Gas Russia

Gas Russia
Catatan Wawan Setiawan

Selama ini kita mengenal bahwa negeri Russia adalah negeri pemasok gas terbesar di Eropa. Hal ini memang benar, dan Presiden Putin sendiri mengembangkan bisnis ini, sehingga membangun pipa gas baru, baik Nordstream-2 bersama dengan Jerman, maupun Turkish Stream, yang langsung ke Turki.

Russia, di tahun 1990-an, ekonominya boleh dibilang hancur karena liberalisasi yg dilakukan oleh Presiden Yeltsin menyentuh sampai sektor oil dan gas. Tidak heran oligarki kapitalisme seperti Mikhail Khodorkovsky membuat perusahaan minyak Yukos, dan Roman Abramovich pemilik Chelsea membuat perusahaan minyak Sibneft.

Namun di era pemerintahan awal Presiden Putin, yaitu tahun 2000-2008, perusahaan gas dan minyak banyak yg dinasionalisasi, dan untungnya harga komoditas minyak dan gas di era itu lagi tinggi tingginya.

Russia mensuppli kebutuhan hampir 25% gas eropa, namun ketika itu sebenarnya adalah Gazprom yang mempunyai infrastruktur pipa gas dari Turkmenistan sampai ke Eropa yg berbisnis. Gazprom membeli gas dari Turkmenistan seharga usd 60 per 1000 meter kubik, dan menjual ke Eropa sampai usd 400 per 1000 meter kubik.

Setelah tahun 2012 baru Russia menggunakan gas sendiri daripada gas dari Turkmenistan. Russia merupakan negara yg mempunyai cadangan gas terbesar di dunia, utamanya dari Siberia.

Amerika, didalam politik luar negerinya, sebenarnya tidak ingin melihat Eropa mempunyai ketergantungan gas terhadap Russia, Amerika siap mensupply gas ke Eropa, namun mereka menggunakan VLCC delivery sehingga harganya nggak bisa semurah gas dari Russia yg dialirkan melalui pipa gas. Bisnis gas, meski bisnis raw material, tapi ternyata padat teknologi juga, didalam konsep pipa gas Gazprom, juga ada Gas Storage, ini cadangan gas, jika pipa gas mengalami kebocoran atau gangguan. Gas Storage ini penting, karena bisa mengcover kebocoran pipa gas.

Meski seolah olah bisnis gas itu bisnis yg mudah, tapi pada prakteknya sulit, pipa gas milik Gazprom, terbentang dari Turkmenistan, Siberia, Eropa, dan sedang membangun Nordstream-2 bersama Jerman, Turkish Stream, maupun pipa gas ke China. Pada prakteknya memaintenance bisnis pipa gas itu juga sulit dan juga perlu penjagaan ekstra dari ancaman terrorisme.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s