Monthly Archives: April 2017

Komunisme dan Atheisme

Komunisme dan Atheisme
Catatan Wawan Setiawan

——
Di media sosial, banyak sekali saya dapatkan pertanyaan yang menyangkut tentang Komunisme maupun Atheisme. Di Indonesia ini, saya kira telah tercuci otak oleh rezim orde baru, bahwa Komunis dianggap atheis. Mereka yang menganggap Komunis adalah atheis, mungkin belum pernah membaca bahwa Bung Karno pernah mengajak DN Aidit ke sidang umum PBB, dan Bung Karno berpidato mengenalkan “Pancasila” yang sila pertamanya adalah “Ketuhanan Yang Maha Esa” juga dianut atau diterima oleh DN Aidit sebagai ketua Partai Komunis Indonesia.

Selain itu, hampir semua pejuang Indonesia yang masuk ke paham Komunisme juga banyak yang muslim, misal Haji Misbach, Mas Marco, atau Tan Malaka yang didalam konggres komintern ke 4 di Moscow membawakan tema “Komunisme dan Pan Islamisme”. Islam dalam pandangan Tan Malaka juga merupakan golongan tertindas atau terkolonialisasi.

Cikal bakal PKI di Indonesia awalnya dari ISDV, yang didirikan oleh Henk Sneevliet, dan kemudian masuk ke Sarekat Islam menjadi Sarekat Islam merah. Pada tahun 1926 terjadi pemberontakan PKI di Banten dan Silungkang, yang berjuang mengangkat senjata melawan kolonialis Belanda tentunya juga para santri dan kiai kiai merah.

Sinkretisme Marxisme dan agama di Indonesia, sebenarnya telah ditulis oleh Ir. Soekarno tahun 1926, berjudul “Nasionalisme, Agama, dan Marxisme”. Bung Karno menginginkan ketiga kekuatan itu bersatu untuk melawan penjajah dan mendirikan negara merdeka. Sinkretisme Islam dan Marxisme juga ada di negara negara Timur Tengah, misal partai Baa’th yang sosialis religius yang berada di Iraq maupun Suriah. Atau partai Komunis Palestina yang salah satu tokohnya adalah George Habash, Partai Komunis juga terdapat di Iraq, Suriah, Iran, Bahrain, Afghanistan, Mesir, dlsb.

Sedangkan di Amerika Selatan, kita mengenal teologi pembebasan, teologi pembebasan tak lain adalah sinkretisme antara paham sosialis dan agama katolik. Negara seperti Paraguay, Peru, Bolivia, Chili, dlsb adalah negara negara penganut marxisme yang mereka kawinkan dengan agama.

Dari fakta fakta tersebut maka Marxisme sebenarnya bukan ideologi anti tuhan atau anti agama, persepsi komunis atau sosialis anti tuhan dan anti agama saya kira karena Karl Marx dan Lenin yang hidup di abad 19-20 di eropa menyaksikan bahwa praktek kekristenan telah menjadi alat penghisap kapitalisme. Marx menyatakan bahwa “agama adalah candu masyarakat”. Vladimir Lenin sendiri dalam tulisannya “Sosialisme dan Agama” menyatakan bahwa anggota partai diperbolehkan beragama namun itu menjadi ranah privacy yang bersangkutan. Di tulisan Vladimir Lenin lainnya, mungkin ini yang membuat persepsi Komunis adalah atheis, Lenin menyebut di tulisannya “3 sumber dan 3 komponen Marxisme”, sumber atau komponen pertama adalah “Materialisme”. Materialisme adalah filsafat yang dikembangkan oleh Filsuf Jerman, Ludwig Feuerbach. Materialisme adalah filsafat atheisme, filsafat ini sama dengan pemikiran Demokritus atau Epicurus tentang atomism, atau apa yang ada di dunia tersusun oleh atom semata.

Dari fakta ini, maka hubungan antara Komunis dan Agama sebenarnya dilihat dulu case per case, selama agama mendukung kaum proletar dan revolusioner, maka agama bisa dikawinkan dengan marxisme, sedangkan bila agama menjadi alat kontra revolusioner, maka memang sebaiknya agama dikritik.

Menuju negara kesejahteraan

Menuju negara kesejahteraan
Catatan Wawan Setiawan

—–
Saat ini yang saya tahu, di pemerintah DKI menyediakan KJP/Kartu Jakarta Pintar, KJS/Kartu Jakarta Sehat, dan KJL/Kartu Jakarta Lansia. Selian itu juga ada promosi kandidat gubernur jakarta apabila menang akan memberikan kredit rumah bagi kelas bawah atau penghasilan dibawah 7 juta, untuk mengambil atau membeli rumah sebesar 350 juta dengan DP 0%. Program program ini sebenarnya menarik, karena pro terhadap rakyat kurang mampu.

