Monthly Archives: February 2017

Russia, Liberalisme dan Vladimir Putin

Russia, Liberalisme dan Vladimir Putin
Catatan Wawan Setiawan

——–

Tahun 1991 adalah tahun dimana Uni Soviet membubarkan diri. Negara SSR atau negara pembentuk Uni Soviet seperti Russia, Ukraina, Kazakhtan, Uzbekistan, Turkmenistan, dan yang lainnya telah memerdekakan atau melepaskan diri. Russia mendirikan negara baru Russia Federation dibawah pimpinan Boris Yeltsin yang liberalis dan berwawasan barat. Yeltsin membawa Russia ke arah liberal, termasuk ekonominya, sehingga banyak perusahaan negara atau BUMN yang diprivatisasi atau diserahkan kepada swasta.

Boris Yeltsin bersama kroninya, Mikhail Khodorkovsky yang mendirikan perusahaan minyak Yukos, Boris Berezovsky, ataupun Roman Abramovich menguasai ekonomi negara Russia. Konon akibat kroni oligarki kapitalis ini, kemiskinan di Russia sangat tinggi, mencapai hampir 50% warga negara. Yang miskin semakin miskin, Yeltsin juga mencabut tunjangan sosial warganegara. Periode ini berlangsung dari tahun 1991 sampai dengan tahun 2000. Periode tahun 2000, Vladimir Putin yang sebelumnya atau tahun 1999-2000 ditunjuk sebagai PM, naik menjadi Presiden. Pada masa jabatan pertama Putin sebagai Presiden ekonomi Russia mulai tumbuh. Hal ini tak lepas juga karena harga minyak internasional sedang cukup tinggi. GDP Russia di masa awal pemerintahan Presiden Putin membesar atau naik hingga 72%. Putin juga melakukan nasionalisasi perusahaan perusahaan minyak seperti Yukos yang sebelumnya dimiliki oleh Mikhail Khodorkovsky dan juga Sibneft yang dimiliki oleh boss Chelsea, Roman Abramovich.

Tahun 2006, di era Presiden Putin, Russia juga melunasi hutangnya ke troika atau Paris Club, sebelumnya hutang Russia atau Soviet hampir 100% GDP, namun saat ini hutang Russia hanya berkisar 25% dari GDP. Tahun 2008 hingga saat ini, Russia terkena krisis kembali, impact dari krisis global dan krisis di Amerika. Russia juga diembargo ekonominya karena kasus anexasi Crimea. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang sudah stabil di sekitaran 3.5% di tahun 2012, turun drastis hanya dibawah sekitar 1% ditahun 2013 dan 2014, dan menjadi minus di tahun 2015 dan 2016 ini.

Russia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, terutama mineral. Saat ini cadangan gas yang diketemukan paling besar di Russia, selain itu Russia juga memproduksi minyak nomor dua terbesar setelah Arab Saudi, dan pernah juga kemampuan produksi minyak Russia menyalib Arab Saudi. Namun kekayaan ini bukannya tidak membawa impact, kutukan negara kaya sumber daya alam atau paradox berkelimpahan, menghinggapi Russia, dari ekonomi-nya yang ketergantungan gas dan minyak atau raw material, sampai masalah korupsi yang juga cukup massive. Russia juga menempati peringkat pertama dalam kroni kapitalisme index, ini menunjukan kesenjangan sosial yang cukup tinggi.

Presiden Vladimir Putin sendiri menurut Telegraph, surat kabar Inggris, dianggap mempunyai kekayaan sekitar 40 billion usd, dan Roman Abramovich diberitakan memberikan Yacht terhadap Presiden Putin dengan nilai sebesar usd 35 million.

Hal ini menunjukan ekonomi Russia masih dikuasai oleh oligarki, dari oligarki semasa Presiden Boris Yeltsin, berganti ke oligarki Presiden Putin. Russia belum bisa seperti negara eropa barat, yang ekonominya liberal namun hukum benar benar ditegakan, serta jaminan sosialnya sangat bagus. Russia masih seperti Venezuela, Arab Saudi, Indonesia, dimana kutukan negara kaya sumber daya alam masih massive menghinggapi pemerintahan.

