo dan Ki Bagus Hadikusumo.

Namun Bung Karno seorang yang demokratis. Mengkultuskan Pancasila itu ahistoris, karena pada tahun 1959, Bung Karno sendiri yang membuka kembali wacana ideologi negara. M Natsir dan Isa Anshari ingin kembali ke Piagam Djakarta dengan sila pertama-nya, sedangkan PNI, PKI via DN Aidit berada di kubu yang ingin tetap mempertahankan Pancasila yang seperti saat ini. Akhirnya sidang ini deadlock dan Ir. Soekarno mengeluarkan dekrit Presiden 5 juli 1959 atas dorongan AH. Nasution yang melihat ada ketidakstabilan kondisi negara. Nasution sebagai penanggung jawab stabilitas negara memang bertindak preventive.

Dengan demikian, melihat history-nya, membuka kembali wacana ideologi negara bukanlah hal yang tabu atau pengkhianatan terhadap negara. Namun Pancasila yang sekarang rasanya telah ideal untuk mewakili berbagai golongan dan bermacam agama. Ir. Soekarno sendiri pernah menawarkan Pancasila di sidang umum PBB/United Nations.

Setelah Orde baru berkuasa, terjadi cuci otak dan informasi yang tidak benar bahwasanya PKI ingin merubah Pancasila dan Pancasila sakti. Hal ini tidak berdasar sekali, tidak ada dokumen bahwa PKI ingin merubah Pancasila dengan konsep baru misal butir butir Komunisme. Peristiwa 1965, G30S murni terjadi clash militer antara Tjakrabirawa dan Angkatan Darat karena Dwikora, dimana angkatan darat menolak berpartisipasi secara penuh, sehingga Dwikora mengandalkan Angkatan Udara dan PKI yang dipersenjatai dari China.

Setelah orde baru juga Pancasila mempunyai jargon Pancasila sakti dan seolah olah haram untuk dimodifikasi. Menurut penulis, Pancasila bisa dimodifikasi namun melalui mekanisme referendum, seperti halnya di negara eropa, hal hal yang fundamental bisa dimodifikasi atau dirubah namun melalui referendum yang melibatkan seluruh rakyat.

Menempatkan atau mengkultuskan Pancasila, sama saja dengan anti demokrasi, karena didalam demokrasi mengenal referendum untuk hal hal yang fundamental, misal di Yunani pernah terjadi referendum terhadap bail out dari IMF, atau di Inggris akan referendum apakah Inggris masih akan menjadi anggota Uni Eropa, atau di Skotlandia pernah referendum apakah Skotlandia masih bagian Inggris atau merdeka, yang akhirnya dimenangkan oleh yang pro Skotlandia merupakan bagian Inggris.

Demikianlah sekelumit sejarah Pancasila, dan Statemen Gubernur DKI Basuki Purnama memang benar bahwa Masyumi memang pernah ingin menggantinya dengan Piagam Djakarta, namun di alam demokrasi hal itu biasa saja, bukan sesuatu yang haram jadah.

Jeff Bezos, dari penjual buku online sampai ke bisnis penerbangan luar angkasa

Jeff Bezos, dari penjual buku online sampai ke bisnis penerbangan luar angkasa

Oleh Wawan Setiawan

——

Kita tentu tidak asing dengan nama Amazon, yang pada awalnya adalah toko buku online. Namun Amazon terus berkembang menjadi e-commerce online shopping. Saat ini portal Amazon menyediakan fasilitas jual beli banyak produk, tidak hanya buku saja. Jeff Bezos sang pendiri juga telah menjadi billionaire Forbes. Pada masanya, membeli buku online, atau e-commerce ada kompetisi antara Amazon dan Barnes and Noble, tapi tampaknya Amazon yang lebih berkembang.

Perkembangan Amazon ini luar biasa, karena mampu merubah cara seseorang untuk berbelanja, tidak hanya buku saja, tapi banyak produk. Tidak puas hanya sebagai portal e-commerce, Jeff Bezos juga menjadi pelopor Cloud Computing dengan Amazon Web Services, dan saat ini masih menjadi market leader berkompetisi dengan Microsoft dan Google.

