Presiden Joko Widodo dan Komunisme

Presiden Joko Widodo dan Komunisme
Catatan Wawan Setiawan

——–
Belakangan ini, Presiden Joko Widodo sering mengatakan bahwa PKI adalah anti pancasila dan layak untuk “digebuk” dan “ditendang”. Statemen dari Presiden Joko Widodo seringkali mirip brainwashed orde baru, yg menyatakan bahwa Komunisme di Indonesia anti pancasila dan PKI akan mengganti idelogi negara Indonesia, Pancasila. Saya maklum Presiden Joko Widodo cukup sibuk menjalani aktivitasnya sebagai Presiden Indonesia, tapi mungkin ada baiknya Presiden Joko Widodo memerintahkan atau membentuk suatu team yang mengkaji tentang Komunisme di Indonesia, agar Presiden Joko Widodo mendapat informasi yang benar dan akurat tentang Komunisme di Indonesia

Dalam sejarah yang saya pelajari, ketua PKI DN Aidit menerima Pancasila, dan bahkan mengatakan sila di Pancasila adalah satu kesatuan, tidak bisa dipisah pisahkan. Selain itu DN Aidit bersama PNI dan partai Katolik juga membela Pancasila sebagai ideologi negara di sidang Konstituante 1959, dimana ideologi negara ditinjau kembali, dan pihak Islam politik seperti Masyumi menginginkan Piagam Djakarta kembali, namun akhirnya sidang ini ditutup dengan kembali ke Pancasila dan UUD 1945.

Saya menaruh hormat kepada Presiden Joko Widodo, tapi ada baiknya Presiden Joko Widodo seperti almarhum mantan Presiden Gus Dur, yang mempelajari apa itu Komunisme dan juga sejarah komunisme di Indonesia, dan mempunyai gagasan rekonsiliasi bagi korban tahun 1965 serta bisa mencabut Tap MPRS no 25 tentang larangan mempelajari Marxisme Leninisme. Saat ini statemen Presiden Joko Widodo saya pikir penuh dengan nuansa Orde Baru, yang Komunis Phobia, dan tidak melakukan kajian yang lebih mendalam terhadap sejarah Komunisme di Indonesia. Dengan kajian yang lebih mendalam, kiranya bapak Presiden Joko Widodo akan lebih “aware” terhadap kasus 1965, dan juga lebih memahami bagaimana dinamika Komunisme di Indonesia. Bagaimanapun kaum Komunis juga berjasa dalam gerakan revolusi Indonesia, dan Partai Komunis Indonesia-lah yang menjadi Partai pertama yang memberontak terhadap pemerintah Kolonial Hindia Belanda di tahun 1926.

Bung Karno sendiri menyatakan bahwa Pancasila itu kiri, dan juga satu harmoni dengan Nasakom. Deligitimasi Komunisme saya kira dilakukan oleh rezim orde baru, dan dengan dogmatis, rezim Orde Baru menyatakan bahwa PKI berkhianat dan akan mengganti ideologi negara Pancasila, hal yang sangat kontras jika menyimak bagaimana ketua PKI DN Aidit banyak membela Pancasila.

Hal ini perlu kajian oleh kaum intelektual, dan dengan kajian yang mendalam, saya harapkan Presiden Joko Widodo bisa arif dalam menyikapi Komunisme di Indonesia selama masa pemerintahaannya dan syukur syukur bagi generasi penerusnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s