Author Archives: baliooo

Perusahaan dotcom, bagaimana mereka dirintis

Perusahaan dotcom, bagaimana mereka dirintis
Catatan Wawan Setiawan
————————-

Saat ini sudah eranya Facebook, Google, Amazon, maupun Alibaba untuk mencari partner bisnis atau importer. Facebook, Google, Amazon, maupun Alibaba, saat ini mempunyai kapitalisasi ratusan billion dollar, bahkan Facebook mempunyai kapitalisasi sebesar 586billion usd, sehingga menempatkan Mark Zuckerberg, CEO Facebook menjadi orang terkaya nomor 3 di dunia.

Didalam kapitalisasi perusahaan, saat ini Apple yang menjadi perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di dunia, dari yg saya baca, kapitalisasi Apple, per Maret 2018 ini mencapai usd 932 billion usd, atau Apple mendekati sebagai perusahaan dengan kapitalisasi 1 trillion usd pertama di dunia.

Apple, Microsoft, Facebook, Google, Alibaba, saya lihat adalah perusahaan yg semula dari kecil, namun terus dikembangkan menjadi raksasa bisnis dan menguasai users atau pemakai. Jumlah users akan mempengaruhi nilai perusahaan atau kapitalisasi, misalnya jumlah users Facebook telah mencapai 2 milliar users.

Apple, Microsoft, Facebook, Google, dan yang lain sebagainya, semula dirintis dari garasi, namun mereka mampu memproduksi teknologi, sehingga kemudian banyak investor yang mulai invest. Seingat saya, Apple semula dikembangkan oleh investor Intel, Apple ketika itu menjadi perusahaan yang memproduksi hardware dekstop komputer dan Operating Systemnya, produk Apple menarik, karena sudah berbasis grafis.

Tahun 1980-1990 adalah era kejayaan Microsoft, era itu hampir semua Desktop Komputer menggunakan operating system produksi Microsoft, baik DOS sampai Microsoft Windows, dan Microsoft juga mendominasi aplikasi misal melalui Microsoft Office, sehingga Microsoft terkena UU Anti Monopoli.

Era dominasi Microsoft, kiranya berhasil dipecahkan oleh Linux, sekitar tahun 1992, mahasiswa Finlandia, Linus Torvalds membuat kernel Linux yang mempunyai lisensi bebas dan open source, sebagai skripsi-nya. Era ini didukung dengan adanya konsep GNU dan Open Source yg diwacanakan oleh Richard Stallman dari MIT.

Saat ini Linus Torvald sendiri konon malah bekerja di Microsoft, sebaliknya salah satu pendiri Microsoft, yaitu Paul Allen, malah menjadi CEO Redhat, yang memproduksi operating system Linux baik untuk desktop ataupun Server.

Linux saat ini juga berkembang pesat, selain ada Ubuntu yang populer, juga ada Debian, maupun Slackware. Debian maupun Slackware adalah Linux yg sering saya pakai dan menjadi kesukaan saya. Linux, selain menjadi operating system gratis, juga ada yg berbayar, misal Redhat yg dulunya juga gratis, dan juga ada Suse. Bahkan harga operating system Linux seperti Redhat Server itu lebih mahal daripada sistem operasi server Windows Server.

Dari pengamatan saya, semuanya dimulai dari kecil terlebih dahulu, baik Apple, Microsoft, Facebook yg dikembangkan dari kamar apartemen, maupun Google yg menjadi skripsi Sergey Brin dan Larry Page.

Perusahaan Start-Up teknologi, memang mayoritas dari kecil dulu, namun kapitalisasi mereka cepat berkembang besar seiring banyaknya pemakai atau users-nya. Menjadi innovator perusahaan teknologi saya pikir adalah salah satu cara cepat untuk menjadi billionaire.

Advertisements

Bisnis dotcom dan sepak terjangnya

Bisnis dotcom dan sepak terjangnya
Catatan Wawan Setiawan
———————————

Saat ini sudah era komputasi terutama smartphone, komputasi yg berbasis atau menggunakan handphone. Saya memulai komputasi Smartphone mungkin sudah sekitar tahun 2003-an, saya memakai Nokia 6600 dan juga support Symbian, sehingga dengan Nokia 6600 itu saya bisa memakai Yahoo Messenger, email, ataupun aplikasi remote semacam Putty yg digunakan untuk meremote server berbasis Linux.

