Mengapa kita mempelajari Marxisme Leninisme?

Mengapa kita mempelajari Marxisme Leninisme?
Catatan Wawan Setiawan

——–

Komunisme, meski telah ditinggalkan di negara negara seperti China dan Russia, namun ruh atau hakekatnya tetap dipegang oleh negara negara tersebut. Mempelajari Marxisme Leninisme atau Komunisme, tidak berarti harus menjadi Komunis, saya sendiri lebih senang menyebut diri sebagai sosialis demokrat. Mempelajari Marxisme Leninisme, sebenarnya adalah mandat sejarah, mengingat hampir semua pendiri negara Indonesia telah membaca tentang Komunisme, termasuk Soekarno, Hatta, Sjahrir, ataupun Tan Malaka. Ir. Soekarno pada tahun 1926 atau tepat di usianya yang 25 tahun telah menulis “Nasionalisme, Agama, dan Marxisme” atau sering disebut pula dengan Nasakom. Komponen orde lama juga terdiri atas kekuatan Nasakom. Selain itu Bung Karno juga sering menyebut bahwa Pancasila itu “kiri” dan kehilangan Partai Komunis Indonesia seperti kehilangan “sanak kadang”

Marxisme Leninisme saya pikir perlu dipelajari, karena unsur utama ajaran ini adalah Materialisme Dialektika History, atau pisau bedah analisis socio kulture masyarakat pada zamannya. Dengan MDH Ir. Soekarno mengenalkan apa yang disebut sebagai “Marhaen”, sebagai ganti istilah Proletariat yg lebih berkorelasi ke buruh industri di Soviet abad 19. Indonesia masih dihuni oleh mayoritas petani, dan buruh tani, sehingga Soekarno menyebut istilah Marhaen, yang diambil dari nama seorang buruh tani di Jawa Barat.

Seperti statemen Presiden Joko Widodo, bahwa Komunisme sekarang sudah banyak ditinggalkan baik di Russia maupun China, tapi Russia modern masih banyak mengadopsi konstitusi Soviet Komunis, diantaranya adalah sektor pendidikan dan kesehatan adalah hak bagi setiap warga negara yang dijamin atau diselenggarakan oleh pemerintah. China dan Russia juga banyak melakukan nasionalisasi, terutama Russia yang sempat sektor vitalnya di peivatisasi di era Boris Yeltsin, dan kemudian oleh Putin di nasionalisasi kembali, dan kebetulan harga minyak tahun 2000-2008 cukup tinggi sehingga Russia boom minyak dan mampu melunasi hutang mereka ke Paris Club pada tahun 2006

Meski saat ini Russia dan China memang menjalankan ekonomi kapitalis, tapi semangat “keadilan sosial” tetap ada dengan dikuasainya sektor vital seperti oil dan gas oleh BUMN Russia.

Marxisme Leninisme bukanlah ajaran dogmatis dan kaku, tapi suatu ajaran yang banyak dikembangkan di banyak tempat, misal di timur tengah menjadi Partai Baath yang beraliran sosialisme. Selain itu dengan adanya ekonomi yg dikuasai dan digerakan oleh BUMN, maka ini adalah mekanisme Marxisme Leninisme modern, dan BUMN secara profesional bisa melakukan privatisasi tapi jangan sampai saham pemerintah dibawah 50.1%.

Tidak ada salahnya mempelajari Marxisme Leninisme, dan siapa saja yang mempelajarinya tidak lantas menjadi Komunis, tapi “ruh” dan “hakekat” Marxisme Leninisme bisa disesuaikan dengan kompleksitas kemajuan zaman. Belajar Marxisme Leninisme setidaknya akan membuat anda kritis terhadap segala fenomena yang terjadi di dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s