Namun tampaknya saat ini warga negara Jakarta saja yg menerima banyak tunjangan dari pemerintah daerah DKI. Hal ini bisa dimaklumi karena dana APBD DKI sangat besar. Sebenarnya sudah semestinya bahwa KJP, KJS, ataupun KJL menjadi program nasional dan ditangani oleh pemerintah pusat. Jaminan pendidikan, kesehatan, dan hari tua ini semestinya masuk ke konstitusi dasar atau amanat konstitusi.

Faktanya negara kita masih menyelenggarakan jaminan kesehatan berbasis asuransi BPJS, bukan atas dasar negara menyelenggarakan jaminan kesehatan secara gratis ke warga negara-nya.

Alangkah indahnya jika jaminan sosial yang mewah bagi penduduk warga DKI, bisa diimplementasikan secara nasional, bukan kedaerahan lagi. Pemerintah pusat yg harus punya inisiatif untuk masalah ini. Apabila jaminan kesehatan, pendidikan, dan hari tua masuk ke konstitusi dan diselenggarakan oleh pemerintah pusat, maka jelas negara Indonesia ini menuju ke negara sosialisme dan kesejahteraan

Market Capitalization

Market Capitalization
Catatan Wawan Setiawan

——-

Saat ini di dunia bisnis, forbes melansir bahwa 10 besar orang terkaya adalah mereka sang innovator terutama IT dan berkantor di Silicon Valley. Di deretan 10 besar ada Bill Gates, duo Google Larry Page dan Sergey Brin, Jeff Bezos maupun Mark Zuckerberg. Mereka rata rata mempunyai perusahaan IT, sedangkan IT saat ini maju pesat dengan adanya Artificial Intelligence. Saham saham perusahaan di Silicon Valley juga rata rata sangat diminati dan market capitalization mereka rata rata tinggi.

Umumnya, untuk menilai sebuah perusahaan, kita melihat asset, misal tanah, rumah, mobil, dan perangkat lainnya, tapi di IT sungguh sungguh berbeda. Orang IT menawarkan konsep atau gagasan sudah bisa menarik investor.

Selain itu harga saham perusahaan IT tergolong tinggi dengan market capitalization yang juga tinggi. Seperti Google mempunyai market cap 574 b, sedangkan Microsoft sekitar 504 b, Apple sendiri, sudah sejak tahun 2012 rasanya menjadi perusahaan dng market cap terbesar di dunia, saat ini tercatat 742.19b

Perusahaan perusahaan ini juga sedang berlomba untuk menjadi perusahaan dengan market cap 1 trillion usd. Untuk saat ini Apple yang sepertinya masih leading.

Di luar persaingan untuk menjadi perusahaan dengan market cap 1 trillion, sebenarnya kapitalisasi IBM di tahun 1985 sebesar 209 b. mengalahkan Exxon Mobile yang market capnya hanya 89 b. IBM saat itu menjadi perusahaan dengan market cap terbesar, dan apabila dihitung dengan inflasi dari tahun 1985 sampai tahun 2015, maka market capitalization IBM di tahun 1985 adalah 1.2 Trllion usd, terbesar didalam sejarah.

Kalau dicermati secara teliti, perusahaan IT lebih banyak menjual asset intangiblenya, misalnya masa depan perusahaan atau database. Mahalnya market cap perusahaan IT juga akibat perusahaan IT membawa prospek masa depan yang bagus.

Uniknya karakteristik bisnis IT adalah seperti yg terjadi di Tesla milik Elon Musk. Tesla telah menjadi perusahaan otomotive terbesar di Amerika mengalahkan General Motor. Dalam hal penjualan, profit, asset, General Motor lebih unggul daripada Tesla, namun market cap Tesla yg menjadi nomor satu di Amerika mengalahkan GM karena Tesla dianggap sebagai industry otomotif yang futuristik dan menjanjikan masa depan yang lebih baik lagi.

Materialisme dan kuantum mekanik
Catatan Wawan Setiawan
——

Di era renaissance atau abad pencerahan eropa, beberapa pemikir seperti Ludwig Feuerbach, David Hume, Vladimir Lenin, dan lain sebagainya mengenalkan filsafat materialisme. Filsafat ini berkembang setelah Charles Darwin membuka theory evolusi dan Newton membuat rumus fisika classical mechanic. Didalam filsafat monism materialism, maka materi dianggap yang substances, sedangkan gelombang, atau efek lain seperti gravitasi dianggap yang sekunder, tanpa adanya materi maka tidak akan ada gelombang atau gravitasi.

