Infrastruktur atau SDM

Infrastruktur atau SDM?
Catatan Wawan Setiawan
———

Saya sangat mengapresiasi kinerja bapak Presiden Joko Widodo, dibawah kepemimpinan bapak Joko Widodo, Indonesia mempunyai jargon “Kerja, kerja, dan kerja”. Bapak Presiden Joko Widodo juga aktif membangun infrastruktur, terutama jalan tol. Menurut Bapak Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur ini agar membuat ekonomi efisien dan mampu bersaing di kancah global. Hal ini tidak salah sama sekali, dan memang benar infrastruktur itu penting dan berperan sebagai efisiensi ekonomi. Namun infrastruktur menjadikan ekonomi efisien jika produknya adalah produk umum atau disebut komoditas atau komoditi.

Abad 21 ini, kita melihat bahwa dunia dikuasai oleh Amerika, khususnya produk Silicon Valley. Kita mengenal Facebook, Google, Youtube, Microsoft, Whatsapp, Iphone, dan hampir 130 juta rakyat Indonesia terkoneksi dengan Internet yg pertama kali dibuat atau didesain oleh DARPA Amerika. Penguasaan sektor IT tidak hanya membuat Amerika menguasai dunia, tapi mereka para boss perusahaan IT juga menguasai daftar orang kaya di majalah Forbes, nomor satu ditempati oleh Boss Microsoft Bill Gates, dan nomor dua ditempati boss Amazon Jeff Bezos, selain itu ada Mark Zuckerberg boss Facebook di peringkat ke lima. Mereka adalah para Innovator atau pembuat produk baru yg bersifat market driven atau menciptakan market. Didalam buku “Blue Ocean” terbitan Harvard, Inovasi yg bersifat market driven akan menjadi uncompeted produk, atau menjadi produk yg tidak tersaingi, karena mereka membentuk market baru yang sebelumnya belum ada. Didalam dunia inovasi ini kita bisa melihat produk aplikasi semacam Facebook atau Whatsapp yang belum mencetak uang, tapi mempunyai kapitalisasi hingga 22 billion usd. Inovasi inilah yg membuat perusahaan teknologi di Amerika mempunyai kapitalisasi tinggi, dari Apple, Microsoft, Facebook, hingga Google dan perusahaan IT lainnya. Di dalam negeri kita bisa melihat kapitalisasi perusahaan Go-Jek yang dipersepsi lebih mahal daripada perusahaan BUMN Garuda Indonesia maupun taksi Blue Bird yang banyak mempunyai asset.

Baru saja, di hari Knowledge Day atau hari pertama masuk sekolah bagi pelajar di Russia, Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa siapa saja atau negara mana saja yang menguasai bidang Artificial Intelligence atau AI maka akan menguasai dunia. Presiden Putin melanjutkan bahwa di masa mendatang perangkat militer akan banyak diisi oleh Drone, pesawat tanpa awak yang diremote dari darat. Perang modern akan banyak melibatkan Drone yg bertempur. Pernyataan Presiden Putin ini sangat cermat dan visioner, karena apa saja saat ini menggunakan teknologi AI, termasuk kemajuan industri otomotif yang memproduksi mobil otomatis tanpa perlu sopir lagi atau “driverless car”.

Melihat dinamika internasional ini, mungkin Indonesia bisa mengambil pelajaran, bahwa pengembangan SDM itu sangat penting, bahkan lebih penting daripara pembangunan infrastruktur, SDM yang berkualitas akan mampu melakukan industri ekonomi kreatif berbasis inovasi. Inovasi-lah yang berhasil merubah dunia, dan inovasi yang membedakan antara leader dan follower, atau pemimpin dan pengikut. Amerika menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia, tak lepas dari industri dan inovasi yang telah mereka lakukan, diantaranya adalah penemuan internet ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s