Monthly Archives: September 2016

Apakah Alien ada?

Apakah Alien ada?
Catatan Wawan Setiawan
—–

Bumi kita boleh dibilang sangat unique, berada cukup dekat dengan matahari yang memberi sinar. Sebenarnya tidak hanya bumi yang kita tempati saja yang unik, namun semua planet unique, masing masing punya lokasi sendiri, dan material sendiri. Kehidupan biologi dalam kajian sains dijelaskan merupakan proses evolusi yang sangat panjang, dari abiogenesis menjadi biogenesis. Kehidupan mahluk hidup di bumi juga ditunjang oleh material yang ada di bumi, semisal oksigen, karbondioksida, dan material material lainnya. Material planet Bumi yang ada saat ini juga sebenarnya datang dari luar angkasa atau planet lain, karena setiap benda angkasa saling berinteraksi secara terus menerus.

Penemuan planet yang mirip bumi bisa jadi berjumlah banyak, namun setiap planet adalah unique, mirip dengan planet bumi bukan berarti mempunyai persamaan material dimana material menunjang kehidupan biologis. Saat ini para ilmuwan percaya bahwa kita tidak sendirian di jagad raya. Bisa jadi benar meski probabilitas-nya tipis. Adapun kalau benar ada mahluk dari luar angkasa pastilah berbeda dengan mahluk hidup di bumi, karena perbedaan struktur dan komponen material di setiap planet boleh dikatakan sangat unique.

Planet Bumi sendiri pernah menjadi planet yang sulit untuk ditinggali mahluk hidup semasa adanya asteroid besar yang menubruk planet Bumi dan menewaskan binatang purba seperti Dinosaurus. Tidak selamanya planet Bumi bisa ditinggali dan kondusif bagi kehidupan, karena setiap planet terus berubah dan ber-evolusi.

Namun usaha pencarian ilmuwan terhadap mahluk angkasa luar patut dihargai dan diapresiasi, meski sampai sekarang hasilnya masih nihil. Alien saya pikir adalah konsekuensi logis dari sistem tata surya, dimana sampai saat ini terdapat banyak galaxy, dan tidak menutup kemungkinan ada planet yang juga berevolusi memproduksi mahluk hidup biologis.

Semuanya masih misteri, namun sangat menarik jika ternyata kita bisa mengetahui ada mahluk biologis luar angkasa.

Advertisements

Filsafat, Sains, dan kegelisahan

Filsafat, Sains, dan kegelisahan
Catatan Wawan Setiawan
—–
Era Aufklarung di eropa, yang berkisar antar abad 17-19 boleh disebut sebagai era jaya jayanya filsafat, setelah eropa dikungkung oleh abad kegelapan gereja. Filsafat pada dasarnya adalah mempertanyakan segala sesuatunya, lahir dari kegelisahan untuk mengetahui kebenaran di luar kebenaran agama yang selama ini dianut. Era ini juga diwarnai dengan lahirnya filsafat empiris yang merupakan landasan ilmu logika dan pengetahuan modern. Era Aufklarung juga diwarnai oleh lahirnya philosophy baru yaitu materialisme, yang juga pengembangan dari ilmu fisika klasikal mekanik yang dikembangkan oleh Newton. Selain itu juga lahir filsafat nihilisme oleh Freadrich Nietzsche. Nietzsche terkenal dengan prosa-nya “Tuhan telah mati….”, selain itu ada Ludwig Feuerbach tokoh materialisme yang menulis “The Essence of Christianity” menyatakan bahwa bukan tuhan yang menciptakan manusia, tapi manusialah yang menciptakan tuhan.

Abad 21 adalah abad sains dan teknologi, dan salah seorang fisikawan jenius Stephen Hawking menyatakan filsafat telah mati. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa sains dan teknologi modern abad 21 merupakan produk estafet dari filsafat pencerahan di era Aufklarung. Hal ini tak pelak juga bisa dilihat dari fisikawan fisikawan besar semacam Albert Einstein, Richard Feynman, sampai ke Werner Heisenberg. Heisenberg sebagai fisikawan top Jerman terkenal dengan statemennya yang terpengaruh filsafat idealisme bahwa ilmu fisika bukanlah sejauh mana manusia memahami alam, namun sejauh mana alam membuka dirinya terhadap manusia dan ilmu fisika.

Keduanya mungkin benar, dan mendukung majunya ilmu pengetahuan modern, sehingga meski Stephen Hawking menyatakan filsafat telah mati, namun sebenarnya filsafat-lah yang membawa kemajuan sains dan teknologi sepesat ini.