Monthly Archives: June 2016

Pendidikan dan masa depan

Pendidikan dan masa depan
Catatan Wawan Setiawan
——-
Masa depan kita, salah satunya ditentukan oleh pendidikan yang kita peroleh, baik pendidikan di rumah atau di sekolah. Namun di Eropa, pendidikannya memang lebih maju dari negara ketiga. Di Asia, Singapore, Korea Selatan, Jepang, dan China juga dikenal ranking atas baik di PISA atau OECD.
Masa depan adalah era globalisasi, dimana setiap warganegara bisa berkompetisi mencari pekerjaan di negara lain. Dengan demikian dibutuhkan tenaga terampil yang mempunyai skill yang bagus.

Saya pribadi concern terhadap pendidikan puteri saya di Russia, tahun lalu ia tidak punya nilai 3, namun sekarang ada nilai 3-nya, yaitu bahasa Inggris. Dari yang saya coba cari informasi tentang kunci pendidikan, ternyata faktor utama adalah guru. Di mayoritas negara Eropa atau di Russia, 1 guru mengajar sekitar 10-20 anak saja. Guru juga minimal harus mempunyai jenjang pendidikan S2 dan mempunyai kualifikasi khusus untuk mengajar.

Kurikulum di Russia juga saya lihat lebih praktikal dan siap untuk menyongsong masa depan, misal ada pelajaran technology, teknologi diperkenalkan sejak dari SD. Namun penekanan pelajarannya adalah terutama Math, Math diajarkan 4x seminggu, dan juga natural science yang masuk kategory “The World”
Russia memang bukan negara dengan pendidikan terbaik di dunia, namun data OECD menyatakan Russia mempunyai prosentasi lulusan S1 terbesar di dunia.

Pendidikan di Russia dibangun sejak di zaman USSR. Pendidikan di USSR tergolong pendidikan maju di masanya. Dalam hal math misalnya, Russia punya cara sendiri untuk belajar Math. Russia atau USSR juga mempunyai methodd creativity atau problem solving sendiri yang bagus, yaitu TRIZ, (/ˈtriːz/; Russian: теория решения изобретательских задач, teoriya resheniya izobretatelskikh zadach, literally: “theory of the resolution of invention-related tasks”)
TRIZ adalah problem solving dan creative thinking yang didevelop di USSR dan saat ini diadopsi di seluruh dunia.

Melihat fakta ini, terutama kualitas pendidikan yang disusun oleh PISA dan OECD, Indonesia menempati ranking 2 dari bawah, maka saya kira menteri pendidikan di Indonesia perlu lebih concern dan melakukan reformasi pendidikan, yang goal-nya, mencetak manusia dengan ethic yang tinggi, terampil dan ditopang skill yang bagus. Tidak mudah, tapi negara Finlandia berani melakukan reformasi sejak 40 tahun yang lalu.

Advertisements

Philosophy dan Saintis

Philosophy dan Saintis
Catatan Wawan Setiawan

——
Di era abad 20, ketika Albert Einstein mulai melakukan revolusi di bidang ilmu fisika, dengan theori relativitasnya, yang juga saat ini membuktikan ada gravitasi gelombang dan segudang theory-nya yang proven, Einstein juga masih banyak membahas agama, termasuk theory deterministik. Theory deterministik memang saat itu gencar dan kuat dipercayai, hasil pemikiran dari abad abad sebelumnnya, termasuk dalam perkembangan filsafat monism materialism. Deterministik juga merupakan produk Newton dengan classical mechanic-nya, thoery yang bekerja pada benda makroskopik.

Namun di era riset kuantum mekanika, hasilnya sangat mengejutkan, karena ilmuwan mendapatkan view yang sebelumnya tidak terduga, sampai sanpai Niels Bohr menyatakan “siapapun yang tidak terkejut dengan kuantum mekanika maka ia tidak mengerti”

Kuantum mekanika menang membawa banyak keanehan yang tidak terbayangkan di era Newtonian Mechanic, termasuk keanehannya dalam quantum entanglement, dan dual partikel-wave. Dalam perspektive mekanika kuantum, memang antara partikel-energy, wave, adalah satu kesatuan, persis seperti yang diurai oleh filsafat monism materialism, namun dalam mekanika kuantum sudah tidak ada lagi yang disebut dengan yang mana substance dan yang mana efeknya.

