Tsamara Amani dan Vladimir Putin

Tsamara Amani dan Vladimir Putin
Catatan Wawan Setiawan
———-

Baru baru ini, dunia media sosial diramaikan oleh isu yang dilempar oleh anggota DPR RI Fadli Zon, bahwa Indonesia memerlukan pemimpin “seperti Vladimir Putin”. Opini yang dilempar oleh Fadli Zon ini kemudian ditanggapi oleh Tsamara Amani, yang menganggap Putin tidak layak memimpin Indonesia, karena Putin dianggap koru dan indeks korupsi di Russia masih dbawah Indonesia.

Jika kita mengacu kepada media barat, memang seringkali mereka memojokan Russia, maupun Vladimir Putin, namun kalau kita mengikuti kisah Vladimir Putin ini sangat menarik. Vladimir Putin adalah lulusan doktoral di Leningrad, dan juga mantan agen KGB di Dresden Jerman Timur, yang pernah ketahuah oleh media barat sedang memasang alat penyadapan. Vladimir Putin ini fasih dalam bahasa Jerman, begitu juga kedua puterinya disebutnya fasih didalam bahasa Jerman. Vladimir Putin mengundurkan diri dari KGB, setelah runtuhnya Uni Soviet dan KGB tidak memberikan instruksi apapun untuk Jerman ketika Uni Soviet runtuh. Vladimir Putin mengundurkan diri dari KGB dengan pankat Letnan Kolonel, selanjutnya beliau membantu pemerintahan walikota di Leningrad.

Setelah Uni Soviet runtuh, Boris Yeltsin menjadi Presiden Russia yang sangat liberal, baik liberal demokrasi maupun ekonomi. Banyak perusahaan negara, terutama perusahaan tambang, minyak dan gas yang diliberalisasi oleh swasta, misal Yukos dimiliki oleh Mikhail Khodorkovsky yang waktu itu menjadi orang terkaya di Russia, sedangkan Sibneft dimiliki oleh Roman Abramovich. Vladimir Putin ketika Boris Yeltsin berkuasa, dijadikan PM, dan kepada kroni oligarki kapitalisme-nya, Yeltsin menyampaikan kepada para kroni oligarki kapitalisme-nya bahwa Putin akan melindungi bisnis kroni oligarki kapitalisme. Namun setelah Putin terpilih menjadi Presiden Russia untuk pertama kali, rupanya Putin mempunyai agenda sendiri, yaitu bersama kaum “Siloviki” atau rekan KGB-nya, untuk kembali membangun kejayaan Un Soviet. Putin mulai mengganti lagu nasional di tahun 2000, agar jiwa patriotik tertanam di jiwa warga negara Russia. Selain itu tidak disangka Putin mulai mengontrol dan kengendalikan oligarki kapitalisme di masa Yeltsin, Putin berani menasionalisasi perusahaan tambang seperti Yukos milik Mikhail Khodorkovsky dan Sibneft mikik Roman Abramovich. Mikhail Khodorkovsky akhirnya ditahan dengan tuduhan penggelapan pajak dan dipenjarakan di Siberia, namun kini telah bebas dan tinggal di Jerman, sedangkan Roman Abramovich mau bekerjasama dengan Putin didalam nasionalisasi. Oligarki Kapitalisme lain seperti Boris Brezovksy, sekutu Mikhail Khodorkovsky melarikan diri ke London, dan ditemukan telah meninggal dunia di bak mandinya.

Di era kepemimpinan Vladimir Putin, tahun 2000-2008 adalah era keemasan ekonomi Russia, karena saat itu harga komoditas seperti minyak dan gas sedang tingg tingginya, sekitar diatas usd 100 per barrel, dan Russia merupakan eksporter gas terbesar ke Eropa, 25% gas di Eropa di supply oleh Russia, terutama negara Jerman, Turki, maupun Belanda.

Dengan demikian di era masa kepemimpinan Presiden Vladimir Putin, tingkat taraf hidup rakyat Russia naik double atau dua kali tiap tahun, dari usd 80 ke usd 640, dan indeks gini rasio yang pada tahun 1993 adalah 0.48 atau sangat tinggi sekala kesenjangannya, menjadi 0.37 di tahun 2018 ini, atau telah cukup membaik.

Di era kepemimpinan Vladimir Putin, Russia juga mencanangkan kemandirian produksi bahan pangan, karena Russia diembargo oleh Barat atas kasus Crimea dan dukungannya ke gerakan seperatis Ukraine Timur, bahkan di tahun 2018 ini Russa telah siap eksport bahan pangan.

Di era kepemimpinan Presiden Vladimir Putin ini, Russia yg semula mempunyai hutang terhadap Paris Club, dimana negara yang berhutang biasanya disetir dan dimintai syarat, Russia memilih membayar lunas hutang Paris Club in beserta dendanya, karena telah mampu melunasi lebih dini dari jadwal.

Selain itu di tahun 2015-2018, ini Russia kembali ikut berkiprah kedalam geopolitik internasional, terutama dukungannya kepada rezim Suriah Bashar Al Assad. Presiden Putin menganggap bahwa perang melawan Terrorisme, sebaiknya melibatkan tentara pemerintah atau Bashar Al Assad, dan kini terbukti pandangan Presiden Putin benar, Suriah yang dulu separoh wilayahnya dikuasai oleh terroris, termasuk terroris dukungan barat, sekarang, wilayah Suriah 90% telah dikontrol oleh militer pemerintah.

Penghargaan dari luar negeri, ikut memperkuat eksistensi Presiden Vladimir Putin, majalah Forbes tahun 2015 telah menobatkan Presiden Vladimir Putin menjadi orang yang paling berpengaruh didalam 3x berturut turut, dan disusul oleh kanselir Jerman Angela Merkel, sedangkan majalah Time 2017 menobatkan Putin menjadi orang paling berpengaruh.

Seperti yang dikatakan Tsamara, di Russia memang juga seperti Indonesia, negeri yang terkena kutukan kekayaan alam, sehingga rampan korupsi juga massive, namun pemerintah saat ini juga sedang berjuang melawan penyakit korupsi, selain itu HDI atau Human Develompment Index di Russia juga cukup tinggi, sehingga Russia menjadi negeri yg pantas untuk dimasuki investasi. Pendapatan per kapita Russia juga masih jauh lebih tinggi daripada Indonesia, yaitu sekitar usd 16000, sedangkan Indonesia masih hanya sekitar usd 4000, dan yang terpenting, indeks kesenjangan di Russia masih lebih rendah daripada Indonesia, yaitu 0.37 sedangkan Indonesia 0.39

Alhasil, Presiden Vladimir Putin memang kontroversial, dia memerintah seperti diktaktor di Indonesia, namun Russia dibawah Presiden Putin juga membawa kestabilan ekonomi, persatuan negara dan kejayaan negara, kira kira begitulah Mikhail Gorbachev menyanjung Presiden Vladimir Putin.

Kita di Indonesia, memang tidak butuh Presiden Vladimir Putin, tapi kita buth sepak terjangnya yang positif di Indonesia, misalnya memperbaiki ekonomi, mengurangi indeks kesenjangan, memberantas korupsi, dan membawa negara ini menjadi negara yang cukup disegani seperti ketika era Bung Karno.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s