Monthly Archives: April 2018

Magnum Opus Tan Malaka

Bagi saya, “Magnum Opus” karya Tan Malaka adalah Madilog. Buku ini mengingatkan kita, bahwa bangsa timur terjerumus kedalam kepercayaan takhyul atau mistisisme yg cukup dalam, sedangkan bangsa barat bisa unggul karena mereka mempunyai “pusaka” yg disebut dengan Sains. Dengan ditulisnya buku Madilog, Tan Malaka ingin bangsa timur khususnya Indonesia, juga menguasai ilmu logika dan dialektika didalam penalaran, dan juga menguasai ilmu atau sains modern.

Ini memang searah dengan semangat Komunisme, semangat Komunisme kalau dipelajari di abad 19 dan 20 intinya mengedepankan pendidikan dan sains modern, karena filsafat materialisme, sebagai filsafat dasar Komunisme berasal dari pemahaman akan theory evolusi-nya Darwin dan Wallace, serta theory atomnya Demokritus atau Leucippus, serta pemikiran pemikiran Yunani lainnya seperti pemikiran filsuf Heraclitus.

Di era tahun 1960-an, didalam persaingan membuat teknologi angkasa luar, Soviet sebagai negara Komunis juga unggul, Soviet berhasil mengirimkan satellite pertama di dunia yang dinamai Sputnik, selain itu Soviet juga berhasil mengirimkan manusia pertama mengangkasa, yaitu Yuri Gagarin dan perempuan Valentina Tereshkova, serta Soviet juga menjadi negara pertama yang membangun stasiun angkasa luar, yaitu MIR. Soviet hanya kalah terhadap Amerika yg berhasil mendaratkan astronot pertama di bulan.

Tak heran, kosmonot Soviet diundang oleh Presiden Soekarno, dan mereka diajak keliling kota kota Indonesia, dan memberi semangat, kalau ingin maju maka juga harus maju di bidang sains dan teknologi, seperti para Kosmonot Soviet.

Teknologi angkasa luar, mungkin sudah menjadi brand Soviet atau Russia, saat ini, NASA telah mengistirahatkan pesawat ulang aliknya, sehingga satu satunya jalan menuju ke ISS (International Space Station) dilakukan oleh pesawat Soyuz, pesawat luar angkasa yg didesain tahun 1960-an, tapi sampai sekarang masih dianggap reliable dan efektif termasuk didalam pendanaan, atau murah didalam operasional.

Sekitaran Tahun 2015, Soyuz juga mencatat prestasi khusus, yaitu mencapai ISS dalam waktu 6 jam saja, padahal sebelumnya Soyuz membutuhkan waktu 48 jam untuk menuju ke ISS. Inovasi ini berarti Soyuz mampu melakukan kecepatan ke ISS 8x lebih cepat dari sebelumnya.

Kejayaan Soviet di bidang angkasa luar ini, sepertinya akan diteruskan oleh Russia sebagai tradisi, Skolkovo, pusat inovasi sains dan teknologi Russia mempunyai unit khusus space center, agar kejayaan Russia di bidang angkasa luar masih mendominasi dunia.

Advertisements

Presiden Putin, janji kampanye dan Skolkovo

Presiden Putin, janji kampanye dan Skolkovo
Catatan Wawan Setiawan
———

Saya terus terang tidak menduga, bahwa Presiden Russia Vladimir Putin punya concern yg cukup tinggi terhadap Skolkovo, kampus sains dan teknologi serta pusat kajian riset dan teknologi Russia. Didalam janji kampanyenya untuk menjadi capres Russia 2018-2024 yang telah dimenangkannya sampai 76%, selain janji akan mengentaskan kemiskinan, di Russia kemiskinan masih diderita oleh sekitar 10 juta penduduk, angka yang amat besar kalau melihat penduduk Russia cuman sekitar 160-180 juta saja, ternyata Presiden Putin juga cukup visioner untuk mendiversifikasi ekonomi Russia yang saat ini didominasi oleh ekonomi komoditas, yaitu eksporter gas terbesar di dunia dan juga eksporter serta penghasil minyak ketiga terbesar setelah Amerika dan China.

