Menuju negara sosialisme

Menuju negara sosialisme
Catatan Wawan Setiawan
————————–

Semenjak negara ini diproklamirkan oleh Soekarno Hatta, dan para tokoh lainnya, Indonesia telah didesain sebagai negara sosialis. Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, Agus Salim, HOS Tjokroaminoto, maupun tokoh lainnya, rata rata penganut ekonomi sosialisme meski kadarnya berbeda beda. Soekarno ketika berusia 25 tahun atau tahun 1926 telah menulis “Nasionalisme, Agama, dan Marxisme”, atau dikenal dengan nama Nasakom. Tan Malaka jangan ditanya, beliau pernah menjadi ketua PKI di Indonesia, dan mendirikan MURBA, partai yg cenderung berideologi sosial demokrat, Bung Hatta seperti kita tahu adalah bapak Koperasi Indonesia, koperasi adalah manifestasi dari bisnis yg bersifat sosialisme.

Dengan demikian, kita saat ini harus melirik sejarah, bahwa negara ini didirikan dengan cita cita menjadi negara sosialis. Negara sosialis, selama ini bisa exist dengan dua cara, yaitu mereka negara yg kaya akan kekayaan alam dan jumlah penduduk sedikit, seperti negara Brunei, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, UEA, Venezuela atau dulu Libya, mereka dengan industri oil dan gas-nya mampu membiayai banyak keperluan penduduk, seperti layanan Kesehatan dan Pendidikan yang murah. Mereka panen terhadap industri minyak yang ditahun 1980-2010 harganya cukup tinggi.

Namun mengandalkan industri minyak, saat ini beresiko karena industri minyak harganya saat ini sering jatuh, bahkan pernah sampai usd 30 per barrel, meski saat ini mencapai usd 70 per barrels. Idealnya, membangun negara sosialisme, adalah membangun negara yg produktif. Negara Komunis seperti Uni Soviet, meski profuk utamanya minyak dan gas, tapi negara itu dulu mampu membuat banyak hal, membangun industri militer mandiri, membangun industri mobil, pesawat, baja, alumunium, dan lain sebagainya. Uni Soviet pernah menjadi negara dengan GDP nomor dua setelah Amerika Serikat, sampai di era keruntuhannya. Dengan demikian sosialisme tidak hanya dibiayai oleh industri minyak dan gas saja, tapi banyak industri terutama industri maju.

Selain mengandalkan BUMN, konsep welfare state yang ideal adalah seperti negara Skandinavia, seperti Iceland, Sweden, Denmark, Finlandia, Norway. Mereka negara dengan GDP tinggi, pendapatan per kapita tinggi, tingkat HDI atau Human Development Index yang tinggi dan tingkat pendidikan yg tinggi menurut PISA, dan gini ratio atau kesenjangan sosial yang cukup rendah. Namun negeri seperti negeri Skandinavia itu mempunyai pajak progressive yang tinggi, bisa sampai 60%.

Kembali lagi, Indonesia kalau ingin membangun negeri sosialisme saya pikir, lebih ideal yg type welfare state seperti di Skandinavia, meski juga mengandalkan BUMN? Ini karena Indonesia sangat padat penduduknya dan kurang bisa mengontrol ledakan populasi penduduk. Ini bisa membahayakan ekonomi jika ledakan penduduk ini mempunyai tingkat pendidikan atau HDI yang rendah, namun akan memberi nilai positive jika ledakan penduduk ini mempunyai kualitas yang tinggi.

Advertisements

Ekonomi Amerika dan ekonomi global

Ekonomi Amerika dan ekonomi global
Catatan Wawan Setiawan

Ekonomi Amerika, negara yang di abad 20 dan 21 terkenal sebagai negara kapitalis liberal, memang cukup bagus. Amerika bisa melakukan swasembada pangan, dan juga mampu memproduksi produk produk teknologi. Iklim entrepeneurship di Amerika juga bagus, bisnisman kecil yg mempunyai prospek cerah dibantu didalam investai agar menjadi perusahaan besar. Perusahaan seperti Apple, maupun Microsoft, dimulai dari perusahaaan yg berkantor di garasi. Namun kepercayaan diri Steve Jobs maupun Bill Gates memang tinggi. Bill Gates berhasil menulis ulang bahasa BASIC, sedangkan Steve Jobs, menginginkan produk sempurna seperti Macinstosh. Apple tak pelak disuntik dana oleh Intel, perusahaan chip yang membuat mikroprossesor. Sedangkan Microsoft mengembangkan MS-DOS

Dua perusahaan ini akhirnya menjadi perusahaan terbesar versi Forbes, dan di Silicon Valley masih banyak perusahaaan yg sedang berkembang atau di inject oleh investasi.