Hal ini bisa dimaklumi karena filsafat monism materialism berkembang atas dasar Newtonian dan kuantum mekanika belum di riset. Setelah ilmuwan seperti Niels Bohr, Paul Diract, Werner Heisenberg, dan fisikawan top lainnya melakukan riset kuantum mekanika, maka semua pengetahuan yg sudah didapatkan seperti hancur tak berarti, karena di bidang kuantum mekanika ini banyak terjadi keanehan, selain uncertainty, juga tentang superposition yang dikembangkan oleh Erwin Schrodinger, dan juga di ranah kuantum mekanika ini sudah tidak jelas mana yang subtance karena adanya duality wave-particle, wave atau gelombang di saat tertentu berlaku seperti partikel, dan disaat yang lain berlaku sebagai gelombang. Dalam theory String, juga menganggap bahwa segalanya tersusun atas gelombang atau waves. Dengan demikian materi yang dianggap sebagai substances menjadi kabur. Tapi ini tidak begitu saja menjadi kesimpulan bahwa filsafat monism materialism adalah filsafat yang keliru. Filsafat monism materialism masih kompatibel dengan perkembangan ilmu kuantum mekanika, yang membedakannya adalah hal yg menjadi substance saja bergeser dari materi ke materi dan juga gelombang, antara materi dan gelombang itu monism atau satu, namun tidak ada yang menjadi substance. Hubungan antara partikel, massa, energy, dan wave atau gelombang itu menyatu, tidak bisa dipisahkan, misal memisahkan gelombang dari partikel.

Dengan demikian filsafat monism materialism yang menjadi filsafat fisikalisme abad 19 telah terevisi kedalam pengetahuan kuantum mekanika, terutama tentang duality wave dan partikel.

Masalah bagaimana filsafat materialisme terevisi terhadap sains, seperti apa yang ditulis oleh Vladimir Lenin di buku “Materialism and Empirio-Criticsm” bahwa materi terdialektika, atau materi akan bisa dibagi menjadi cacahan cacahan yang lebih kecil lagi. demikian terus menerus, sebuah benda tersusun oleh aton, dan atom juga tersusun oleh sub-atom, demikian terus menerus sampai dicacah lagi menjadi kuark. Kuark-pun pada masanya akan bisa tercacah cacah lagi. Hal ini hanya memerlukan pemahaman yang lebih dalam terhadap filsafat dialektika materialisme dan kemajuan ilmu fisika. dan kita sadar secara essensial filsafat materialisme tidak runtuh, hanya apa yang menjadi substansi telah bergeser saja.

Materialisme dan kuantum mekanik

Materialisme dan kuantum mekanik
Catatan Wawan Setiawan

——

Di era renaissance atau abad pencerahan eropa, beberapa pemikir seperti Ludwig Feuerbach, David Hume, Vladimir Lenin, dan lain sebagainya mengenalkan filsafat materialisme. Filsafat ini berkembang setelah Charles Darwin membuka theory evolusi dan Newton membuat rumus fisika classical mechanic. Didalam filsafat monism materialism, maka materi dianggap yang substances, sedangkan gelombang, atau efek lain seperti gravitasi dianggap yang sekunder, tanpa adanya materi maka tidak akan ada gelombang atau gravitasi.

Hal ini bisa dimaklumi karena filsafat monism materialism berkembang atas dasar Newtonian dan kuantum mekanika belum di riset. Setelah ilmuwan seperti Niel Bohrs, Paul Diract, Werner Heisenberg, dan fisikawan top lainnya melakukan riset kuantum mekanika, maka semua pengetahuan yg sudah didapatkan seperti hancur tak berarti, karena di bidang kuantum mekanika ini banyak terjadi keanehan, selain uncertainty, juga tentang superposition yang dikembangkan oleh Erwin Schrodinger, dan juga di ranah kuantum mekanika ini sudah tidak jelas mana yang subtance karena adanya duality wave-particle, wave atau gelombang di saat tertentu berlaku seperti partikel, dan disaat yang lain berlaku sebagai gelombang. Dalam theory String, juga menganggap bahwa segalanya tersusun atas gelombang atau waves. Dengan demikian materi yang dianggap sebagai substances menjadi kabur. Tapi ini tidak begitu saja menjadi kesimpulan bahwa filsafat monism materialism adalah filsafat yang keliru. Filsafat monism materialism masih kompatibel dengan perkembangan ilmu kuantum mekanika, yang membedakannya adalah hal yg menjadi substance saja bergeser dari materi ke materi dan juga gelombang, antara materi dan gelombang itu monism atau satu, namun tidak ada yang menjadi substance. Hubungan antara partikel, massa, energy, dan wave atau gelombang itu menyatu, tidak bisa dipisahkan, misal memisahkan gelombang dari partikel.

Dengan demikian filsafat monism materialism yang menjadi filsafat fisikalisme abad 19 telah terevisi kedalam pengetahuan kuantum mekanika, terutama tentang duality wave dan partikel.

Masalah bagaimana filsafat materialisme terevisi terhadap sains, seperti apa yang ditulis oleh Vladimir Lenin di buku “Materialism and Empirio-Criticsm” bahwa materi terdialektika, atau materi akan bisa dibagi menjadi cacahan cacahan yang lebih kecil lagi. demikian terus menerus, sebuah benda tersusun oleh aton, dan atom juga tersusun oleh sub-atom, demikian terus menerus sampai dicacah lagi menjadi kuark. Hal ini hanya memerlukan pemahaman yang lebih dalam terhadap filsafat dialektika materialisme dan kemajuan ilmu fisika. dan kita sadar secara essensial filsafat materialisme tidak runtuh, hanya apa yang menjadi substansi telah bergeser saja.