Skolkovo, adalah rintisan atau project diversifikasi ekonomi yang konon di-idekam oleh PM Dmitry Medvedev. PM Medvedev ketika menjadi Presiden Russia, tahun 2008-2012 sempat mengunjungi dan berdiskusi dengan boss atau CEO Apple, Steve Jobs. Medvedev rupanya sangat tertarik dengan industri IT Silicon Valley, dan berharap agar Russia juga menguasainya.

Russia, saat ini selain mempunyai masalah ekonomi yg masih berbasiskan komoditas, juga mengalami fenomena “brain drain”, banyak orang pintar atau ilmuwan Russia yg memilih “kabur” ke luar negeri, contoh yang paling telak adalah keluarga pendiri Google, Sergey Brin, Sergey Brin mengenyam pendidikan SD-nya di Moscow Russia, dan umur 8 tahun keluarga mereka pindah ke Amerika. Ayah Sergey Brin konon adalah doktoral Mathematika, sedangkan Ibu Sergey Brin adalah doktoral fisika yang bekerja di NASA. 2 mata pelajaran Fisika dan Math, selama rezim Komunisme memang cenderung lebih diutamakan, karena 2 bidang tersebut adalah bidang dasar atau fundamental.

Presiden Putin, dalam kampanyenya di capres Russia tahun 2019 menyatakan akan lebih memperhatikan Skolkovo dan juga mencegah fenomena para ilmuwan Russia pindah ke luar negeri. Saya kira ini langkah yang tepat, karena semenjak Uni Soviet pecah, banyak ilmuwan Russia yg memilih berkarir di luar negeri.

Dengan membangun atau memajukan Skolkovo, maka ekonomi Russia juga terdiversifikasi, dengan ekonomi teknologi yg mempunyai nilai tambah yang tinggi. Di Russia, saat ini sudah punya Yandex sebagai mesin pencari yg digunakan oleh sebagian besar masyarakat Russia dan negara CIS atau negara pecahan Uni Soviet, selain itu Russia juga punya Vkontakte, sosial media ala Russia, dan juga Telegram, aplikasi chat yg mempunyai feature keamanan terbaik di dunia.

Dengan semakin memajukan industri IT di Russia, maka diharapkan ekonomi masa depan Russia lebih berbasis dari industri teknologi daripada komoditas yg harganya bisa anjlok kapan saja. Dan menariknya, memajukan Skolkovo dan mencegah fenomena “brain drain” ilmuwan Russia, adalah janji kampanye Presiden Vladimir Putin di pemilihan presiden Russia tahun 2018 ini.

Hutang

Hutang:

Isu tentang hutang sering diangkat di Indonesia. Konon pemerintah Indonesia membayar hutang lama dengan cara membuka hutang baru, atau gali lobang tutup lobang. Dari yg saya tahu, Indonesia ini sudah punya hutang sejak merdeka, hutang warisan Hindia Belanda sebesar sekitar usd 4 billion usd, kemudian baik era Soekarno, era BJ. Habibie, era Megawati, era SBY, ataupun era Presiden Joko Widodo, Indonesia telah menambah jumlah hutang, hanya di era Presiden Gus Dur saja, hutang Indonesia berkurang.

Era Presiden SBY berhasil membesarkan ekonomi, atau GDP, sehingga hutang ratio to GDP yg pernah mencapai sekitar 60% turun ke level sekitar 30% di era Presiden Jokowi ini. Dari yg saya baca, hutang Indonesia, 60%-nya juga dipegang oleh domestik, sehingga kalau melihat fakta itu maka hutang Indonesia mestinya masih aman.

Di dunia global ini, ada negara yg men-“tabu”-kan hutang, misal Suriah,Iran, atau Korea Utara, termasuk juga negara Russia, yg ketika terjadi perpecahan Uni Soviet, maka hutang Soviet ditanggung oleh Russia, sehingga ratio hutangnya pernah mencapai hampir 100%, tapi kini Russia hanya punya hutang sekitar 10% saja dari GDP rasio.