Namun bisnis dotcom ini setahu saya, dimulai oleh IBM yg memproduksi Mainframe, Mainframe atau komputer server, hanya digunakan untuk host atau melayani fasilitas komputasi saja, sehingga kemudian masuk ke era komputer desktop. Bill Gates boss Microsoft, mempunyai visi “komputer di setiap meja”, atau komputer desktop akan dimiliki oleh mereka para keluarga. Sebelumnya Apple atau Steve Jobs juga telah memproduksi komputer dan operating system-nya, seperti Apple LISA, yang dijual sangat mahal.

Visi Bill Gates atau Microsoft saya kira berhasil, kemudian industri komputer desktop yang digarap oleh Dell, Hewlett Packard, Acer, ataupun IBM dlsb berhasil memproduksi komputer dalam jumlah massal, dan yang luar biasa mereka menggunakan sistem Operasi DOS dari Microsoft. Bill Gates sendiri merupakan nerd yg bisa menulis ulang bahasa BASIC di masanya. Microsoft di tahun sekitar 1980-an, sukses melobby IBM, konon lewat ayah Bill Gates yg pengacara, bahwa komputer IBM akan menggunakan MS-DOS. Setelah era DOS, dunia berkembang ke era GUI atau Graphical User Interface, dan Microsoft awalnya mengenalkan Windows 3.1, yang masih sederhana, dan masih berbasis 16-bit, selain kernelnya belum mengenal pre-emptive multitasking, sehingga mudah hang kalau kebanyakan aplikasi, atau ada aplikasi yg menyedot resources. Microsoft kemudian meluncurkan Windows 95, sistem operasi untuk komputer desktop yg berbasis 32-bit, dan sudah mempunyai pre-emptive multitasking, mengambil teknologi Windows NT 3.5

Windows 95 ini saya lihat fenomenal, ketika dilaunching, banyak yg menunggu atau antri sehari sebelumnya, dan ketika itu dominasi Operating System Windows masih sangat kuat, sampai sampai developer hardware seperti SoundCard Creative yg diproduksi di Singapore, mencantumkan logo “Designed for Microsoft Windows”

Produsen hardware, saling berlomba mendesain hardware mereka agar paling kompatible dengan Windows. MIcrosoft, selain meluncurkan produk operating system Windows, juga membuat aplikasi Microsoft Office, hal ini kemudian banyak diprotes oleh para pengembang software dan hardware, karena Microsoft konon cukup merahasiakan kode kernel mereka, sehingga aplikasi buatan Microsoft tentu akan lebih baik daripada aplikasi buatan pengembang luar, dan akibatnya Microsoft terkena Uu Anti Monopoli di Amerika.

Selain kejayaan Microsoft, saya juga mengalami kejayaan Yahoo. Dulu Yahoo dianggap sebagai mesin pencari terbaik, mengalahkan Altavista, Infoseek, Webcrawler, dan yg lain sebagainya. Yahoo juga pernah memberikan layanan email gratis, serta aplikasi Yahoo Messenger, maupun Yahoogroups untuk mailing list. Tahun 2000-an adalah era kejayaan Yahoo yg dipimpin oleh Jerry Yang, seorang Amerikan keturunan Tionghoa yg lulusan Stanford. Bahkan saking kuatnya dominasi Yahoo, ketika itu Google masih hanya sebagai mesin pencari sekunder Yahoo, ketika kita menggunakan Yahoo, dan melakukan pencarian, kalau Yahoo tidak menemukan maka di forward ke Google. Sebelum Google menjadi mesin pencari sekunder Yahoo, sebelumnya adalah AltaVista.

Namun di era tahun setelah tahun 2010 ini, Yahoo cukup tenggelam, meski CEO-nya mengambil engineer handal dari Google, yaitu Marissa Meyer, namun Yahoo saya lihat gagal untuk bangkit menjadi raksasa Silicon Valley kembali, meski Yahoo punya saham Alibaba, atau Alibaba sempat dibesarkan oleh Yahoo.

Saat ini era Google, Facebook, Whatsapp, Twitter, Instagram, Amazon, dlsb, mereka tampak perkasa dengan users yang sangat banyak, namun melihat sejarah perkembangan perusahaan dotcom, mereka semua saling bersaing, dan mungkin ada masanya mereka jayanya, kuncinya untuk tetap survive adalah inovasi, atau membuat teknologi baru kembali, saat ini yg saya lihat, para raksasa IT, invest di bidang cloud computing, seperti Amazon yg menguasai pasar Cloud Computing, kemudian juga Microsoft, Google, sampai IBM. Selain masuk ke bisnis Cloud Computing, para perusahaan teknologi ini juga banyak invest di AI, terutama Google, Facebook, maupun Microsoft dan yang lainnya. AI adalah masa depan perusahaan perusahaan dotcom ini.