Advertisements

Lomba teknologi luar angkasa

Lomba teknologi luar angkasa
Catatan Wawan Setiawan

———

Teknologi luar angkasa, boleh dibilang sebagai teknologi maju yang menjadi acuan suatu negara dalam penguasaan teknologinya. Suatu negara, apabila menguasai teknologi luar angkasa, maka akan mendapat predikat sebagai negara dengan teknologi termaju. Tidak heran setelah kemenangan perang dunia kedua, Amerika dan Soviet bersaing dalam perkembangan teknologi luar angkasa. Soviet yang akhirnya lebih dulu meluncurkan satellite Sputnik pada 4 Oktober 1957. Setelah keberhasilan meluncurkan satellite sputnik, Soviet juga berhasil mengirim manusia pertama, Yuri Gagarin mengorbit di angkasa luar pada 12 April 1961.

Namun Amerika memenangkan persaingan lomba angkasa luar dengan mengirim Astronot ke bulan melalui Apollo 11. 20 July 1969 Edwin Aldrin berhasil mendaratkan lunar module ke bulan. 3 Astronot Apollo 11 adalah Neil Armstrong, Edwin Aldrin, dan Michael Collins.

Saat ini 48 tahun setelah pendaratan manusia ke bulan, Amerika justru menonaktifkan pesawat ulang alik mereka, karena ada pemangkasan dana operasional NASA oleh pemerintah Amerika yg sedang krisis, sehingga peluncuran astronot Amerika ke Internasional Space Station atau ISS melalui Soyuz Russia.

Dengan keadaan seperti ini, Amerika memberikan keleluasaan pengembangan pesawat antariksa angkasa luar ke pihak swasta. Tak pelah hal ini disambut dengan hangat dengan munculnya SpaceX, perusahaan transportasi angkasa luar yang digagas oleh Elon Musk, boss Tesla Motor, dan juga Virgin Galactic yang dipunyai Sir Richard Branson, boss penerbangan dengan brand Virgin, serta juga boss Amazon, Jeff Bezos yang mendirikan Blue Origin. Ketiganya masih dalam tahap pengembangan, jadi belum ada yang membawa wisatawan ke angkasa luar.

Saat ini pesawat angkasa luar yang beroperasi hanya Soyuz milik Russia dan Shenzhou milik China. Didalam hal pentingnya lomba penguasaan angkasa luar ini, China dan Russia cukup progresive melakukan inovasi. China pernah mengirimkan Taikonot Wang Yaping yang memberikan pendidikan fisika dari stasiun angkasa luar China ke 60 juta anak anak di China, dan mereka juga melakukan teleconference. Ini investasi China terhadap masa depan pendidikan anak anak di China, dengan memberikan bekal ilmu exacta yaitu fisika langsung dari stasiun angkasa luar China

Russia juga pernah berinovasi terhadap Soyuz. Perjalanan ke ISS biasa ditempuh dalam waktu 48 jam, namun Soyuz Russia pernah melakukan perjalanan ke ISS hanya dalam tempo 6 jam saja, atau 8 kali lebih cepat dari perjalanan konvensional.

Selain Russia, Amerika, dan China, …India juga baru saja mencetak rekor dengan mengirimkan 107 Satellite dalam 1 rocket, memecahkan rekor Russia yang membawa 37 Satellite dalam 1 rocket. India juga telah berhasil meluncurkan satellite ke planet Mars. Sedangkan China telah berhasil neluncurkan robot pertamanya ke bulan. Tak pelak perlombaan penguasaan angkasa luar semakin menarik. Russia yang selama ini menguasai teknologi angkasa luar mulai mendapat persaingan sengit, tidak hanya dari Amerika, tapi juga dari India dan China.

Masa depan adalah penguasaan angkasa luar, termasuk mencari sumber daya alam seperti oil dan gas di bulan, asteroid, ataupun planet mars.

Kemakmuran, keadilan ekonomi, dan tantangannya.