Pendapatan per kapita di Russia memang masih menengah, sekitar usd 23.000, tapi Russia juga tidak mempunyai hutang yg banyak ke negara lain, sehingga secara fundamental, ekonomi Russia cukup kuat, meski Russia di embargo atau diblokade ekonomi oleh Amerika dan negara eropa barat, tapi itu justru membuat Russia semakin berdikari ekonomi, terutama saat ini sudah mampu mempunyai industri pangan sendiri yg cukup kuat sehingga tidak perlu impor seperti era sebelumnya.

Di Indonesia, semoga hutang pemerintah digunakan terhadap sektor yg positif untuk menopang pertumbuhan ekonomi, misal sektor infrastruktur, atau sektor perbaikan teknologi eksplorasi oil dan gas, agar Indonesia mampu memproduksi oil dan gas dalam output yg tinggi per harinya.

Amerika, WTO, dan President Trump

Amerika, WTO, dan President Trump
——–

Selama ini kita kenal, bahwa Amerika adalah negara yang mensponsori perdagangan bebas, atau free trade, didalam konsep perdagangan bebas ini, setiap negara bersaing dengan brutal agar mampu memproduksi barang dengan murah dan kualitas bagus. Didalam konsep perdagangan bebas ini, juga diharamkan proteksi perdagangan misalnya penentuan tariff impor misalnya, agar industri dalam negeri bisa bersaing.

Namun Trump memang Presiden Amerika yg nyentrik, selain tidak percaya adanya pemanasan Global, Presiden Trump juga ternyata melanggar kesepakatan WTO. Amerika memberlakukan tariff terhadap impor alumunium maupun baja. Jelas langkah ini merugikan eksporter alumunium seperti China maupun RUssia. Baru baru saja, Trump juga mengkritik China dan Russia yang mendevaluasi mata uangnya, agar produk ekspor China dan Russia semakin kompetitif. Sebenarnya strategi mendevaluasi mata uang adalah salah satu strategi ekonomi yang sah sah saja, dan sering dilakukan oleh China.

Dengan demikian saat ini, tidak hanya panas politik di Suriah, dimana Amerika, dan Barat melawan Russia, maupun Iran, tapi di perdagangan internasional juga terjadi perang dagang, khususnya antara Amerika dan China.

Saya melihat China sebagai negara pragmatis, China tidak terlalu mau terlibat di Suriah membantu Russia maupun Iran, tapi China memilih perang dagang, atau memilih mengutamakan kepentingan ekonomi-nya saja.

Konflik di Suriah

Konflik di Suriah
Catatan Wawan Setiawan
————

Saya sedang membaca asal mula konflik di Suriah dan perkembangannya. Di wikipedia, saya membaca konflik dimulai ketika terjadi gelombang Arab Spring, di Tunisia, kemudian dari Tunisia menyebar ke Mesir, Yemen, Libya, Syiria, Bahrain dan negara teluk lainnya. Awalnya rakyat Suriah protes karena menganggap pemerintah korup dan mereka menghendaki diberi kebebasan yg lebih besar, lalu kemudian terjadi demo yg disikapi oleh Assad dengan peluru tajam. Setelah itu terbentuklah golongan pemberontak yg didukung oleh Amerika, dan selanjutnya kondisinya sangat memprihatinkan, karena Suriah mulai didatangi oleh para pejuang jihadis seluruh dunia yg tergabung didalam banyak faksi, misal ISIS, ataupun Jhabat Al-Nusra, maupun yg moderat seperti Free Syirian Army atau FSA. Rumitnya lagi, Suriah telah menjadi negara untuk proxy war atau perang proxy antar negara, misal Iran yg mendukung pemerintahan Assad melawan Saudi Arabia, Turki maupun Israel yg pro pemberontakan. Selain itu negara besar seperti Russia juga turut membantu pemerintahan Assad, karena Russia mempunyai pangkalan armada laut di Suriah.

Sebenarnya cukup sulit juga mencari reason yg jitu mengapa Suriah yg menjadi target dan dijadikan negara proxy war, dilihat dari kekayaan alam, atau oil dan gas, Suriah tidak punya cadangan oil atau gas alam yg besar, peringkat Suriah hanya di sekitar peringkat 31-an didalam daftar negara yg mempunyai kekayaan cadangan minyak dan hanya peringkat ke 41 didalam daftar negara yg mempunyai cadangan gas.

