Tentang kebudayaan Yunani

Tentang kebudayaan Yunani:
Catatan Wawan Setiawan
——–

Dari yg saya baca dan pelajari, kebudayaan atau filsafat Yunani ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan peradaban, misal kejayaan peradaban Islam di masa Abbasiyah, selain karena faktor kaum Mutazilah, para filsuf Islam juga mengadopsi filsafat Yunani, seperti Ibnu Sina, maupun Ibnu Rusyid. Theori evolusi, yang kita kenal diperkenalkan oleh Charles Darwin maupun Alfred Wallace sendiri juga pernah dibahas oleh ilmuwan Islam Al-Jahiz melalui karyanya Al-Hayawan. Namun sebelum Al-Jahiz, filsuf Yunani Anaximander telah lebih dulu mengenalkan theory evolusi secara sederhana. Di era Yunani, kita juga mengenal para pemikir canggih seperti Aristoteles, Scorates, maupun Plato. Plato merupakan murid Scorates, pemikirannya banyak dipengaruhi oleh Scorates, Plato selain merupakan filsuf, juga seorang matematikawan, sedangkan Aristoteles yang menjadi penasehat Alexander the Great adalah murid Plato. Karya Plato yg mungkin fenomenal di era-nya adalah “Republik” yang menggambarkan kondisi ideal di masa itu. Scorates, Plato dan Aristoteles mungkin dianggap sebagai pemikir besar Yunani. Aristoteles didalam pendapatnya juga mengutamakan bahwa pemikiran seharusnya dilandasi oleh empirisme atau melalui inderawi.

Selain itu, di masa kejayaan filsuf Yunani juga ada filsuf Demokritus, yang juga menguasai ilmu alam, astronomi, sastra, maupun estimologi. Demokritus yg menjadi murid Leokippos, mengembangkan theory Atomisme. Theory ini menarik Aristoteles untuk mempelajari dan mengembangkannya. Didalam konsep atomisme, alam semesta ini tersusun oleh atom atom, yang bergerak saling mempengaruhi. Kelak konsep atom yg ditheorykan oleh Demokritus dikonsepkan kembali oleh John Dalton, bapak atom modern.

Selain itu, juga terdapat filsuf Yunani yg cukup populer dan pemikirannya banyak menginspirasi pemikir lain, yaitu Heraclitus. Menurut Heraclitus, semuanya di alam semesta akan selalu berubah, di alam semesta ini yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Heraclitus juga mengenalkan tentang konsep “panta rhei” atau ketika kita mencelupkan kaki kita ke sungai, dan mengulanginya kembali, maka itu sudah bukan air yg sama lagi. Heraclitus juga mengenalkan pemikiran “unity of opposite” yang kelak akan menjadi pemikiran tentang Dialektika.

Kebudayaan Yunani sebelum masehi memang sudah demikian maju dibanding kebudayaan bangsa lain, dan filsafat Yunani ini yang saya lihat mampu membawa sebuah bangsa maju peradabannya, baik ketika Islam di masa Abbasiyah, maupun ketika Eropa mengalami Renaissance atau era pencerahan eropa. Filsafat Yunani ini juga sering disebut sebagai filsafat barat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s