Saat ini Amerika, yg sebelumnya banyak melakukan pabrikasi di luar negeri, seperti Apple yg berproduksi oleh Foxconn di China, melakukan policy lebih ketat. President Donald Trump, telah meminta Apple untuk berproduksi di Amerika, dan juga Harley Davidson untuk bisa berproduksi di Amerika. Ekonomi bagi Amerika itu bukan harga mati, tapi fleksibel sesuai realitas yang ada sekarang.

Presiden Donald Trump, akhir akhir ini juga menjatuhkan sanksi ke ZTE karena dianggap mensupply chip ke Korea Utara maupun Iran. ZTE juga dianggap sebagai perusahaan yg menjiplak berbagai inovasi yg dilakukan oleh Amerika.

Tapi sekarang era perang dagang antara Amerika vs China, Amerika memberikan banyak bea masuk bagi produk produk China, sedangkan China sendiri seperti biasanya, melakukan valuasi mata uang yuan agar produknya kompetitif.

Uni Soviet atau Russia

Uni Soviet atau Russia
————

Jika anda mempelajari Uni Soviet ataupun Russia dan negara CIS, atau negara pecahan Uni Soviet, mungkin Anda akan rindu dengan keberadaan Uni Soviet. Presiden Vladimir Putin pernah mengatakan “jika anda tidak rindu Uni Soviet, maka tidak punya hati, namun jika anda ingin balik ke Uni Soviet, maka tidak punya otak”

Dalam segi ekonomi, kalau kita mempelajari sejarah Uni Soviet dan Russia, maka kita akan tahu bahwa Uni Soviet itu negara komunis namun GDP Ekonomi mereka terbesar kedua di dunia setelah GDP Amerika, dan juga GDP Soviet itu terbesar di ranah Eropa. GDP Soviet mencapai usd 1 trillion lebih, namun GDP per kapita mereka cukup rendah, hanya sekitar usd 8000. Hal ini karena penduduk Uni Soviet berjumlah sekitar 300 juta. Soviet ketika itu juga punya banyak uang, sehingga mereka sering hibah atau memberikan kredit lunak ke negara asia, seperti Indonesia ini, ke negara negara Afrika, maupun ke negara Amerika Latin seperti Kuba. Hutang hutang negara negara tersebut kemudian oleh Russia di write off, atau dibebaskan.

GDP Russia saat ini, adalah sekitar 1.3 Trillion usd, meski terkena sanksi perdagangan dari Amerika maupun negeri Eropa Barat, tapi ekonomi Russia tumbuh sekitar 1.5%, salah satu faktor yg mendukungnya adalah harga minyak diatas usd 60 per barrel.

Kembali ke Uni Soviet dan Russia, kalau mengamati keduanya, baik dari segi ekonomi, maka Russia lebih baik, karena pendapatan per kapita Russia sekitar usd 18.000.

Sebaliknya ekonomi negara negara pecahan Uni Soviet, saya pikir yg baik hanya Kazakhstan, selain Kazakhstan, negara negara seperti Uzbekistan, Turkmenistan, Azerbaijan, Tajikistan, dlsb, ekonomi-nya masih merkantilisme, atau mengandalkan sumber daya alam, dan negara negara itu biasanya dipimpin oleh diktaktor korup, seperti Islam Karimov, yang menjadi Presiden seumur hidup di Uzbekistan, dan puterinya banyak menguasai bisnis, misal di sektor telekomunikasi, puterinya punya Uzdun Robita, provider GSM di Uzbekistan. Singkatnya Uzbekistan ini mirip era Soeharto di Indonesia.