Kemakmuran, keadilan ekonomi, dan tantangannya.
Tinjauan ekonomi sosialisme timur tengah

Catatan Wawan Setiawan

—–

Saat ini, tahun 2017 pertumbuhan ekonomi dunia sedang melambat, karena krisis yang berasal dari Amerika sejak krisis oktober 2008. Namun saat ini harga komoditas jatuh, sehingga menganggu negara negara yg expor komoditas tanpa punya diversifikasi ekonomi. Sebagai contoh Venezuela, mengalami krisis mata uang, karena ekonomi Venezuela 90% ekspor minyak, sedangkan harga minyak telah jatuh mencapai titik usd 30, dan sulit kembali ke harga usd 100 keatas. Russia dan Arab Saudi juga terkena imbas, karena ekonomi negara ini juga dependen terhadap oil dan gas-nya cukup tinggi

Melihat fenomena ini, banyak negara yg menjadi exporter raw material mencoba melakukan reformasi ekonomi. Misalnya Arab Saudi, akan menjual saham Saudi Aramco-nya sebesar 49% dalam kurun waktu 10 tahun. Negara seperti Uni Emirat Arab atau Dubai sudah lebih canggih lagi. Meski negeri kaya minyak dan jumlah penduduknya relatif sedikit, sudah sejak sekitar tahun 1980, Dubai sudah mendiversifikasi ekonomi-nya menjadi ekonomi industry, dan pariwisata. Dubai telah membangun bangunan tertinggi di dunia, yaitu Burj Dubai, juga melakukan reklamasi laut demi membuat pulau yang indah yang dinamai palm dubai. Orang western pada dasarnya juga banyak yang ke Dubai, karena Dubai meski negara yg menerapkan sharia Islam, namun penduduknya cukup toleran dengan western. Populasi western di Dubai bahkan mencapai 10%

Dubai, meski negara islam sunni, termasuk negara yang sangat makmur dengan pendapatan per kapita yang cukup tinggi, sekitar usd 44000. Pendapatan terbesar Dubai, tidak seperti yang anda kira, bukan dari minyak, tapi dari pembangunan real estate, financial service, dan konstruksi. Sudah sejak 1980-1990 Dubai menyadari bahwa kekayaan alam-nya akan segera habis, sehingga mereka mendiversifikasi ekonominya. Pendapatan ekspor minyak Dubai saat ini hanya berkontribusi sekitar 25% saja. Index HDI Dubai juga cukup tinggi.

Selain negara Islam sunni Dubai, ada juga negara yang dianggap paling makmur karena pendapatan per kapitanya paling tinggi, yaitu Qatar. Income per kapita Qatar mencapai usd 88000. Selain itu negara Qatar juga mempunyai HDI yang tergolong tinggi. Selain itu masih ada negara Bahrain, yang pendapatan per kapita-nya usd 50000, dan merupakan negara yang cukup makmur.

Negara UAE, Qatar, ataupun Bahrain, adalah awalnya negara yang kaya akan minyak dan gas bumi. Setelah panen terhadap bisnis minyak dan gas, uangnya mereka investasikan ke berbagai bidang, misal membangun infrastruktur dan membangun destinasi wisata, ataupun real estate seperti yang dilakukan oleh Dubai dengan Burj dan Palm Dubai. Selain itu mereka juga masuk ke bisnis financial services

Negara negara teluk ini, telah jauh hari mendiversifikasi ekonominya, mereka sudah sadar betul bahwa bisnis raw material oil dan gas adalah bisnis yg cukup rawan karena harganya fluktuatif. Akibat ekonomi UAE, Bahrain, Qatar sudah didiversifikasi sejak sekitaran tahun 1980-1990, maka ketika harga oil dan gas anjlok ditahun 2015, UAE, Bahrain, maupun Qatar tidak mengalami guncangan ekonomi seperti hal-nya Arab Saudi maupun Venezuela yang ekonomi-nya masih sangat menggantungkan dengan oil dan gas export. Negara negara timur tengah ini, rata rata negara sosialis kerajaan, negara biasanya menggratiskan pendidikan dan kesehatan bagi warga negaranya, dan juga mungkin subsidi atau tunjangan lainnya.

Jadi, negara negara teluk seperti UAE, Qatar, Bahrain, adalah negara kaya makmur, dan juga sosialis karena banyak memberikan subsidi ke rakyat, dan mereka telah mendiversifikasikan ekonominya sehingga tidak hanya tergantung ekonomi export oil dan gas saja. Selain itu penduduk atau warga negara dari UAE, Bahrain, maupun Qatar mempunyai HDI yang cukup tinggi.