Harvard dan Stanford

Harvard dan Stanford
Catatan Wawan Setiawan
————————-

Saat ini, di era maraknya smartphone dan teknologi internet online, kita melihat lahirnya perusahaan perusahaan internet baru, seperti Google, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya. Setahu saya, perusahaan online internet yg cukup sukses awalnya adalah Yahoo, yang menjadi perusahaan internet dengan fasilitas mesin pencari. Selanjutnya Yahoo juga mengembangkan email gratis, dan juga messenger dengan Yahoo Messengernya. Era tahun 2000-an, Yahoo yg dikomandani oleh CEO Jerry Yang dari Stanford, rasanya sangat menguasai dunia online. Selain mesin pencari, email gratis, maupun Yahoo Messenger, Yahoo juga memberikan fasilitas Yahoo mailing list yg banyak digunakan oleh para netter dunia termasuk di Indonesia. Awal tahun 2000, Google masih menjadi perusahaan start-up, sampai sampai Google hanya dijadikan backup pencarian dari Yahoo, kalau mencari “keyword” di Yahoo tidak ketemu, maka forward atau dilarikan ke mesin pencari Google. Sebelum menggandeng Google, Yahoo menggunakan Altavisa.

Saat ini sudah banyak perusahaan internet start-up yg popular, dari yang saya perhatikan, para CEO atau boss boss perusahaan Internet Silicon Valley ini mayoritas lulusan Harvard atau Stanford. Bill Gates boss Microsoft adalah jebolan Harvard, Bill Gates memilih membesarkan Microsoft dan menulis ulang bahasa BASIC, daripada menyelesaikan kuliahnya di Harvard. Mark Zuckerberg, boss Facebook juga jebolan Harvard. Mark Zuckerberg sama dengan Bill Gates, memilih mengembangkan aplikasi daripada harus menyelesaikan sekolahnya di Harvard.

Sedangkan Stanford, telah meluluskan Jerry Yang, boss Yahoo, yg dulu sempat merajai menjadi mesin pencari nomor satu dunia, selain itu duo Google, Sergey Brin dan Larry Page adalah mahasiswa Stanford, dan Google itu sebenarnya adalah skripsi mereka di Stanford, yang kemudian dijadikan start-up global.

Dunia dotcom, sebenarnya tidak hanya dimonopoli oleh para mahasiswa Stanford ataupun Harvard saja, contohnya adalah Jeff Bezos boss Amazon yg lulusan Princeton, namun umumnya yg menjadi boss start-up IT masih berasal dari Harvard ataupun Stanford. Boss Snapchat, Evan Spiegel, yang juga kuliah di Stanford, juga dinyatakan sebagai anak muda terkaya di dunia, menggantikan Mark Zuckerberg yg sudah berusia sekitar 34 tahun. Namun Mark Zukerberg cukup fenomenal, dimulai dari tahun 2004 dan IPO terbesar sepanjang sejarah di tahun 2012 dan kini sahamnya semakin melaju positif atau profit. Sedangkan CEO atau boss Snapchat, Evan Spiegel saat ini baru berusia 27 tahun, dan Snapchat cukup sukses di bursa saham. Kekayaan Evan Spiegel diperkirakan sebesar 3.1 billion usd, cukup sukses bagi anak muda yg belum berumur 30 tahun.

Selama ini start-up di Silicon Valley, umumnya didirikan oleh para mahasiswa dari Harvard ataupun Stanford, selain perusahaan yg sudah mapan, seperti Google, Microsoft, Facebook, Apple, Amazon juga banyak menerima lulusan Harvard atau Stanford di perusahaan mereka atau perusahaan besar Silicon Valley biasanya juga mendanai atau memberikan fasilitas riset terhadap mahasiswa terutama Harvard atau Stanford, misalnya ketika mahasiswa Stanford melakukan membuat sistem AI dengan melibatkan 16000 komputer server, untuk mengenali bentuk muka binatang kucing, mereka difasilitasi oleh Google.