Dari fakta ini, maka bagi saya Russia jauh lebih baik daripada Uni Soviet, selain pendapatan per kapitanya jauh lebih tinggi, akan sangat mundur kalau Russia harus bergabung dengan negara negara pecahan Uni Soviet yg rata rata adalah negara tertinggal. Bukti lainnya bahwa Russia dan Kazakhstan yg bisa maju adalah banyaknya immigran dari negara negara pecahan Uni Soviet, ke Russia. Russia saat ini dibanjiri immigran moslem dari Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan, dlsb.

Blokade atau sanksi ekonomi

Blokade atau sanksi ekonomi
———

Selama ini, Amerika yg dianggap superpower di bidang ekonomi global dan kekuatan militer, sering bertindak sebagai anti thesis yg telah mereka rintis. Dulu swasta Amerika didalam mengembangkan bisnisnya secara global, difasilitasi oleh ketentuan anti tariff atau pajak import dan meratifikasi persetujuan WTO, agar negara negara bisa bersaing secara ketat didalam memproduksi barang. Namun belakangan Amerika melanggar ketentuan WTO sendiri, akhir akhir ini Presiden Donald Trump justru mengumumkan kebijakan tariff terhadap industri baja dan alumunium. Hal ini agar menjaga industri baja dan alumunium Amerika bangkrut karena kalah didalam persaingan.

Selain itu, Amerika juga sering memberikan sanksi ekonomi ke Iran, Korut, maupun Russia. Perusahaan China, ZTE telah terkena getahnya, perusahaan itu diboikot oleh perusahaan Amerika lainnya, karena ZTE terbukti menjual chip ke Iran dan Koreaa Utara.

Namun bagi negara negara kuat, sanksi ekonomi dari Amerika ini tidak ada taringnya, China sebagai negara besar tetap cuek didalam membeli atau impor oil dari Iran, karena harganya lebih murah, dibawah harga pasaran. China tidak menggubris sanksi ekonomi terhadap Iran.

Russia sendiri juga terkena sanksi ekonomi dari Amerika, karena konon mereka mengintervensi jalannya pilpres Amerika yg dimenangkan oleh Donald Trump. Selain itu Gazprom, perusahaan gas dan pipeline Russia, masih terus melakukan supply ke negara barat seperti Jerman, Spain, France, dlsb. Selain itu antara Russia dan Amerika terjadi kerjasama antara Exxon Mobile dan Rosneft, perusahaan oil milik Russia untuk mengeksplorasi Arctic atau kutub utara

Mengingat alm. Steve Jobs

Mengingat alm. Steve Jobs
——————-

Didalam bisnis, terus terang kiblat saya adalah alm. Steve Jobs, 3 orang yg paling saya kagumi, sampai menjadi iklan perusahaan saya adalah Albert Einstein dengan quote-nya “Imagination is more important than knowledge”, lalu alm. Richard Feynman, dengan quote-nya “The true secret to genius is in creativity”, dan alm. Steve Jobs “Think Different”

Alm. Steve Jobs didalam perjalanan bisnisnya jatuh bangun, beliau pernah dipecat dari Apple, perusahaan yang dia dirikan bersama Steve Wozniak, dan diganti oleh Scully, orang yang sebelumnya dia tarik sendiri dari pepsi.

Alm. Steve Jobs didalam bisnisnya sangat mengutamakan inovasi, Apple ketika itu menjadi komputer desktop pertama yang berbasis grafis, namun masalah interface grafis ini semula dikembangkan oleh Xerox. Apple menjadi perusahaan yg cukup besar setelah di-inject investasi oleh Intel, dan Steve Jobs tetap idealis dan sangat perfeksionis didalam mengembangkan Apple. Apple ketika itu juga menjadi barang sangat mewah bagi seorang millionaire untuk memberikan hadiah terhadap orang kesayangannya.

