Monthly Archives: December 2016

Sergey Mikhailovich Brin

Sergey Mikhailovich Brin
Catatan Wawan Setiawan
——–

Dalam dunia dotcom ini siapa yg tidak mengenal Sergey Mikhailovich Brin atau terkenal dengan nama Sergey Brin. Brin bersama Larry Page adalah pendiri Google. Google lahir dari kreativitas Sergey Brin dan Larry Page dalam mendesain algoritma baru di skripsinya tentang mesin pencari. Google lahir dari skripsi mahasiswa Stanford, yaitu Brin dan Page, kemudian Google menjadi start up.

Awal tampilnya Google di bisnis mesin pencari adalah Google digunakan oleh Yahoo sebagai mesin pencari sekondari, jika Yahoo tidak bisa menemukan maka otomatis di cari oleh Google. Lambat laun Google yang menguasai bisnis dotcom dalam hal mesin pencari.

Saya menulis Sergey Brin, tujuannya juga agar memotivasi anak saya, saya ingin meletakan foto Brin di meja belajarnya. Sergey Brin lahir di Moskow sampai usia 6 tahun, bapaknya adalah prof. Math dan ibunya ahli fisika, keduanya produk pendidikan di Moscow. Dan memang di Russia dua bidang ini yg menonjol, yaitu math dan fisika. Sejak dari kecil pendidikan di Russia juga menekankan pentingnya math dan fisika.

Setelah keluarga Sergey Brin hijrah ke Amerika karena terjadi brain drain, Brin melanjukan kuliah mathematika yang dipandu oleh ayahnya. Namun Sergey Brin akhirnya menjadi tokoh di computer science dan saat ini menjadi kepala Google-X yaitu divisi riset dan development Google.

Google cepat naik, karena diakui algoritma AI mereka cukup advance, saya nggak heran melihat latar belakang Sergey Brin yang ayahnya prof. Math dan Ibunya Doktor fisika di NASA, sehingga ketika masuk ke dunia dotcom menjadi sangat mudah dan mampu membangun hal hal yg fundamental misalnya Android.

Hal ini agak berbeda dengan latar belakang Steve Jobs, dimana orang tuanya tidak banyak menginspirasi-nya dalam hal teknologi, atau seperti Bill Gates yg ayahnya adalah seorang lawyer. Background keluarga Sergey Brin memang maut, ayahnya prof. math di University Maryland, dan ibunya fisikawan NASA, bidang ilmu pasti dan ilmu dasar yang sangat kuat untuk menunjang dalam hal karirnya di dunia dotcom.

Kini Google tampak sebagai perusahaan teknologi yang paling unggul, terutama sangat menguasai di bidang AI dan juga kuantum komputasi

Advertisements

Richard Phillips Feynman
Catatan Wawan Setiawan
——
Feynman, siapa fisikawan yang tak mengenalnya. Ia jenius, great explainer, dan juga ahli dalam bermain alat musik bongo. Feynman juga peraih nobel di bidang fisika, dan juga ikut dalam salah satu tim pembuat bom atom Amerika 1945 bersama Oppenheimer. Feynman selain merupakan pakar kuantum mekanika, ia juga sukses menyelesaikan tugasnya sebagai investigator meledaknya Challenger yang diakibatkan oleh ring O yang dalam suhu dingin mudah untuk patah.
Feynman IQ-nya tidak terlalu tinggi, hanya 124, sehingga IQ memang bukan satu satunya patokan kecerdasan dan ke-geniusan seseorang. Feynman dilahirkan dari orang tua yang berasal dari Tuva USSR, dan orang tuanya hijrah ke Amerika, karena Amerika adalah negeri yang menawarkan “American Dream”. Feynman berasal dari keluarga Yahudi Saduki USSR, sehingga berpikir lain sudah diajarkan kepadanya oleh orang tuanya sejak kecil.

Ide atau kreativitas bagi Feynman sangat penting, karena sains adalah ide ide untuk memecahkan misteri alam semesta. Namun apapun itu, kalau tidak bisa diujicoba secara ilmiah, maka ide hanyalah sebuah ide. Sebagai saintis, Feynman berpendapat ide yang baik adalah ide yang bisa dibuktikan secara ilmiah. Keterlibatan Feynman dalam riset kuantum mekanika, membuat Feynman sangat percaya hukum fisika stochastic atau Uncertainty. Feynman juga menyatakan kalau anda mempercayai sains secara absolut, maka ada yang salah dengan anda, karena apa saja terikat hukum uncertainty. Feynman berimajinasi bahwa “all things are made of atoms” atau apa saja tersusun oleh atom atom, dan atom atom atau partikel partikel ini saling berinteraksi satu sama lain, sehingga alam bekerja dan bergerak.

Kegeniusan Feynman menurut saya, salah satunya ada di video “Quantum Mechanical view of Reality”, video ini membahas apa itu realitas menurut fisikawan Richard Feynman. Feynman juga ahli di bidang math, namun Feynman juga menjelaskan bahwa math adalah representasi dari fisikal. Dari penjelasan Feynman saya jadi paham relasi antara math dan fisika, dan kini sang jenius Prof. Hawking cukup menggunakan mathematic untuk membuat theory tentang Blackhole.