Cloud Computing memang bisnis masa depan, karena di masa depan semua akan di cloud, tidak heran Microsoft dan Google juga masuk ke bisnis cloud. Namun yang membuat saya kaget adalah Jeff Bezos membuat bisnis Blue Origin, Blue Origin adalah bisnis Bezos untuk menerbangkan tourism ke luar angkasa atau ke ISS. Bisnis ini bukannya bisnis baru yang tanpa pesaing, karena Elon Musk juga membuat bisnis yang sama dengan brand SpaceX dan Yuri Milner membuat bisnis yang sama dengan brand Sputnik atau Sir Richard Branson yang juga membuat Virgin Galactic. Namun saat ini yang paling siap adalah Space Adventure yang telah mengirimkan diantaranya billionaire Dennis Tito, Charles Simonyi ke luar angkasa menggunakan Soyuz Russia. Khusus Charles Simonyi, Charles melakukan penerbangan ke luar angkasa dua kali.

Harga pemakaian Soyuz memang masih mahal, ditaksir kira kira usd 50 million, sedangkan SpaceX, Blue Origin, ataupun Sputnik akan menawarkan jasanya di kisaran usd 100.000-300.000. Namun saat ini yang siap hanya Space Adventure yang menggunakan Soyuz, sedanfkan SpaceX, Blue Origin, Virgin Galactic, dan Sputnik masih dalam tahap uji cova.

Jeff Bezos rupanya telah bertranformasi, dari pebisnis online e-commerce menjadi pebisnis teknologi futuristik Blue Origin. Tak salah memang kalau ada yang menyebut Jeff Bezos adalah Steve Jobs-nya Silicon Valley setelah Steve Jobs CEO Apple meninggal.

Bezos tidak hanya menjadi leader di business cloud computing saja, tapi juga menjadi salah satu leader di bisnis tourism luar angkasa,

Mengenal kecerdasan Iron Dome, rudal interceptor

Mengenal kecerdasan Iron Dome, rudal interceptor
Kubah pelindung Israel

Oleh Wawan Setiawan

Rabu, 20 April 2016

—————-

Konflik Israel Palestina, terutama antara pejuang Hamas dan Israel hingga sekarang masih tensi tinggi, dan rentan konflik bersenjata lagi. Namun pada tahun 2012 kita bisa menyaksikan ketidakseimbangan perang antara kubu Hamas dan Israel. Hamas menggunakan rudal jarak pendek homemade (buatan rumahan), dan melancarkan serangan berdasarkan kuantitas atau jumlah rudal, sedangkan Israel telah menggunakan rudal interceptor mereka yang disebut dengan Iron Dome. Iron Dome merupakan anti rudal yang cerdas, namun masih berbasis jarak pendek. Iron Dome ini dalam bentuk produk Amerika disebut Patriot yang pernah kita lihat kehebatannya mencegat rudal Scud Iraq ketika perang Sekutu vs Iraq, dan dalam buatan Russia boleh kita sebut serie S, misal S-300, S400, atau Indonesia pernah membeli serie SA-2 atau S-75 yang di zamannya tergolong rudal interceptor paling canggih.

Iron Dome mampu mendeteksi kedatangan rudal Hamas, dan bisa memutuskan apakah rudal tersebut layak dicegat atau dibiarkan karena sasarannya kosong alias wilayah tidak berpenduduk.

Dalam beberapa video, Iron Dome juga terlihat tangkas menangkis serangan rudal Hamas, sehingga penduduk Israel tidak terlalu khawatir dan malah sering melihat Iron Dome yang sedang menangkis untuk hibuan. Menurut IDF atau tentara Israel, akurasi Iron Dome diklaim sampai dengan 86%, namun menurut ilmuwan MIT akurasi Iron Dome diklaim cuman 5% karena dianggap gagal meledakan warhead rudal-nya di tempat kosong.

Apapun hasilnya, Iron Dome dikembangkan sendiri oleh negeri Israel terutama dari universitas Technion Israel Institute of Technology. Dikabarkan juga Israel bekerja sama dengan Singapore dalam pengembangan Iron Dome atau kubah pelindung rudal atau missile.