Meski Steve Jobs berhasil membangun komputer Macintosh, komputer berbasis grafis dan sangat stabil kernelnya, Steve Jobs pernah dipecat sebagai CEO Apple. Di masa ini, Steve Jobs malah mendirikan perusahaan komputer NeXT dan juga PIXAR, suatu perusahaan perfilman atau memproduksi film yang tidak konvensional. Produk PIXAR diantaranya adalah film Cars dan Toy Story. Setelah ditinggal oleh Steve Jobs, ternyata Apple banyak mengalami penurunan dan miskin inovasi, sehingga Steve Jobs oleh investor Apple diminta lagi menjadi CEO Apple. Setelah Steve Jobs kembali ke Apple, Steve Jobs melakukan inovasi dengan produk ipod, suatu alat portable pemutar music yg berbasis memory, Ipad, suatu komputer tablet, atau tablet seukuran buku yg bisa digunakan sebagai komputasi sederhana, serta iphone, yaitu perangkat smartphone yang menyatukan fungsi telephony, komputer, dan fotografi atau kamera. Produk produk tersebut ternyata sangat laku dipasar dan sangat revolusioner, mampu merubah banyak hal, termasuk matinya industri fotografi konvensional.

Bagi Steve Jobs, Inovasi adalah hal yang membedakan antara leader dan follower. Setelah Apple merilis Iphone, Ipad, maupun Ipod, banyak perusahaan meniru apa yg dilakukan oleh Apple diantaranya adalah Samsung, yang membuat produk serupa namun berbasis Android. Android sendiri pernah dikecam oleh Steve Jobs sebagai interface yang meniru Iphone, dari cara menggerakan misal menggeser layar, maka tersedia icon pilihan lain, ini mirip dengan interface Iphone. Saya sendiri menilai bahwa interface Android memang meniru interface Iphone, apalagi Andy Rubin, yang mengembangkan Android memang nge-fans terhadap Steve Jobs, dari pakaian-nya yg hitam, sampai kacamatanya seperti meniru gaya Steve Jobs.

Steve Jobs, meninggal karena kanker pankreas, dan konon ia pernah melakukan rekayasa genetika untuk menyembuhkan kanker pankreasnya. Namun kesehatan memang merupakan asset yg mahal, sehingga kanker pankreas ini yg menyebabkan Steve Jobs meninggal dalam usia relatif muda dan dalam kejayaannya.

Steve Jobs, memang tokoh yg sangat menginspirasi terutama di Silicon Valley, konon saat ini tokoh yg menggantikan peran Steve Jobs adalah Jeff Bezos, CEO Amazon. Namun saya pribadi belum melihat inovasi Jeff Bezos yg revolusioner, produk Jeff Bezos masih Amazon yg dulunya adalah e-commerce buku, namun sekarang sudah menjadi e-commerce berbagai hal, dan juga Amazon masuk ke bisnis cloud, dimana bisnis cloud ini saya lihat masa depannya sangat cerah dan marketnya besar.

Namun meski Jeff Bezos saat ini menjadi orang terkaya di dunia, mengalahkan Bill Gates, inovasi yg dilakukannya menurut saya belum serevolusioner Steve Jobs. Steve Jobs sendiri konon hanya mempunyai saham sekitar 1% di Apple, sehingga meski Apple menjadi perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di dunia, saat ini mencapai usd 700-800 billion, kekayaan Steve Jobs hanya berkisar nomor 20-an di daftar orang kaya Forbes.

Russia dan Rocket

Russia dan Rocket
——————

Saat ini banyak sekali industri senjata terutama rudal yang mengandalkan kehandalan rocket. Setahu saya, mengikuti sejarah Uni Soviet, sampai sekarang, bahwa Soyuz merupakan satu satunya pesawat luar angkasa yg digunakan untuk ke ISS atau International Space Station, maka saya bisa menganggap bahwa Uni Soviet atau Russia adalah negara yang handal didalam teknologi rocket. Uni Soviet berhasil meluncurkan satellite pertama Sputnik, dan manusia pertama ke luar angkasa, yaitu Yuri Gagarin dan Valentina Tereshkova, serta membangun MIR, stasiun angkasa luar pertama di dunia. Keberhasilan Uni Soviet ini bermakna mereka bisa meluncurkan rudal berkepala nuklir ke Amerika, kalau mereka bisa mengirimkan satellite ke angkasa luar. Selain itu industri rudal Russia juga cukup maju, senjata pertahanan anti rudal S-300 dan S-400 dianggap memiliki teknologi termaju dan murah, sehingga juga dibeli oleh negara anggota NATO. Kemajuan Uni Soviet didalam teknologi rocket ini tidak lepas dari para insinyur Jerman yg dibawa oleh Uni Soviet untuk mengembangkan senjata atau rocket di Russia.