Feynman juga menjelaskan pendapatnya tentang Komunisme dan USSR, bagi Feynman selama tidak ada freedom of thought maka sains tidak akan maju, karena sains membutuhkan freedom of idea. Akhir kata Feynman memang jenius, banyak sekali pendapatnya yang layak untuk kita simak, misal mengatakan bahwa social sains bukanlah sains, atau pendapatnya tentang Tuhan yang dianggapnya representasi dari misteri yang sains akan beberkan.

Saya kira sangat baik dan menarik bila anak anak kita sedari kecil kita kenalkan kepada sosok Feynman, saya sendiri ingin menempel gambar Feynman dengan quote-nya “The true genius is in creativity, not in technical mechanic” di meja puteri saya, agar puteri saya juga menggemari Feynman, apalagi Feynman adalah Yahudi yang berasal dari Tuva Russia.

Signifikannya peran internet dan media sosial dalam perubahan sosial politik

Signifikannya peran internet dan media sosial dalam perubahan sosial politik
Catatan Wawan Setiawan
——-

Amerika Serikat baru baru ini menggelar pemilihan presiden 2016, dengan kandidat utama Donald Trump dan Hillary Clinton. Hasil dari pemilihan ini telah kita ketahui bahwa Donald Trump memenangkan electoral vote, sedangkan Hillary Clinton memenangkan popular vote sampai selisih 3 juta suara. Namun dalam pemilihan presiden di Amerika yang digunakan dan diakui adalah electoral vote, sehingga Donald Trump-lah yang akan menjadi Presiden Amerika berikutnya

Di Internet, mengacu pada media media kredibel seperti CNN, atau WashingtonPost, memberitakan bahwa menurut CIA dan juga didukung oleh FBI, bahwasanya pemilihan presiden Amerika 2016 di intervensi oleh hacker Russia. Hacker Russia tidak hanya masuk ke sistem server partai Demokrat saja, namun juga masuk ke sistem server partai Republik. Hanya saja Hacker Russia dikabarkan mendukung Trump, karena Trump lebih memuji Putin dalam hal leadership daripada Presiden Barrack Obama. Selain itu Putin juga mempunyai masalah dengan Hillary Clinton yang mengatakan ancaman paling serius terhadap Amerika adalah Russia. Clinton juga dituduh sebagai aktor penggerak demo di Russia pada tahun 2011.

Hacker Russia dalam pemilihan presiden di Amerika banyak mempublikasikan data atau email partai demokrat khususnya Hillary Clinton ke wikileaks. Tak pelak ini menggerogoti popularitas Hillary Clinton dalam pilpres 2016

Internet dan sosial media mempunyai peranan sangat besar dalaj perubahan sosial, perubahan sosial sebenarnya bukan hanya waktu pilpres Amerika saja, tapi di Indonesia kita juga mengenal milis apakabar yg sukses menjatuhkan Soeharto, atau Arab Spring di Tunisia yg digalang via sosial media, atau ketika di Indonesia melaksanakan pilpres 2014, faktor internet dan sosial media sudah sangat berperan sangat signifikan. Beberapa negara seperti China juga sadar betul kekuatan sosial media sehingga China melakukan blocking akses ke jaringan sosial media semacam Facebook.

Negara Turki yang dipimpin oleh Presiden Racep Teyyip Erdogan, beberapa kali telah melakukan pemblokiran sosial media terutama Twitter, demi kepentingan keamanan nasional-nya.

Dari beberapa kasus ini, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa Internet, khususnya sosial media bisa sangat signifikan berperan dalam perubahan sosial, atau event pemilihan pejabat, baik pemilihan presiden atau di level pilkada.

Petani Kendeng, Semen Indonesia dan problematikanya

Petani Kendeng, Semen Indonesia dan problematikanya
Catatan Wawan Setiawan

——-
Konon, di gunung kendeng pati jawa tengah, penduduknya sangat menyatu dengan alam. Dulu di kampung tersebut tinggallah seorang tokoh Pak Samin namanya. Pak Samin di zaman kolonial menolak adanya pajak dan otoritas penjajahan Belanda.

Di zaman modern ini, dimana industri menjadi pilar utama ekonomi yang disebut ekonomi “maju”, pegunungan kendeng dianggap kaya akan bahan baku semen. Presiden dengan jargon nawacita atau trisakti, yaitu berdiri di atas kaki sendiri, atau mandiri dalam bidang poleksusbudhankam, ingin merealisasikan pembangunan industri termasuk industri semen agar Indonesia yang sedang getol membangun infrastruktur tidak melakukan impor semen. Untuk itulah dibangun pabrik PT. Semen Indonesia, namun pembangunan ini menunai kontroversial, karena pabrik semen di pegunungan Kendeng berpotensi merusak alam yang telah diakrabi dengan penduduk.