Dalam pandangan kaum neurosains, alat brain stimulator yang bekerja melalui gelombang bisa melakukan stimulasi ke komposisi susunan otak, misalnya kita mendengarkan lagu di i-doser, maka bisa memproduksi dopamine didalam brain kita. Dalam hal ini gelombang yang melakukan stimulasi terhadap material neuron.

Kuantum mekanika juga meninggalkan theory yang cukup kuat, yaitu uncertainty, hal yang tidak pernah bisa diterima oleh Albert Einstein sampai Einstein meninggal. Konsekuensi dari theory uncertainty, maka alam semesta menyediakan freewill, dan bukan deterministik. Einstein juga tidak mempercayai theory non-locality, dan masih menganggap hidden faktor terhadap eksperimen di kuantum mekanika.

Tampaknya dalam hal ini, para saintis juga tidak bisa lepas dari filsafat atau agama yang sebelumnya dianut. Einstein di awal tahun 1940 juga terlihat masih religius, hanya akhir akhir hayat hidupnya Albert Einstein menyatakan bahwa ia sudah tidak lagi percaya tuhan personal.

Newton sendiri sebagai bapak fisika classical mechanic, meski gemilang mengurai hukum hukum fisika, namun Newton masih beriman chritianity.

Kuantum mekanika, sebagai theory fisika produk abad 20 yang menguraikan tentang atomis, memang bisa merubah pandangan kita, baik dari sisi religius ataupun dari sisi filsafat, termasuk filsafat determinisme.

Dan kita adalah produk zaman, kalau kita lahir di era Newton, kemungkinan besar pandangan kita terhadap alam semesta juga deterministik.

Pandangan Saya, Richard Feynman, Albert Einstein dan Agama

Pandangan Saya, Richard Feynman, Albert Einstein dan Agama
Catatan Wawan Setiawan
—–

Membaca dan mengikuti pemikiran fisikawan nobelis Richard Feynman memang seolah tidak ada habisnya, dan sesuatu yang sangat menarik bagi saya Feynman tidak hanya banyak berkiprah di dunia ilmu fisika saja, tapi juga seperti Albert Einstein, banyak sekali pemikirannya tentang hal hal yang menyangkut keseharian kita termasuk agama. Einstein memang pernah menyatakan “Agama tanpa science adalah buta, ilmu tanpa agama adalah lumpuh”. Namun statemen ini dibuat Albert Einstein di sekitar tahun 1940-an. Tampaknya di tahun ini Albert Einstein masih religius, Eisntein juga pernah mengatakan jika ada persoalan dengan jawaban yang mudah, maka Tuhanlah yang menjawabnya.

Namun di sekitar tahun 1954, Albert Einstein berubah pemikiran, Einstein mengatakan bahwa percaya kepada tuhan personal adalah produk human weakness, Einstein juga menyatakan tidak percaya tuhan yang memberikan reward dan punihsment. Dalam hal ini Einstein menyatakan lebih cenderung ke Spinoza, atau tuhan adalah alam semesta.

Feynman sendiri juga mempunyai statemen tentang agama. Bahwa agama adalah jawaban terhadap semua hal, namun ini metaphysikal, sedangkan Sains berbasis menanyakan segala hal. Feynman juga berargumen bahwa banyak saintis tidak mempercayai tuhan personal. Namun Feynman menyatakan agama membawa inspirasi ethic dan moral code yang bisa dianut oleh para saintis.

Feynman juga mempunyai pendapat menarik mengenai uncertainty mind, bahwa sains-pun membutuhkan uncertainty mind, atau tidak begitu saja dipercayai, namun terus di explore dan diragukan kebenarannya.

Saya sendiri mempunyai pendapat, agama adalah moral story, dengan perspektive antropologi dan sosiologi, serta history, mungkin orang zaman dahulu yang belum mengenal sains membutuhkan story metaphisikal agar bisa menerapkan moral dan ethic agama.