3 hal yang akan mengubah dunia

3 hal yang akan mengubah dunia
Catatan Wawan Setiawan

——–
Saat ini sudah menginjak abad 21, abad dimana sains dan teknologi berkembang sangat pesat di barat. Ilmuwan dan engineer berlomba lomba untuk melakukan percobaan dan penelitian. Namun secara garis besar, kemajuan sains dan teknologi tak lepas dari 3 hal berikut:

1. Evolusi
Evolusi adalah bahasan sejak sebelum masehi oleh para pemikir Yunani terutama Anaximander. Di era Abbasiyah, dimana era golden age Islam, evolusi diulas lagi oleh Al Jahiz dengan bukunya berjudul Al-Hayawan. Theori evolusi ini berimplikasi dengan teknologi khususnya rekayasa genetika atau biasa disebut sebagai CRISPR. Rekayasa genetika juga telah mencapai percobaan penyatuan sel manusia dan babi dan lantas di embriokan didalam tubuh babi. Hal ini tak pelak memancing kontroversi, karena didalam kepercayaan agama, manusia adalah mahluk khusus yang mulia, berbeda dengan binatang. Namun didalam perspektive evolusi, manusia adalah satu anchestor atau satu nenek moyang dengan kera, atau bonobo, termasuk juga mempunyai kemiripan DNA dengan babi mencapai 97%-99%.

Teknologi rekayasa genetika, secara umum bisa mengubah atau melakukan edit genetika dengan tujuan menghilangkan penyakit degeneratif atau melakukan cangkok ginjal, hati, ataupun lever di binatang dan lantas digunakan oleh manusia.
Namun di Amerika ketika diadakan survey, mengapa tertarik rekayasa genetika, mereka banyak yang menjawab ingin mengedit genetika agar mempunyai anak yang cerdas.

2. Mekanika Kuantum
Mekanika kuantum dimulai dari fisikawan Max Planck dan Albert Einstein yang meneliti tentang photon atau partikel cahaya. Kemudian dilanjutkan oleh fisikawan kuantum lainnya seperti Niels Bohr, Werner Heisenberg, Paul Diract hingga Richard Feynman.

Mekanika kuantum melahirkan teknologi nano, atau teknologi seperti smartphone yang banyak kita pakai saat ini. Ini tak pelak dari andil Richard Feynman ketika memberikan kuliah “There is plenty of room at the bottom”. Mekanika kuantum juga mempelopori teknologi kuantum komputasi maupun kuantum internet. Kuantum komputasi ataupun kuantum internet adalah komputasi yang memproses binari 0 dan 1 secara bersamaan atau disebut dengan qubit. Saat ini komputasi konvensional masih memproses binari 0 dan 1 secara bergantian. Hasil dari qubit, yang bisa digandakan sampai 512 qubit dan seterusnya, maka kecepatan komputasi akan menjadi ribuan kali bahkan jutaan kali lebih cepat dari komputasi konvensional.

3. Neurosains dan AI
Abad 17-19 adalah abad dimana philosopher masih mencari tentang kebenaran terutama tentang manusia, dan akal-nya. Apakah akal atau mind manusia itu terpisah dari tubuh, atau tubuh manusia dihuni oleh ruh yang menggerakan akal, atau mind manusia itu sebenarnya buah dari adanya otak atau brain. Filsuf Rene Descartes dikenal sebagai filsuf yang mengurai didalam tubuh manusia ada ruh atau hantu yang mengendalikan tubuh. Filsafat ini disebut filsafat dualisme. Sedangkan David Hume hingga Vladimir Lenin mempercayai bahwa mind manusia tidak terlepas dari adanya otak atau jaringan neuron. Antonio Damasio, ilmuwan neurosains memberikan pandangannya lewat buku “Descartes Error” dan menegaskan bahwa mind adalah buah kerja dari adanya otak, seperti halnya philosopher Daniel Dennet. Pandangan ini disebut sebagai monism materialism.

Kemajuan neurosains ini lantas diimplementasikan di teknologi AI. Ilmuwan computer sains, menciptakan komputer yang bekerja artifisial seperti kinerja system neuron untuk menciptakan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan yang dibuat oleh ilmuwan saat ini sudah bisa mengalahkan manusia didalam permainan catur, permainan strategi Go, ataupun telah menyerupai kecerdasan manusia di bidang lainnya. AI juga telah dikembangkan ke arah menciptakan artifisial emosi didalam mesin. Banyak pakar atau ilmuwan, seperti fisikawan Stephen Hawking, teknolog Elon Musk, dan lain sebagainya mengkhawatirkan bahwa AI kelak akan memusnahkan lapangan kerja manusia. Saat ini robot telah digunakan didalam industry, terutama industry produk massal.