Konflik di Suriah

Konflik di Suriah
Catatan Wawan Setiawan
————

Saya sedang membaca asal mula konflik di Suriah dan perkembangannya. Di wikipedia, saya membaca konflik dimulai ketika terjadi gelombang Arab Spring, di Tunisia, kemudian dari Tunisia menyebar ke Mesir, Yemen, Libya, Syiria, Bahrain dan negara teluk lainnya. Awalnya rakyat Suriah protes karena menganggap pemerintah korup dan mereka menghendaki diberi kebebasan yg lebih besar, lalu kemudian terjadi demo yg disikapi oleh Assad dengan peluru tajam. Setelah itu terbentuklah golongan pemberontak yg didukung oleh Amerika, dan selanjutnya kondisinya sangat memprihatinkan, karena Suriah mulai didatangi oleh para pejuang jihadis seluruh dunia yg tergabung didalam banyak faksi, misal ISIS, ataupun Jhabat Al-Nusra, maupun yg moderat seperti Free Syirian Army atau FSA. Rumitnya lagi, Suriah telah menjadi negara untuk proxy war atau perang proxy antar negara, misal Iran yg mendukung pemerintahan Assad melawan Saudi Arabia, Turki maupun Israel yg pro pemberontakan. Selain itu negara besar seperti Russia juga turut membantu pemerintahan Assad, karena Russia mempunyai pangkalan armada laut di Suriah.

Sebenarnya cukup sulit juga mencari reason yg jitu mengapa Suriah yg menjadi target dan dijadikan negara proxy war, dilihat dari kekayaan alam, atau oil dan gas, Suriah tidak punya cadangan oil atau gas alam yg besar, peringkat Suriah hanya di sekitar peringkat 31-an didalam daftar negara yg mempunyai kekayaan cadangan minyak dan hanya peringkat ke 41 didalam daftar negara yg mempunyai cadangan gas.

Selain itu, isu pembangunan pipagas dari Qatar ke Eropa yg dianggap merugikan Russia, karena Russia saat ini menjadi supplier terbesar gas ke eropa, tampaknya kurang beralasan, karena kalau jaringan pipa itu dibangun, harga gas end delivery ke eropa, masih akan lebih murah harga gas dari Russia daripada dari Qatar.

Dari ini semua, meski saya agak sulit menemukan alasan yang paling masuk akal thd perang Suriah, tapi saya menggarisbawahi sebab asalnya, yaitu karena terkena efek Arab Spring, dan pemerintahan Assad dianggap korup, serta Assad tega menyerang para demonstran dengan peluru tajam, sehingga demo rakyat semakin membesar dan kemudian lahirlah kaum pemberontak, karena mereka menganggap bahwa pemerintahan Assad hanya bisa dilawan melalui senjata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s