Peranan Marxisme-Leninisme didalam kemerdekaan bangsa bangsa

Peranan Marxisme-Leninisme didalam kemerdekaan bangsa bangsa
Catatan Wawan Setiawan
——-

Abad 15-19, Eropa sedang bertransformasi dari abad kegelapan ke Renassiance atau abad pencerahan. Banyak sekali gagasan dari pemikir pemikir barat, diantaranya Karl Marx yang menyuarakan “Komunis Manifesto”, dimana didalam konsep komunis, negara jajahan dianggap tidak berperikemanusiaan. Sehingga di organisasi internasional komunis atau komintern, mereka sepakat menghapus penjajahan di mana saja yang dilakukan oleh negara negara Eropa.

Awal abad 19, ideologi komunis, mungkin sedang mengalami masa euphoria, sehingga banyak dibaca oleh tokoh tokoh pergerakan kemerdekaan. Tak luput, Soekarno, Hatta, Sjahrir, sampai Tan Malaka membaca Das Kapital, namun mereka berbeda pendapat dalam hal cara mensejahterakan Indonesia. Sebagian tokoh PKI menganggap PKI harus mengambil kekuakasaan secara revolusioner, hal ini seperti pemikiran Musso, namun ada juga yang berpendapat bahwa PKi harus merebut kekuasaan melalui demokrasi. Hal ini setidaknya merupakan pikiran Ir. Soekarno, yang juga mempunyai paham “Marhaenisme”, yaitu Materialisme Dialektika History yang disesuaikan dengan kebudayaan dan karakter negeri masing masing.

Awal abad 19, yang juga diwarnai politik etis, bahwa kaum yang dijajah boleh bersekolah, tampaknya juga menjadi salah satu peran sentral terhadap kemerdekaan. Perlawanan terhadap penjajah tidak lagi bersifat perang, tapi sudah terorganisasi, ini juga telah menjadi doktrin Marxis Leninis, di artikelnya berjudul “The Awakening of Asia” Lenin mengulas bahwa di India, China, dan di Jawa telah terbentuk organisasi yang menentang kolonialism, Lenin menyebut Syarekat Islam, yang konn ketika itu melakukan pertemuan dengan dihadiri oleh 100 orang pengikut.

Didalam sejarahnya, memang Syarekat Islam terbelah, ada syarekat islam merah yang kemudian menjadi PKI, dan ada Syarekat Islam putih yang merupakan pembersihan dari pimpinan HOS Tjokroaminoto.

Didalam konsep Marxisme Leninisme Internasional, semua organisasi atau Partai Komunis menolak kolonialisme, termasuk CPN Partai Komunis di Belanda. Tokoh seperti Henk Sneevliet dikirim oleh Vladimir Lenin untuk membentuk organisasi pembebasan, yaitu ISDV yang kelak berubah menjadi PKI, dan orang orang seperti Douwes Dekker ataupun Adolf Baar merupakan tokoh tokoh Belanda yang mendukung Marxisme. Didalam sejarahnya, Henk Snevlieet tak hanya mendirikan ISDV atau sosial demokrat di Indonesia saja, tapi juga mendirikan partai Komunis di China. Ketika mendirikan ISDV, Henk Snevlieet juga pernah memimpin pemogokan, sehingga lantas ditangkap dan dibuang ke belanda.

Demikianlah perkembangan zaman tidak bisa ditolak, dari zaman kolonialisme eropa, kemudian terjadi revolusi borjouis Prancis, dan revolusi proletar Russia yang juga anti kolonialisme, sehingga, lahirlah Partai Komunis di banyak negara eropa termasuk Belanda, dan mereka semua sepakat memperjuangkan anti kolonialisme dengan cara membentuk organisasi seperti PKI yg revolusioner.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s