Bila Israel dilindungi oleh Iron Dome, maka Mekah dan Medinah juga dilindungi oleh Patriot dari Amerika, dan Teheran serta Moscow dilindungi oleh SA-300 dan SA-400 yang diproduksi Russia. Pada dasarnya Patriot, Iron Dome, dan SAM adalah rudal interceptor cerdas, mampu membaca kecepatan obyek terbang, tahu akan jatuh dimana (ditempat yg ada populasi manusia atau object kosong), tahu dimana mereka sebaiknya dicegat dan dihancurkan. Pada dasarnya Iron Dome, Patriot dan Sam Russia adalah rudal cerdas interceptor, hanya saja SAM Russia mempunyai keunggulan di akurasi, kecepatan dan jarak menengah, SAM saat ini dianggap sebagai yang terbaik di dunia, sedangkan Iron Dome hanya mempunyai kekuatan jarak pendek saja, atau lebih tepatnya dirancang untuk mencegat rocket Hamas saja. Namun saya kira Israel memang layak dihargai, karena mereka memilih mengembangkan sendiri rudal interceptornya daripada beli jadi seperi dulu Indonesia membeli SA-75 Russia, atau Arab Saudi yang membeli Patriot Amerika atau Iran dan Suriah yang membeli S-300 Russia.

Artificial Intelligence dan implementasinya

Artificial Intelligence dan implementasinya,
Russia membuat Skynet, Robot combat
Oleh Wawan Setiawan

Abad 21 ini boleh dibilang abadnya Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, karena di banyak negara telah mengembangkan Artificial Intelligence untuk kepentingan yang berbeda beda. AI dirancang dari membuat robot humanoid, sampai kecerdasan untuk mengalahkan manusia dalam permainan strategi yang rumit seperti Catur atau Go/wei qui.

Banyak pengembang, salah satunya Google, telah mengembangkan AI dengan mencontoh sistem neural manusia bekerja, agar mesin AI mampu melakukan Deep Learning. Microsot tidak ketinggalan, membuat AI Tay untuk bermain Twitter yang berakhir dengan komentar rasis, karena Tay mendapatkan data teman chat yang rasis.

Apabila di Amerika kita sering mendapatkan informasi bahwa AI digunakan untuk multifungsi, di Russia sebenarnya juga mengembangkan AI tapi banyak di implementasikan di pembuatan industry militer. Dalam perang suriah kemaren, Russia mempertontonkan kemampuan kecerdasan senjatanya, dengan menembak ISIS baik dari kapal induk atau kapal selam yang jaraknya lebih dari 1500 dan tepat sasaran, atau range akurasinya 5-10 meter dari sasaran utama.

Russia juga mempunyai rudal interceptor S-300 yang baru saja dibeli Iran. S-300 dianggap superior untuk menembak obyek terbang seperti pesawat, rudal, atau missile. Kinerja S-300 sangat canggih, S-300 mampu memilih wilayah kosong untuk mencegat obyek udara, dan juga tidak akan menembak jika obyek angkasa dikalkulasi tidak membahayakan. Pada dasarnya S-300 seperti Iron Dome milik Israel atau rudal Patriot milik Amerika, berguna untuk melindungi obyek vital, termasuk kota suci Mekah yang dilindungi oleh rudal interceptor Patriot. Namun S-300 mempunyai kemampuan akurasi dan kecepatan yang lebih advance saja daripada Patriot atau kelas bawahnya lagi Iron Dome Israel,

Beda Russia, beda juga dengan perusahaan Facebook. Facebook mengembangkan Virtual Reality melalui Oculus, dan juga mengembangkan AI untuk facebook social networknya. Saat ini Facebook sedang mengembangkan AI yg bisa mendeteksi obyek gambar yang diupload dan kata atau kalimat yang diposting. Tentu saja hal ini untuk mengurangi fungsi pekerjaan manusia yang saat ini mengawasi postingan di Facebook baik dalam masalah posting gambar atau posting text atau kalimat. Yang tidak pantas akan didelete oleh Facebook. Kedepan AI facebook yang akan melakukannya, untuk identifikasi gambar dan posting.