Zaman memang berkembang pesat, kemajuan ilmu pengetahuan berkembang pesat namun saya melihat agama tidak bisa begitu saja dicampakan, karena agama juga membawa value atau nilai nilai sosial yang bagus yang masih bisa kita adopsi.

Dalam hal ini agama dan sains tidak perlu berlawanan, namun kita mengadopsi saripati dan inspirasi agama yang mengandung ethic dan moral.

One state communism dan Russia masa kini

One state communism dan Russia masa kini
Catatan Wawan Setiawan

——-
Sekitar tujuh tahun setelah Vladimir Lenin melancarkan revolusi Bolshewik yang menggulung kaum Menshevik atau Sosialis Demokrat-nya Georgi Plekhanov, Lenin meninggal, diduga akibat terkena peluru tembakan saat revolusi. Lenin memang selamat setelah ditembak, namun kondisi kesehatannya jauh menurun setelah tertembak. Tahun 1924 pimpinan Komunisme digantikan Joseph Stalin, yang berkontroversi dengan Leon Trotsky. Stalin berbeda pendapat dengan Trotsky, bahwa Komunisme bisa berjalan di satu negara, sedangkan Trotsky berargumen komunis internasional. Di masa USSR masih ada, ekonomi-nya praktis tanpa ekspor impor dan segala barang di produksi sendiri.

Ekonomi Komunisme yang pernah berjaya juga tanpa hutang, namun malah banyak memberikan hutang ke negara Afrika, Kuba, maupun Indonesia. Ekonomi USSSR pernah menjadi ekonomi dengan GDP terbesar kedua setelah Amerika, dan terbesar di Eropa. Sebelumnya di masa Tsar Nikholas 2 ekonomi Russia berada di peringkat 8 ( Reason in Revolt ).

Namun kini USSR telah bubar sehingga hal ini adalah sejarah masa lalu yang menunjukan bahwa ekonomi Komunis juga bisa besar dan lancar.

Setelah USSR bubar, dibawah Boris Yeltsin yang meliberalkan Russia, tampaknya Russia kehilangan ruh-nya sebagai negara produsen dan juga negara super power. Baru setelah tahun 2000 ketika Vladimir Putin berkuasa, Russia pelan tapi pasti mensinkretiskan ekonomi modern liberalisme dan ekonomi di zaman Komunisme, Beberapa industry strategis seperti pabrik senjata, metal, oil, gas, dan lain sebagainya mulai bangkit untuk beroperasi dan berproduksi kembali.

Dalam mengadopsi ekonomi global dan liberal, Russia tampaknya mempunyai nasionalisme yang kuat. Saat ini pabrik Mobil, Pesawat tempur dan pesawat komersial Russia mulai berproduksi kembali. Tak pelak warisan “one state communism” yang memproduksi barang secara mandiri telah diteruskan di Russia dibawah Vladimir Putin. Baru baru ini Russia juga mulai mengenalkan MC-21, pesawat terbang sipil komersial, yang pasarnya akan compete dengan pasar Airbus dan Boeing. Aeroflot, maskapai di Russia yang akan banyak menggunakan MC-21, karena saat ini masih menggunakan Airbus dan Boeing selain Sukhoi Superjet 100

Dengan peninggalan warisan negara yang pernah memproduksi segala barang sendiri, tanpa ekspor dan impor serta menjadi negara berdikari, Russia tampaknya tidak sulit untuk menghidupkan semangat warisan lama ini.

Dalam dunia yang telah menganut pasar bebas dan free trade ini, kemampuan memproduksi barang sendiri adalah keniscayaan, namun juga harus diikuti semangat nasionalisme yang tinggi untuk menggunakan produk dalam negeri.

Dalam contoh sederhanya, Russia mempunyai mesin pencari Yandex, Mail.ru, dan Vkontakte sebagai sosial media yang paling banyak digunakan oleh warga negara Russia dan CIS.

Saya pikir, kita harus memulai mempunyai spirit nasionalisme, dari hal terkecil misal di bidang IT.