Selain Harvard atau Stanford, saya lihat MIT juga banyak memberikan kontribusi bagi start-up, di MIT juga dikembangkan teknologi AI khususnya Humanoid Robot, di MIT juga ada Richard Stallman, Presiden GNU ataupun OpenSource, yang berhasil mendobrak dominasi Windows di era tahun 1990-an. Dengan adanya GNU atau OpenSource ini, seorang mahasiswa Finlandia, Linus Torvalds berhasil membuat kernel Linux untuk skripsinya. Saat ini Linux banyak dipakai, baik oleh komputer desktop maupun untuk Server, ada Linux yg masih gratis seperti Ubuntu, Debian, maupun Slackware, namun ada juga Linux yg berbayar misal Redhat Linux yg dibelakangnya ada Paul Allen pendiri Microsoft bersama dengan Bill Gates, ataupun Linux Suse.

Kiranya, sangat menarik bahwa universitas selevel Harvard dan Stanford mencetak banyak sekali entrepreneur dan juga pegawai di bidang IT atau bisnis online internet, hal ini juga menarik perhatian PM Russia Dmitri Medvedev, Russia membentuk Skolkovo, sekolah untuk menjadi entrepreneurship start-up teknologi atau pakar teknologi maupun di bidang research, tidak hanya di dunia IT saja, tapi juga biologi, fisika, nuklir, maupun outer space atau luar angkasa. Baik Sergey Brin boss Google maupun Mark Zuckerberg boss Facebook perbah mengunjungi Skolkovo. Pendirian Skolkovo ini konon untuk diversifikasi ekonomi Russia yg saat ini mengandalkan gas dan minyak, agar tumbuh ekonomi digital dan start-up.

Masalah Harvard, konon juga pemilik Go-Jek atau Nadiem Makarim, yg menjadi start-up paling sukses di Indonesia, juga lulusan Harvard, Nadiem Makarim punya ide lantas direalisasikan ke dalam aplikasi untuk bisa memesan Ojek secara online, setelah beberapa tahun dikembangkan, kemudian banyak investor yg masuk, termasuk Tencent, maupun Alibaba. Jujur saja saya menunggu Go-Jek untuk IPO, kapitalisasi Go-Jek saat ini konon lebih besar daripada Garuda, tapi saya sangat penasaran bagaimana hasil IPO Go-Jek nanti, apakah akan memecahkan sejarah akan menjadi perusahaan IPO terbesar di Indonesia, atau bagaimana. Yang jelas Go-Jek juga terus berkembang, semula dari perusahaan transportasi atau ojek online, dan kini mempunyai fasilitas Go-Pay yg bisa menjadi e-commerce atau alat pembayaran.

Facebook

Facebook
Catatan Wawan Setiawan
————————–

Saya pernah melihat film tentang “Social Media” yg ditayangkan oleh HBO, film ini berkisah tentang perjalanan kesuksesan Facebook atau Mark Zuckerberg. Mark Zuckerberg, yang saat ini konon telah menjadi manusia terkaya nomor 3 didunia, saya pelajari adalah memang orang jenius. Sejak kecil atau ketika umur 6 tahun ayahnya sudah mengajarinya untuk melakukan coding BASIC Atari. Selain itu Mark Zuckerberg pernah mendapat penghargaan atas kemenangannya didalam lomba sains fisika dan math. Selain itu Mark Zuckerberg juga mempelajari banyak bahasa semacam Prancis ataupun Jerman, dan kemudian Mandarin.

Facebook utamanya dirintis oleh Mark Zuckerberg bersama Dustin Moskovits dan kawan kawan, awalnya hanya akan digunakan untuk interaksi para mahasiswa di Harvard baik yang masih aktif atau alumni. Namun Facebook ketika dilaunching, ternyata banyak orang awam yang mendaftar. Facebook konon pada awalnya didevelop oleh Mark Zuckerberg dan Dustin Moskovits di ruang apartemen yg disewanya.

Setelah menjadi aplikasi yg digemari oleh banyak orang, Facebook terus dikembangkan, semula berbasis Web aplikasi, atau ditulis dengan HTML-5, namun kemudian dirasa lambat sehingga Facebook ditulis ulang menggunakan C++ dan juga dibuat aplikasi untuk IOS atau produk Apple, dan juga Android.

Facebook, IPO tahun 2012, dan mencatatkan rekor sebagai IPO terbesar didalam sejarah IPO Amerika, harga penawaran saham Facebook adalah usd 38. Dalam 1 tahun pertama pernah anjlok mencapai usd 30, namun kemudian Mark Zuckerberg fokus untuk melakukan pengembangan. Kini tahun 2018, atau 6 tahun Facebook IPO, harga sahamnya telah menembus usd 200, atau 5x lipat lebih kenaikan dari harga saham ketika IPO. Selain itu Facebook juga mengakuisisi start-up lain semacam Whatsapp ataupun Instagram.