Sampai disini pemerintahan menjadi diplomatis, mau membangun industri semen agar tidak impor atau bahkan malah bisa ekspor, atau mengikuti aspirasi masyarakat Kendeng. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sendiri juga dalam posisi dilematis, mau mendukung masyarakat Kendeng, di sisi lain pemerintah pusat membutuhkan BUMN produksi semen nasional.

Hal ini saya kira rumit, namun kalau mengacu pasal 33 UUD 45 bahwa kekayaan alam dikuasai oleh negara, maka semestinya masyarakat Kendeng menyadari hal ini dan dengan damai melakukan dialog agar kedua belah pihak sama sama diuntungkan, atau masyarakat Kendeng tidak merasa dirugikan. Konflik antara pemerintah dan masyarakat Kendeng yang dibela WALHI sudah cukup lama, bahkan masyarakat Kendeng telah memenangkan dalam putusan MA melawan pemerintah.

Membangun cita cita nawacita ataupun trisakti ternyata tidak mudah. Globalisasi kapitalisme liberal membuat alam digerogoti untuk kemajuan industri. Gunung Kendeng memang kaya akan bahan bakar semen atau kapur, dan secara riset layak dibangun pabrik semen agar industri semen di Indonesia tidak impor bahkan bisa expor, namun di sisi sebaliknya banyak keluarga yang terancam akan kerusakan alam di gunung Kendeng. Jalan tengahnya mungkin membangun pabrik semen dengan minimalis resiko terhadap alam di gunung Kendeng, karena bagaimanapun negara memerlukan ekonomi mandiri, salah satunya adalah membangun pabrik semen sendiri agar pasokan semen di Indonesia atau domestik bisa disupply secara domestik atau lokal.

Umat Islam, Ekonomi, BUMN dan problematika-nya

Umat Islam, Ekonomi, BUMN dan problematika-nya
Catatan Wawan Setiawan
——-
Baru baru ini, saya membaca data, bahwa Indonesia mendapatkan ranking 7 dalam index crony capitalism, dan juga 49% ekonomi Indonesia dikuasai oleh kaum 1%. Sementara itu, mantan menteri Kelautan dan Perikanan yang juga cendekiawan ICMI, Bapak Rokhmin Dahuri menyatakan bahwa umat Islam yang populasinya 87% hanya menguasai ekonomi dengan porsi 12% saja. Sebenarnya saya tidak mau terjebak dalam mengkotak kotakan ekonomi dengan agama, karena dimana saja negara yang menganut kapitalisme, maka pihak mayoritas tidak mengenal apa agamanya akan hanya menguasai ekonomi dengan porsi lebih sedikit daripada kaum oligarki. Kaum mayoritas dalam struktur sistem ekonomi kapitalisme pasti akan tertindas dan menjadi minoritas ekonomi. Sistem kapitalisme hanya akan melahirkan kaum oligarki yang menguasai mayoritas, dan sistem ini tidak mengenal apa agamanya.

Namun pendiri negara ini rata rata mempunyai view ekonomi sosialisme, melalui pasal 33 UUD 1945 bahwa kekayaan alam dikuasai oleh negara untuk sebesar besar kemakmuran rakyat. Dalam implementasinya Presiden Soekarno membuat BUMN dan Nasionalisasi perusahaan belanda. Konsep BUMN sebagai stateowned kapital sebenarnya bisa digunakan tidak hanya untuk menaklukan kroni kapitalisme, tapi sebagai representasi kekuatan ekonomi terbesar rakyat mayoritas. Bila BUMN mampu menjadi tulang punggung ekonomi negara, dan berperan menyumbang mayoritas GDP Indonesia, maka ekonomi nasional dikuasai oleh negara via BUMN dan bukannya oleh oligarki, artinya juga dikuasai oleh rakyat mayoritas di Indonesia atau kaum muslim dan pribumi. Oligarki mungkin bisa dan menguasai sektor swasta, tapi porsinya minoritas dibanding ekonomi BUMN.

Namun kesejahteraan yang dihasilkan oleh BUMN tidak serta merta dibagi bagi buat bancakan, namun untuk menyelenggarakan kesejahteraan sosial, terutama pendidikan berkualitas gratis, kesehatan gratis, dan juga perumahan murah. pertanyaan yang layak diajukan adalah apakah kaum mayoritas moslem dengan populasi 87% ini bisa dan mampu memaksimalkan fasilitas kesejahteraan negara yang berupa pendidikan gratis berkualitas untuk membangun masa depannya sendiri?

Selama ini moslem di Indonesia masih terjebak kedalam isu formal syariat saja, perdebatannya tidak essensial, dan sangat menguras energi dan melupakan isu isu yang lebih essensial, misal isu seperti ekonomi dan sosial misal kesadaran kelas, atau pentingnya membangun ekonomi nasional dengan konsep nawacita, trisakti atau stateowned BUMN. Tidak heran kalau Prof. Rokhmin Dahuri menyatakan bahwa di luar konsep penguasaan ekonomi BUMN, masyarakat moslem Indonesia hanya menguasai 12% sektor ekonomi Indonesia saja.