Kemajuan teknologi rocket di Russia ini juga membuat Elon Musk, visioner Silicon Valley yang membuat perusahaan SpaceX, tahun 2002 ke Russia dan membeli rocket Russia.

Namun tampaknya kini Russia mendapat pesaing yg cukup handal di bidang rocket, yaitu China dan India. China telah berhasil meluncurkan satellite ke bulan, sedangkan India malah lebih jauh lagi, yaitu ke Mars. India juga telah berhasil memecahkan rekor Russia didalam meluncurkan satellite, India berhasil meluncurkan lebih dari 100 satellite sekali luncur, kebanyakan micro satellite.

Masa depan, negara negara maju akan bersaing sainsdan teknologi, Amerika, Russia, Jerman, bahkan India diramal akan menjadi negara maju, negara dengan GDP terbesar nomor empat, setelah China, Amerika, dan Jepang. India juga merupakan negeri yg maju akan industri IT-nya. Industri IT telah menjadi pembuktian bahwa kasta sudra tidaklah bodoh, tapi bisa berperan di industri IT seperti CEO Microsoft Satya Nadella, ataupun CEO Google Sundar Pichai. Di era modern ini kepercayaan kasta di India, sudah tidak relevan lagi.

Tentang Amerika

Tentang Amerika.

Saya sedang membaca bagaimana negeri America didirikan, semula negeri ini juga akan menjadi negeri Kristen terutama protestan, tapi para pendirinya juga banyak terinspirasi oleh era Aufklarung atau pencerahan di Eropa, salah satu pendiri seperti Thomas Jefferson itu juga Epicurusian, atau banyak terpengaruh oleh pemikiran filsuf Yunani Epicurus yg atheis, sehingga Amerika sudah sejak berdiri telah memisahkan agama dan state. Didalam perjalanannya, meski masih terjadi perbudakan terhadap kulit hitam, namun juga lahir Martin Luther King Jr, yang terkenal dengan pidatonya “i have a dream”.

Selain itu di era tahun 1980-2000, Amerika terutama Microsoft sangat menguasai dunia komputer saat itu, bahkan banyak hardware yg harus memberikan stempel “Designed for Microsoft Windows”, namun di Amerika pula lahir dan muncul aktivis Open Source dan GNU atau software berbayar gratis, yaitu Richard Stallman dari MIT. Dengan adanya license GNU, maka lahirlah kernel Linux yg awalnya adalah skripsi mahasiswa komputer dari Finlandia, Linus Torvalds, Linux berkembang pesat dan menjadi banyak distro baik yg bayar seperti Suse, ataupun yg gratis seperti Ubuntu. Saya sendiri dulu memakai distro Redhat, Slackware, ataupun Debian yg murni gratis. Dengan adanya Linux ini, maka dunia IT semakin multipolar, Windows tidak lagi merajai, bahkan di era smartphone ini, Android yg merajai sebagai OS gratis smartphone. Saya pernah membaca di buku biografi alm. Steve Jobs, bahwasanya alm. Steve Jobs, keberatan atas interface Android ini karena mirip dengan interface ios apple. Konon alm. Steve Jobs, ke Google dan ditemui oleh para petinggi Google, seperti Sergey Brin, Larry Page, Eric Schmidt, maupun Andy Rubin yg mengembangkan Android.

Singkatnya, di Amerika ini terjadi dialektika yang bagus, dari Amerika juga banyak lahir teknologi tinggi, namun di Amerika pula lahir tokoh tokoh yang menegasinya, misalnya kasus Richard Stallman tadi. Amerika, meski negeri yg bisa disebut sebagai mbahnya kapitalisme, tapi disana pula banyak tokoh yg anti thd kapitalisme, misal Prof. Noam Chomsky, pendapat Prof. Chomsky selalu menarik untuk disimak.