Lenin dan Pendidikan

Lenin dan Pendidikan
Catatan Wawan Setiawan

Vladimir Ilyich Lenin, pemimpin revolusioner Russia, yang memimpin revolusi Oktober untuk mendirikan negara Komunis di Russia, tidak hanya seorang leader atau pemimpin atau filsuf saja. Lenin juga mempunyai pengaruh sangat besar di bidang pendidikan. Di awal abad 19, pendidikan adalah milik mereka kaum borjouis saja. Ambil contoh di Indonesia atau Hindia Belanda ini, yg bisa bersekolah adalah anak kaum borjouis, seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, dan lain sebagainya.

Namun bagi Lenin, pemerintahan Komunis ini wajib mengembangkan sains, di bukunya “Materialism & Empirio-Criticsm”, Lenin menguraikan pentingnya filsafat yg obyektif dan juga sains. Tidak heran ketika revolusi Bolshevik menang, yang pertama dibangun adalah listrik dan pendidikan. Lenin membuat pendidikan bagi seluruh kelas proletariat, sehingga Uni Soviet pernah menjadi negara dengan tingkat buta huruf paling kecil sedunia. OCCD juga pernah memberikan peringkat pendidikan di Russia terbaik di usia 55-65 tahun, sehingga kalau dicermati itu adalah era pendidikan di Uni Soviet.

Lenin terkenal dengan mantra-nya, “learn, learn, and to learn”, semuanya dipelajari, terutama sains dan math. Sehingga tidak heran kalau di Tajikistan, para ulama mengumpulkan uang, untuk kembali membangun patung Lenin. Mereka beranggapan, tanpa Lenin, mayoritas masyarakat di Asia Tengah bakalan buta huruf seperti di Afghanistan, namun karena Asia Tengah pernah menjadi bagian dari Uni Soviet, mereka juga pernah mengaplikasikan pendidikan ala Uni Soviet.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s