Komunisme dan Atheisme

Komunisme dan Atheisme
Catatan Wawan Setiawan

——
Di media sosial, banyak sekali saya dapatkan pertanyaan yang menyangkut tentang Komunisme maupun Atheisme. Di Indonesia ini, saya kira telah tercuci otak oleh rezim orde baru, bahwa Komunis dianggap atheis. Mereka yang menganggap Komunis adalah atheis, mungkin belum pernah membaca bahwa Bung Karno pernah mengajak DN Aidit ke sidang umum PBB, dan Bung Karno berpidato mengenalkan “Pancasila” yang sila pertamanya adalah “Ketuhanan Yang Maha Esa” juga dianut atau diterima oleh DN Aidit sebagai ketua Partai Komunis Indonesia.

Selain itu, hampir semua pejuang Indonesia yang masuk ke paham Komunisme juga banyak yang muslim, misal Haji Misbach, Mas Marco, atau Tan Malaka yang didalam konggres komintern ke 4 di Moscow membawakan tema “Komunisme dan Pan Islamisme”. Islam dalam pandangan Tan Malaka juga merupakan golongan tertindas atau terkolonialisasi.

Cikal bakal PKI di Indonesia awalnya dari ISDV, yang didirikan oleh Henk Sneevliet, dan kemudian masuk ke Sarekat Islam menjadi Sarekat Islam merah. Pada tahun 1926 terjadi pemberontakan PKI di Banten dan Silungkang, yang berjuang mengangkat senjata melawan kolonialis Belanda tentunya juga para santri dan kiai kiai merah.

Sinkretisme Marxisme dan agama di Indonesia, sebenarnya telah ditulis oleh Ir. Soekarno tahun 1926, berjudul “Nasionalisme, Agama, dan Marxisme”. Bung Karno menginginkan ketiga kekuatan itu bersatu untuk melawan penjajah dan mendirikan negara merdeka. Sinkretisme Islam dan Marxisme juga ada di negara negara Timur Tengah, misal partai Baa’th yang sosialis religius yang berada di Iraq maupun Suriah. Atau partai Komunis Palestina yang salah satu tokohnya adalah George Habash, Partai Komunis juga terdapat di Iraq, Suriah, Iran, Bahrain, Afghanistan, Mesir, dlsb.

Sedangkan di Amerika Selatan, kita mengenal teologi pembebasan, teologi pembebasan tak lain adalah sinkretisme antara paham sosialis dan agama katolik. Negara seperti Paraguay, Peru, Bolivia, Chili, dlsb adalah negara negara penganut marxisme yang mereka kawinkan dengan agama.

Dari fakta fakta tersebut maka Marxisme sebenarnya bukan ideologi anti tuhan atau anti agama, persepsi komunis atau sosialis anti tuhan dan anti agama saya kira karena Karl Marx dan Lenin yang hidup di abad 19-20 di eropa menyaksikan bahwa praktek kekristenan telah menjadi alat penghisap kapitalisme. Marx menyatakan bahwa “agama adalah candu masyarakat”. Vladimir Lenin sendiri dalam tulisannya “Sosialisme dan Agama” menyatakan bahwa anggota partai diperbolehkan beragama namun itu menjadi ranah privacy yang bersangkutan. Di tulisan Vladimir Lenin lainnya, mungkin ini yang membuat persepsi Komunis adalah atheis, Lenin menyebut di tulisannya “3 sumber dan 3 komponen Marxisme”, sumber atau komponen pertama adalah “Materialisme”. Materialisme adalah filsafat yang dikembangkan oleh Filsuf Jerman, Ludwig Feuerbach. Materialisme adalah filsafat atheisme, filsafat ini sama dengan pemikiran Demokritus atau Epicurus tentang atomism, atau apa yang ada di dunia tersusun oleh atom semata.

Dari fakta ini, maka hubungan antara Komunis dan Agama sebenarnya dilihat dulu case per case, selama agama mendukung kaum proletar dan revolusioner, maka agama bisa dikawinkan dengan marxisme, sedangkan bila agama menjadi alat kontra revolusioner, maka memang sebaiknya agama dikritik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s