Marxisme Leninisme dan Materialisme Dialektika History

Marxisme Leninisme dan Materialisme Dialektika History
Catatan Wawan Setiawan

——
Marxisme Leninisme merupakan ideologi yg dilarang di Indonesia, tapi tetap saja yg ingin tahu tentang ideologi ini juga banyak. Secara populer, Marxisme Leninisme adalah paham Komunis. Namun dalam mempelajari Marxisme Leninisme, ada filsafat–nya yg khusus, yaitu Materialisme Dialektika History. MDH merupakan alat utama analisa dalam ajaran Marxisme Leninisme. Dengan MDH ini kita membuat analisa sendiri terhadap kondisi sosial masyarakat dan waktu tertentu. Soekarno menggunakan analisa kritis MDH dan membuahkan ajaran yg bernama Marhaenisme atau juga Nasakom. Tan Malaka juga mempunyai pisau analisa sendiri thd kondisi sosial masyarakat di masanya, misalnya realita bahwa mayoritas rakyat terjajah di Hindia Belanda adalah moslem, sehingga Tan Malaka menggagas Pan Islamisme.

Dengan adanya MDH, maka Marxisme Leninisme tidaklah menjadi ajaran yang dogmatis, di China, Mao Tse Tung mempunyai analisa sendiri bahwa kaum proletariat di China adalah Petani, sedangkan dalam uraian Karl Marx dan Lenin, kaum proletariat kebanyakan adalah buruh industri. Ini karena di Eropa sudah melewati masa revolusi industri, sedangkan di China masih tradisional. Indonesia kondisinya sama dengan di China, bahwa kebanyakan kaum proletariat adalah petani, sehingga Indonesia memang mengikuti China.

Di era Nikita Khrushchev, Soviet menganggap bahwa China tidak menjalankan Komunisme, ini saya kira hanya perbedaan kaum proletariat saja, bahwa di eropa didominasi oleh buruh, sedang di China didominasi oleh kaum petani.

Saya pribadi mengakui kecerdasan Mao, karena mempunyai pisau analisa yg berbeda dengan Marxisme Leninisme di Eropa, dan Mao mencoba menggabungkan konfusianisme dengan sosialisme, ini menandakan Mao menjunjung budaya sendiri dan menggabungkannya dengan ajaran dari luar negeri.

Saya kira demikianlah Marxisme Leninisme, utamanya adalah Filsafat MDH yg menjadi pisau bedah analisa sosial masyarakat. Marxisme Leninisme janganlah dogmatis, tapi methode analisanya yg kita pakai untuk menganalisa kondisi sosial masyarakat saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s