Kini Facebook, bersama dengan Microsoft, Google, Apple, maupun Amazon, telah menjadi raksasa Silicon Valley, nilai kapitalisasinya mencapai usd 586 billion, dan sukses menempatkan Mark Zuckerberg sebagai orang terkaya nomor 3 di planet bumi ini.

Nasionalisasi Freeport

Nasionalisasi Freeport
Catatan Wawan Setiawan
————————-

Kemaren, dari berita nasional ada kabar bahwa nasionalisasi Freeport sudah deal dan akan dimulai secara bertahap. Sebelumnya saya membaca pemerintah janji akan menyelesaikan nasionalisasi Freeport di bulan April 2018 kemudian mundur lagi di bulan Juni 2018. Hal ini menandakan nasionalisasi Freeport ini cukup alot, Freeport juga pernah mengklaim mereka tidak mau di nasionalisasi dan akan membawa ke pengadilan internasional. Syukurlah kemaren MOU nasionalisasi Freeport sudah ditanda tangani

Namun kalau melihat secara obyektif, bisnis emas sudah tidak berjaya seperti di tahun atau era 1960,1970,1980, ataupun era 1990 lagi. Dari Russia Today saya membaca bahwa penambangan emas terbesar adalah di Afrika Selatan, dan konon saat ini 75% perushaan penambangan emas merugi. Tapi ketika saya baca tentang Freeport, mereka masih untung, dan di tahun 2018 awal ini mereka telah menaikan keuntungan sampai sekitar 12%.

Freeport kalau diskala terhadap perusahaan dunia, sebenarnya tidak terlalu besar, nilai kapitalisasi-nya hanya sekitar 25 billion usd, jauh lebih kecil jika dibandingkan Facebook misalnya, yang mempunyai kapitalisasi sampai usd 586 billion. Saham Freeport McMoran juga tidak terlalu bagus, sehingga nasionalisasi saat ini terkesan politis dan populis, karena bisa menguasai Freeport adalah seperti amanat UUD 45 pasal 33, kekayaan alam dikuasai oleh negara. Kapitalisasi Freeport kali ini oleh BUMN Inalum atau BUMN yg bergerak di bidang alumunium, sebesar 53 triliun rupiah, dan sayangnya Inalum membeli saham Freeport juga dengan hutang sekitar 74 triliun rupiah.

Meski terkesan politis dan populis, namun saya kira menasionalisasi Freeport adalah langkah yang tepat bagi negara Indonesia meski terkesan terlambat, di Arab, pemerintah Arab Saudi sukses menasionalisasi Saudi Aramco dan di Russia, Putin sukses menasionalisasi perusahaan minyak dan gas, menjadi Gazprom dan Rosneft, dan mereka beruntung, setelah nasionalisasi harga minya dan gas melambung cukup tinggi saat itu. Saya berharap kedepan harga emas akan melonjak, agar Freeport memberikan devidennya ke negara Indonesia juga cukup besar.

Piala Dunia

Piala Dunia

Saya kira Piala Dunia 2018 di Russia ini penuh kejutan. Awal kejutan adalah Italy dan Belanda tidak lolos. Kemudian kita juga cukup puas disuguhi permainan Islandia, negeri di Eropa Utara yg penduduknya hanya sekitar 300 ribu. Kemudian kita disuguhi dengan kekalahan Jerman di penyisihan grup. Selain itu kita juga menyaksikan kekalahan Brazil dari Belgia yg memang berisi generasi emas dan diunggulkan. Sayang Belgia kalah dari Prancis. Di sisi lain tidak terduga, Inggris bisa kalah dari negeri eropa timur Kroatia, yang permainannya memang mantap, pernah melibas 3-0 terhadap Argentina.

Pesta piala dunia ini memang membius dan membuat euphoria, sampai sampai Presiden Prancis Macron juga datang ke Russia untuk mendukung timnya ketika semifinal melawan Belgia, begitu juga Presiden Croatia datang dan mensupport tim Croatia di ruang ganti, ketika pertandingan semifinal melawan Inggriss.

Didalam kehebohan aksi piala dunia ini, saya baca, pihak penyelenggara dan FIFA konon meraih keuntungan, setiap tim juga mendapat dana kalau nggak salah ingat sebesar 8 million usd.

