Mengurai masalah ekonomi di Indonesia

Mengurai masalah ekonomi di Indonesia
Catatan Wawan Setiawan
————–

Indonesia dimerdekakan oleh Founding Fathers, khususnya Soekarno dan Hatta, dengan mengedepankan jiwa sosialisme. Sosialisme memang suatu ideologi yg lagi trend diabad 18-19, sehingga para founding fathers seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, ataupun HOS Tjokroaminoto semua telah membaca Das Kapital, dan telah sepakat mendirikan negeri Sosialis Indonesia.

Namun dalam perjalanannya, sungguh tidak mulus, banyak sekali terjadi gangguan, misal tragedi separatisme di Indonesia, dan puncaknya Soekarno dipreteli kekuasaannya dan diganti era Orde Baru yg dimotori oleh Soeharto. Di era Soeharto, Indonesia bisa mulus membangun karena selain adanya stabilitas yg diciptakan dengan beking tentara, era Orde Baru juga diwarnai era booming oil dan gas, dan Indonesia telah menjadi salah satu negara anggota OPEC atau pengekspor oil. Ekonomi di era Soeharto berkembang, namun juga diwarnai banyak kebocoran dan oligarki karena Soeharto berkiblat ke barat yg liberal didalam membangun ekonomi.

Setelah Soeharto jatuh, Indonesia rupanya masih terbawa dengan aura Orde Baru, penyakit korupsi masih massive dimana mana. Ini saya pikir adalah salah satu penyakit besar didalam pembangunan ekonomi yg berkeadilan sosial, selain itu di era Soeharto yg telah melahirkan oligarki kapitalisme, banyak sekali taipan raw material atau bahan mentah yg berhasil kaya karena mengeruk kekayaan negara Indonesia. Sayangnya hal ini tidak diikuti dengan kesadaran membayar pajak yang baik, banyak taipan atau oligarki kapitalisme yang menggelapkan pajak, dan juga memarkir kapital atau dana mereka di luar negeri. Untuk itulah pemerintahan Presiden Joko Widodo mengadakan Tax Amnesty agar kapital atau modal dari dalam negeri balik lagi ke Indonesia dan tidak terparkir di luar negeri khususnya di negara tax haven.

Masalah ekonomi lainnya, diantaranya adalah BUMN Indonesia yg cenderung masih menjadi sapi perah dan tempat korupsi yg massive. BUMN belum profesional, mungkin untuk bisa profesional, BUMN harus melakukan privatisasi hingga 49% ke pihak swasta.

Boleh dirangkum, masalah masalah ekonomi di Indonesia, diantaranya adalah
– Kesadaran membayar pajak, dan masih banyak oligarki kapitalis yg menggelapkan pajak. Saat ini menurut Sri Mulyani, atau menteri keuangan, penerimaan negara dari pajak masih jauh dari target.
– Kapital Flight, atau diparkirkannya modal atau kapital para oligarki kapitalis di luar negeri.
– Korupsi yg massive, dari pejabat tinggi sampai ke tingkat desa.
– BUMN yg belum profesional dan masih menjadi ajang korupsi para pejabat.

Indonesia diharapkan bisa kembali ke tujuan para pendirinya, yaitu menjadi negeri welfare state, atau sosialis, dan mampu mengembangkan kemampuan warga negaranya diantaranya dengan subsidi pendidikan atau kesehatan gratis. Pendidikan dan kesehatan gratis saya kira adalah dasar dari negara sosialis atau welfare state.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s