Google street dan larangan mengakses Google, Youtube

Google street dan larangan mengakses Google, Youtube
Catatan Wawan Setiawan
—-

Baru baru ini dikabarkan India, menolak kolekting data google street oleh Google. Kolekting data ini dianggap melanggar privasi, karena Google Street saat ini mampu menampilkan view jalan 360 derajad, panorama, gambar gambar jalan dan rumah rumah penduduk. Di Eropa, Google street juga diminta untuk melakukan blur gambar rumah rumah penduduk,

Kemajuan zaman memang paradox, di satu sisi semakin transparan, di sisi lain bertabrakan dengan privacy. Dulu Amerika Serikat dianggap negara yang sangat demokratis, karena menjunjung tinggi privacy warga negara, namun sekarang dengan adanya NSA tidak ubahnya seperti negara fasis. Hal ini juga diungkapkan oleh mantan Presiden Amerika Jimmy Carter yang mengatakan Amerika sudah tidak lagi di era demokrasi.

Sementara itu di Indonesia, ICMI meminta untuk memblokir Google dan Youtube karena banyak kekerasan terinspirasi dari Google dan Youtube. Sebenarnya hal ini ada baiknya, namun Indonesia saat ini tidak punya mesin pencari yang berkualitas sendiri, Google dan Youtube sudah terlalu mengakar dalam di Indonesia. Lain halnya di China yang mempunyai Baidu, tanpa memblokir Google, Baidu adalah mesin pencari yang paling banyak digunakan di China. Di Russia juga ada Yandex mesin pencari, mail.ru sebagai provider email gratis, dan juga Vkontakte, sosial media yang paling banyak digunakan oleh warga Russia dan negara CIS. Di dua negara ini, China dan Russia, Google tidak terlalu dominan karena warga negara China dan Russia mempunyai nasionalisme IT yang tinggi untuk menggunakan produk mesin pencari buatan negeri sendiri,

Jika saja ada start-up yang membuat mesin pencari dan penyedia content video dan kita memiliki jiwa nasionalisme IT yang tinggi, tentu kita bisa seperti China atau Russia, menggunakan produk content IT buatan negeri sendiri. Dengan demikian pengaturan atau kontrol politik terhadap content juga lebih mudah.

Kembali ke Google Street, setelah dilarang di banyak negara, saya tidak melihat Indonesia aware akan bahayanya Google Street. Dengan adanya Google Street maka wilayah kita telah terdata oleh perusahaan Amerika Silicon Valley. Hal ini bisa melanggar kedaulatan negara.

Saya berharap, setelah India melarang Google Street, Indonesia juga punya aware keamanan dan kedaulatan untuk melarang Google Street beroperasi di Indonesia.

Gennady Zhuganov, Komunis, dan Christianity

Gennady Zhuganov, Komunis, dan Christianity
Catatan Wawan Setiawan

——

Saat ini Partai Komunis Russia, partai terbesar kedua di Russia setelah United Russia, dengan trend memiliki pendukung yang bertambah banyak atau trend naik, dipimpin oleh Gennady Zhuganov. Zhuganov ketika pilpres juga selalu mencalonkan diri menjadi presiden, namun selalu kalah karena konstituen Partai Komunis dalam hal pemilihan Presiden banyak yang mendukung Vladimir Putin. Namun Zhuganov juga berjasa besar karena membesarkan Partai Komunis Russia, partai yang pernah dilarang di era Boris Yeltsin.

Zhuganov tokoh yang menarik, meski menjadi ketua partai Komunis Russia, Zhuganov juga seorang yang religious, yaitu kristen orthodox. Dalam wawancaranya dengan Russia Today, Zhuganov menyatakan Jesus Christ adalah komunis pertama di dunia. Zhuganov mengaku telah mempelajari Hindu, Quran, dan Kristen Orthodox, dan menemukan kemiripan terhadap perjuangan nilai nilai atau value dari Komunisme. Zhuganov mengatakan bahwa dalam berbagai agama, moral kernelnya sama dengan perjuangan komunisme, misal adalah moral untuk mencintai orang lain seperti hal-nya mencintai diri sendiri. Selama hidupnya Jesus juga selalu bersama kaum miskin dan membela kaum miskin serta menentang kolonialisme Romawi di Israel.