Piala dunia ini bisa menjadi candu masyarakat, dengan euphoria-nya, masyarakat sejenak lupa akan beban hidup mereka. Sepak bola juga telah menjadi industri tersendiri, tidak heran, 5 klub unggulan di Inggriss dikuasai oleh pihak asing, yaitu MU, Arsenal, City, Liverpool, dan Chelsea.

Pihak pegawai Fiat, industri otomotif yg pemiliknya juga merupakan pemilik terbesar saham Juventus juga demo, karena Fiat sudah 10 tahun tidak menaikan gaji karyawan, dan sekarang malah menggaji pemain superstar Ronaldo, dengan transfer mencapai 100 million Euro. Ya sepakbola adalah industri, bahkan bagi orang seperti di Liverpool sepakbola telah menjadi agama, di setiap sabtu atau minggu, mereka akan menyaksikan tim yg disembahnya.

Bangkitnya China Tiongkok

Bangkitnya China Tiongkok
Catatan Wawan Setiawan
————————–

Saya mengetahui dan mengikuti perkembangan berita tentang bangkitnya China Tiongkok, terutama dari media Jawa Pos, sejak tahun 1996, karena saya bekerja di perusahaan Internet Service provider Meganet milik Jawa Pos di Surabaya. Pak Dahlan Iskan sebagai boss Jawa Pos group rupanya berkiblat ke China Tiongkok, dan sering menulis tentang China Tiongkok, bahkan Pak Dahlan Iskan juga belajar bahasa mandarin, dan ketika ganti liver-nya, memilih di rumah sakit di Tiongkok.

Namun selain membaca dari Jawa Pos, saya juga banyak membaca sendiri terutama dari Forbes, majalah bisnis, yang sering membuat peringkat perusahaan perusahaan dunia dan memberikan berita bisnis lainnya. Baru baru ini saya membaca Forbes global 2000, daftar perusahaan tebesar 2018, didalam list ini paling banyak ditempati oleh perusahaan Amerika, yang berjumlah 560 perusahaan, setelah Amerika, China menyumbang nomor dua terbesar dalam daftar list,sekitar 291 perusahaan, negara sepert Jepang, Inggris, dan KOrea Selatan masuk ke dalam 5 besar.

Yang luar biasa adalah dari 5 besar, 3 perusahaan BUMN China mendominasi, yaitu ICBC, nomor dua China Contruction Bank dan nomor 5 adalah Agriculture Bank of China, sedangkan nomor 3 ditempati oleh JP Morgan Case, dan nomor 4 adalah Berkshire Hathaway millik billionaire Warren Buffet, dan nomor 5 Agriculture Bank of China.

Melihat dominasi China, hal ini saya pikir luar biasa, mengingat China di zaman lalu adalah Negeri Komunis yg menutup diri sampai sekitar tahun 1980-an. Namun China pernah dipimpin oleh Deng Xiaoping yang mempunyai slogan “tidak peduli Kucing berwarna hitam atau putih yang penting bisa menangkap tikus”. Hal ini tak pelak merupakan fleksibilitas China didalam menerapkan ekonomi marxisme. China menjadi negara yg sangat kapitalis ke luar, mereka membangun BUMN yg profesional dan transparan, serta tidak banyak korupsi sehingga bisa menguasai daftar FOrbes Global 2000.

Saya melihat pemerintah China sangat support terhadap entrepreneurship atau wirausahawan atau bisnis, tenaga kerja maupun harga infrastruktur seperti listrik di China masih cukup murah, dan kemudahan bisnis di China jauh lebih baik, sehingga banyak orang China yang mendirikan bisnis sendiri, dan para anak mudanya banyak juga yg mendirikan Start-Up IT baik di Silicon Valley atau di China sendiri. China juga menyensor ketat content dari Amerika, Google, Facebook, maupun WA tidak bisa diakses di China atau disensor ketat, agar rakyat China memakai produk lokal seperti mesin Pencari Baidu, Wechat, maupun situs situs lainnya, langkah ini tampaknya efektif, Baidu telah menjadi perusahaan raksasa yang juga membuka kantor di Silicon Valley untuk research dan development.

Demikianlah perkembangan China, dulu dari negara miskin, namun sekarang, banyak rakyatnya yg sudah menjadi billionaire, negara China juga kaya dengan cadangan devisa mencapai 3 trillion usd. Nampaknya para petinggi partai Komunis di China, pandai menafsirkan Marxisme Modern, penguasaan ekonomi tetap dipegang oleh negara melalui BUMN, dan pihak swasta juga didukung untuk menjadi perusahaan raksasa.