Beda Facebook beda pula dengan Google, rajanya Artificial Intelligence, Google mengembangkan banyak project dibawah Sergey Brin, imigran dari Moscow Russia yang sukses besar di Amerika Serikat. Google mengembangkan superkomputer berbasis qubit, sampai merancang sopir dan mobile otomatis, tanpa kemudi, mesin AI Alpha Go yang terbukti jauh lebih unggul daripada manusia dalam permainan Go/Weiqi

Google juga menyediakan API di bisnis Cloud-nya untuk artificial intelligence-nya, termasuk translator bahasa dan suara. Dengan adanya API Artificial Intelligence yang disediakan oleh Google, anda-pun bisa membuat aplikasi berbasis AI-nya Google. Dalam hal AI untuk IT, saat ini Google masih yang terbaik.

AI memang sedang trend, range implementasi-nya hampir menyentuh segala bidang kehiduoan, dari fungsi translate bahasa baik teks atau tertulis, implementasi di aplikasi seperti facebook, ataupun implementasi di bidang militer seperti rudal interceptor S-300 Russia, atau Skynet yang menggunakan Unicum Artificial Intelligence software, adalah sebuah robot combat, bentuknya Tank tapi mampu bertindak sendiri tanpa harus di setir oleh manusia. Skynet mampu saling berkomunikasi antar Skynet, mampu menempatkan sisi yang strategis untuk combat, dan mampu menembak sasaran dengan akurasi tinggi,

Ilmuwan seperti Prof. Hawking, teknolog Elon Musk, Prof. MIT Noam Chomsky, Apple Co-founder Steve Wozniak menolak pengembangan Skynet Russia. Namun tampaknya Russia tidak mudah disetir atau didikte, negeri Russia sebenarnya tidak pernah ketinggalan dalam hal Artificial Intelligence, hanya saja mereka implementasikan di peralatan atau industry militer, industry yang menopang ekonomi Russia setelah oil dan gas.

DNA Analisis dan implementasi di bidang olahraga

DNA Analisis dan implementasi di bidang olahraga
Oleh Wawan Setiawan

—–

Kemajuan sains dan teknologi abad 21 ini memang tak pelak, kemajuan signifikannya dan yang paling revolusioner adalah di bidang teknologi biologi dan material fisika. Ditemukannya material carbon nanotube, tak pelak bisa membuat AI lebih mempunyai kemampuan menyamai manusia, karena AI saat ini masih berbasis silicon. Di sisi lain teknologi untuk mengetahui dna kita juga mempunyai impact yang tidak sedikit. Di bidang olahraga, saat ini atlit bisa dibina dan dikembangkan berdasarkan potensial biologis dari membaca dna sang atlit. Teknologi ini baru saja dikembangkan di Inggris, mengembangkan potensial atlit berbasis dna yang dimiliki,

Dengan teknologi ini, sang atlit bisa berkonsentrasi dengan keunggulan dna dan kelemahan dna yang dipunyai atau bahkan bisa edit dna, untuk mencapai tujuan tertentu. Hal ini memang salah satu implementasi dari genome sequencing yang saat ini harganya sudah sangat murah, sekitar usd 1000. Genome sequencing adalah teknologi untuk mengetahui dna kita, baik keunggulan dan kelemahannya serta penyakit degeneratif yang dibawanya. Dengan mengetahui lebih awal maka kita bisa bertindak preventif atas kesehatan kita, dan juga dimungkinkan untuk diedit.

Implementasi dna sequencing di bidang olahraga ini saya kira implementasi real yang sangat signifikan kedua setelah teknologi rekayasa genetika untuk mengatur jenis kelamin bayi kita sudah mencapai tahap 99%, atau saat ini kita bisa mengatur jenis kelamin bayi kita dengan akurasi 99% dengan teknologi rekayasa genetika.

Pertanyaan kritis yang pantas diajukan adalah dengan spirit olahraga yang mengandalkan kemampuan natural, termasuk mengharamkan doping, apakah rekayasa dna di bidang olahraga ini tidak termasuk jenis doping, karena kemampuan kita dibangun oleh perubahan dna yang sudah tidak natural lagi. Dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat, memang kita harus meredefinisi banyak hal, termasuk dengan adanya kasus rekayasa genetika untuk kepentingan olahraga.