Selain itu, isu pembangunan pipagas dari Qatar ke Eropa yg dianggap merugikan Russia, karena Russia saat ini menjadi supplier terbesar gas ke eropa, tampaknya kurang beralasan, karena kalau jaringan pipa itu dibangun, harga gas end delivery ke eropa, masih akan lebih murah harga gas dari Russia daripada dari Qatar.

Dari ini semua, meski saya agak sulit menemukan alasan yang paling masuk akal thd perang Suriah, tapi saya menggarisbawahi sebab asalnya, yaitu karena terkena efek Arab Spring, dan pemerintahan Assad dianggap korup, serta Assad tega menyerang para demonstran dengan peluru tajam, sehingga demo rakyat semakin membesar dan kemudian lahirlah kaum pemberontak, karena mereka menganggap bahwa pemerintahan Assad hanya bisa dilawan melalui senjata.

Bisnis pipa gas ke eropa

Bisnis pipa gas ke eropa
Catatan Wawan Setiawan
———-

Negeri Russia, selama ini, atau tepatnya di era Presiden Vladimir Putin berkuasa, yaitu di tahun 2000-2008, ekonominya sangat mengandalkan export gas alam, dimana Russia adalah merupakan negara yang mempunyai cadangan gas alam tertinggi di dunia. Russia biasa disebut sebagai negara energi superpower, karena selain cadangan gas alam-nya sangat besar, juga mempunyai cadangan minyak cukup besar atau nomor 8 di dunia, namun Rosneft sebagai BUMN minyak Russia bisa memproduksi minyak terbesar dan kadang nomor dua, bersaing dengan Saudi Aramco perusahaan minyak yang dimiliki oleh pemerintah Arab Saudi.

Saat ini Russia diprediksi telah mensupply 25% kebutuhan gas di eropa, namun kata mantan wakil presiden Amerika, Dick Cheney, Russia telah memainkan peran politiknya terhadap industri gas dan ketergantungan eropa terhadap gas Russia, sehingga Amerika ingin mensupply gas ke eropa. Dalam hal supply mensupply gas ke eropa ini banyak sekali faktor yang menyertainya, misalnya keamanan, reliable atau kestabilan, maupun harga end delivery atau harga jualnya.

Di tahun 2000-2008, Russia beruntung bisa mengekspor gas ke Eropa dalam jumlah besar, terutama ke Jerman, Turki, maupun Belanda, karena Russia mempunyai infrastruktur gas yang bagus ke eropa, termasuk jumlah gas storage atau penyimpanan gas, untuk menjaga kalau ada saluran gas yg terputus. Di era itu Russia membeli gas dari negara bekas Uni Soviet, yaitu Turkmenistan dengan harga sekitar usd 60 per 1000 meter kubik gas, dan kemudian menyalurkannya ke Eropa dengan harga sekitar usd 350-usd 400 per 1000 kubik meter.

Russia sendiri negara yang paling kaya terhadap energi gas alam, namun Russia juga memaksimalkan kekayaan gas negara negara tetangganya seperti Turkmenistan ataupun Azerbaijan. Eropa atau Jerman maupun China, tahu tentang hal, sehingga mereka juga akan berencana membangun pipa gas dari Eropa ke Turkmenistan atau Azerbaijan. Eropa yang keputusannya sering membebek terhadap Amerika, menganggap bahwa ketergantungan gas mereka terhadap Russia harus dikurangi, sehingga cara apapun ditempuh, termasuk rencana membangun pipa gas dari Eropa ke Qatar yang melewati Suriah yang sedang konflik ini. Di sisi lain, Russia juga membangun pipa gas cadangan, atau Nordstream 2 ataupun TurkishStream, untuk membackup dan memperbesar supply gas ke eropa. Proyek TurkishStream atau TurkStream sempat berhenti dan di-hold, karena kasus Turki yg menembak pesawat Russia Su-24, namun saat ini sudah berjalan lagi. TurkStream ini menurut rencana akan menjadi andalan penyaluran gas Russia ke Eropa, karena harganya bisa lebih kompetitif,

Sebenarnya saat ini, banyak negara yang telah melakukan export gas alam ke eropa, termasuk Qatar, namun harga-nya kalah bersaing dengan gas Russia, karena gas alam dari Qatar pengirimannya dengan dikapalkan. Isu konflik Suriah juga diwarnai isu konflik pembangunan pipagas alam dari Qatar ke Eropa, namun tampaknya isu ini tidak terlalu signifikan.

