Evolusi dan perkembangan teknologi

Evolusi dan perkembangan teknologi
Catatan Wawan Setiawan

——–
Perkembangan science, yang mengurai kinerja alam selalu diikuti oleh perkembangan teknologi. Di bidang penemuan mekanika kuantum, kemudian diikuti oleh perkembangan nanotechnology. Evolusi selama ini kita kenal hanya merupakan ilmu yang mengurai asal usul mahluk hidup saja, tapi sebenarnya evolusi tidak sekecil itu, berkat ilmu atau pengetahuan modern evolusi, maka kita mengenal teknologi cloning, genome sequeencing ataupun rekayasa genetika atau CRISPR.

Belakangan ini, ilmuwan di bidang rekayasa genetika telah berhasil menyatukan embrio babi dan manusia dan di-inject tubuh biologis babi yang mengandung. Dalam pengamatan selama beberapa hari, sel sel manusia yang diinjekan tumbuh dan berkembang, tapi tidak efisien karena hanya sedikit sel yang tumbuh dan berkembang. Menurut ilmuwan hal ini adalah karena perbedaan evolusi manusia dan babi yang berbeda cukup jauh. Namun perkembangan ini cukup mencengangkan, karena bisa mencampur dua sel yang berlainan yaitu manusia dan babi. Percobaan sebelumnya sudah diujicoba di tikus dan berhasil. Penemuan ini tindak lanjutnya bisa menciptakan organ pankreas, ginjal, atau hati untuk dicangkok ke dalam tubuh manusia.

Penemuan ini saya rasa cukup kontroversial karena didalam perpekstive agama, percobaan ini dianggap melanggar etika. Anda bisa bayangkan bagaimana sell babi di mix dengan sell manusia dan kemudian dikembangkan melalui janin babi. Namun ilmu pengetahuan akan berkembang terus, dengan ide ide baru, semisal teknologi print 3D juga sudah harus bisa menciptakan organ mahluk hidup.

Abad 21 ini, saya pikir adalah abad dimana kemajuan sains dan teknologi sangat pesat. Selain teknologi print 3D, rekayasa genetika, ada juga di bidang fisika yaitu kuantum teleportation, atau kuantum komputer dan kuantum internet, dan di bidang IT kecerdasan buatan atau AI, dimana robot sudah mampu mengalahkan manusia dengan telak dalam permainan strategi seperti catur atau Go. Di bidang neurosains, ilmuwan telah mampu memanipulasi neuron tikus melalui optic agar tikus berubah menjadi binatang pembunuh dengan cara memanipulasi neuron-nya.

Kini kita hidup di zaman dimana kepercayaan kepercayaan lama kita, bisa kita anggap keliru, dan sains yang berjasa membuka misteri alam ini, sehingga kita juga memperoleh gambaran yang tepat terhadap alam dan mahluk hidup. Implementasi sains yang berupa teknologi juga mengarah ke hal positive, misal rekayasa genetika bisa kita manfaatkan untuk menghilangkan penyakit degeneratif atau penyakit turunan, selain itu teknologi cangkok organ binatang ke manusia bisa berkembang sangat pesat. Semua ini dihasilkan oleh kerja keras dan ide ide kreatif para ilmuwan.

Semoga di masa depan sains akan banyak membantu manusia baik dalam pemahaman akan alam atau untuk kesehatan manusia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s