Saat ini, Marxisme salah satunya juga ber-evolusi menjadi theologi pembebasan di Amerika Selatan yang mayoritas penduduknya beragama katolik. Untuk itulah saat ini rasanya kurang relevan jika Marxisme dikonotasikan dengan ajaran anti tuhan, karena dari awalnya inpirasi dari Marxisme sangat terpengaruh ajaran nasrani, meski Marx menghilangkan kepercayaannya, namun nilai nilai atau value didalam Marxisme sangat selaras dengan kepercayaan agama.

Ludwig Feuerbach sendiri, seorang filsuf materialism abad 19 juga menulis “The Essence of Christianity” yang salah satu poinnya adalah essensi kekristenan adalah essensi dari human feeling atau perasaan manusia. Renaissance Eropa memang juga dipengaruhi secara kuat oleh western culture terutama nilai nilai kekristenan.

Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat, maka sebenarnya kita bisa menggabungkan agama dengan sains. Bukan berarti cocoklogi, tapi menghilangkan kepercayaan takhyul-nya dan mengambil saripati moral, ethic, nilai nilai atau value agama.

Albert Einstein sendiri menyatakan agama masa depan adalah agama kosmis, bukan agama yang mempercayai tuhan personal, dan tuhan yang memberikan reward ataupun punishment, Einstein menyebut Buddhism adalah agama yang akan bisa selaras dengan sains. Einstein juga menyebut bahwa beliau mempercayai tuhannya Baruch Spinoza, Deus Sive Natura atau tuhan adalah alam semesta.

Namun dalam pandangan saya, semua agama akan kompatible dengan sains jika kita mampu mengambil saripati ethic dan nilai nilai atau value dalam agama. Kita bisa berspiritual tanpa harus didogma agama dan mempercayai sisi takhyulnya, namun hanya mengambil moral dan ethic agama.

Toleransi berpuasa

Toleransi berpuasa
Catatan Wawan Setiawan
——-
Teman saya yang sekitar 20 tahun dekat dengan saya, pastinya tahu kalau saya menjalankan syariat islam terutama puasa, namun tetap menghormati kawan yang tidak puasa. Saya dibesarkan di lingkungan Islam Jawa, atau abangan, jadi cukup sekuler. Tidak jarang saya ketika berpuasa Ramadhan ikut menemani teman terutama yang beretnis tionghoa untuk makan. Bahkan dulu saya sering menemani mantan istri Russia yang tidak beragama untuk makan, tapi saya tetap puasa. Kebiasaan ini sudah lama saya jalankan. Bagi saya, berpuasa sambil menemani kawan makan siang itu seni tersendiri.
Namun saya juga dijelaskan bahwa saya cukup kurus, dan dikhawatirkan mall nutrisi, atau kurang nutrisi jika berpuasa, ini memang pandangan kaum sekuler yang melihat puasa bisa membuat seorang menjadi kekurangan nutrisi sehingga juga menjadi kurang konsentrasi.
Saya sempat beberapa tahun tidak puasa Ramadhan, namun saat ini saya mencoba berpuasa lagin(tidak lagi takut terhadap kekurangan nutrisi) dan mendekatkan diri ke keluarga. Keluarga pernah menyayangkan ketika saya menjadi atheis sekuler, dan saya juga berpikir bahwa orang tua saya sudah sangat berumur, lebih dari 80 tahun, saya tidak ingin mengecewakan mereka di masa tuanya.
Kadang kadang kita memang harus berkorban untuk membuat orang lain bahagia, dan ini coba saya lakukan. Meskipun saya membaca dan saya rasa cukup menguasai monism materialism, ataupun dasar dasar kuantum mekanika, namun ini hanya saya jadikan satu referensi saja terhadap pandangan alam semesta.
Sama seperti halnya saya mempelajari agama lain, saya jadikan referensi dan perbandingan. Memang betul kata almarhum Muhammad Ali, bahwa setiap agama mempunyai kebenarannya sendiri sendiri.
Yang penting antar umat beragama bisa hidup rukun dan damai.
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya, semoga berpuasa dengan penuh toleransi dan penghormatan terhadap yang tidak berpuasa