Dengan demikian, dunia semakin multipolar, banyak sekali pilihan produk, termasuk gas alam, namun di bisnis ini juga terjadi persaingan harga, teknologi, dan reliabiliti atau kestabilan supply, dan untuk saat ini Russia yang masih menjadi negara terbesar supplier gas alam ke Eropa.

Tentang kebudayaan Yunani

Tentang kebudayaan Yunani:
Catatan Wawan Setiawan
——–

Dari yg saya baca dan pelajari, kebudayaan atau filsafat Yunani ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan peradaban, misal kejayaan peradaban Islam di masa Abbasiyah, selain karena faktor kaum Mutazilah, para filsuf Islam juga mengadopsi filsafat Yunani, seperti Ibnu Sina, maupun Ibnu Rusyid. Theori evolusi, yang kita kenal diperkenalkan oleh Charles Darwin maupun Alfred Wallace sendiri juga pernah dibahas oleh ilmuwan Islam Al-Jahiz melalui karyanya Al-Hayawan. Namun sebelum Al-Jahiz, filsuf Yunani Anaximander telah lebih dulu mengenalkan theory evolusi secara sederhana. Di era Yunani, kita juga mengenal para pemikir canggih seperti Aristoteles, Scorates, maupun Plato. Plato merupakan murid Scorates, pemikirannya banyak dipengaruhi oleh Scorates, Plato selain merupakan filsuf, juga seorang matematikawan, sedangkan Aristoteles yang menjadi penasehat Alexander the Great adalah murid Plato. Karya Plato yg mungkin fenomenal di era-nya adalah “Republik” yang menggambarkan kondisi ideal di masa itu. Scorates, Plato dan Aristoteles mungkin dianggap sebagai pemikir besar Yunani. Aristoteles didalam pendapatnya juga mengutamakan bahwa pemikiran seharusnya dilandasi oleh empirisme atau melalui inderawi.

Selain itu, di masa kejayaan filsuf Yunani juga ada filsuf Demokritus, yang juga menguasai ilmu alam, astronomi, sastra, maupun estimologi. Demokritus yg menjadi murid Leokippos, mengembangkan theory Atomisme. Theory ini menarik Aristoteles untuk mempelajari dan mengembangkannya. Didalam konsep atomisme, alam semesta ini tersusun oleh atom atom, yang bergerak saling mempengaruhi. Kelak konsep atom yg ditheorykan oleh Demokritus dikonsepkan kembali oleh John Dalton, bapak atom modern.

Selain itu, juga terdapat filsuf Yunani yg cukup populer dan pemikirannya banyak menginspirasi pemikir lain, yaitu Heraclitus. Menurut Heraclitus, semuanya di alam semesta akan selalu berubah, di alam semesta ini yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Heraclitus juga mengenalkan tentang konsep “panta rhei” atau ketika kita mencelupkan kaki kita ke sungai, dan mengulanginya kembali, maka itu sudah bukan air yg sama lagi. Heraclitus juga mengenalkan pemikiran “unity of opposite” yang kelak akan menjadi pemikiran tentang Dialektika.

Kebudayaan Yunani sebelum masehi memang sudah demikian maju dibanding kebudayaan bangsa lain, dan filsafat Yunani ini yang saya lihat mampu membawa sebuah bangsa maju peradabannya, baik ketika Islam di masa Abbasiyah, maupun ketika Eropa mengalami Renaissance atau era pencerahan eropa. Filsafat Yunani ini juga sering disebut sebagai filsafat barat.