prospek bisnis start up yg bagus

Prospek bisnis start-up yg bagus
1. Bisnis aplikasi e-payment. Di masa depan, akan banyak transaksi yg cashless, dan perusahaan e-payment akan mendominasi bisnis IT masa depan. Perusahaan e-payment juga menarik, karena bisa juga kolek money terhadap masyarakat.

2. Bisnis aplikasi makanan
Bisnis ini menarik, karena dengan aplikasi, bisa menghubungkan antara konsumen dengan produsen makanan. Nadiem Makarim, bos Go-Jek sendiri mengakui bahwa Go-Food yg paling banyak memberikan keuntungan

3. Aplikasi game online
Masa depan Smartphone akan mempunyai hardware yg terus update dan semakin canggih, misal Iphone produk Apple yg terbaru sudah menggunakan chipset A12 yg berteknologi 7 nano, sehingga menjadi processor tercepat didalam smartphone, sehingga akan semakin bagus untuk menjalankan aplikasi game online. Selama ini, game online membutuhkan resources yg besar dan canggih, sehingga baru bisa dimainkan di PC, namun masa depan Smartphone saya lihat adalah kemampuan menjalankan game online.

4. Cloud
Di masa depan, semua bisnis atau aplikasi akan bersifat cloud, meski bisnis cloud sudah banyak yg terjun, misal Microsoft Azure, AWS atau Amazon Web Service, Google Cloud, IBM Cloud, maupun Alibaba Cloud, tapi bisnis Cloud akan tetap besar marketnya.

Advertisements

Lenin dan Pendidikan

Lenin dan Pendidikan
Catatan Wawan Setiawan

Vladimir Ilyich Lenin, pemimpin revolusioner Russia, yang memimpin revolusi Oktober untuk mendirikan negara Komunis di Russia, tidak hanya seorang leader atau pemimpin atau filsuf saja. Lenin juga mempunyai pengaruh sangat besar di bidang pendidikan. Di awal abad 19, pendidikan adalah milik mereka kaum borjouis saja. Ambil contoh di Indonesia atau Hindia Belanda ini, yg bisa bersekolah adalah anak kaum borjouis, seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, dan lain sebagainya.

Namun bagi Lenin, pemerintahan Komunis ini wajib mengembangkan sains, di bukunya “Materialism & Empirio-Criticsm”, Lenin menguraikan pentingnya filsafat yg obyektif dan juga sains. Tidak heran ketika revolusi Bolshevik menang, yang pertama dibangun adalah listrik dan pendidikan. Lenin membuat pendidikan bagi seluruh kelas proletariat, sehingga Uni Soviet pernah menjadi negara dengan tingkat buta huruf paling kecil sedunia. OCCD juga pernah memberikan peringkat pendidikan di Russia terbaik di usia 55-65 tahun, sehingga kalau dicermati itu adalah era pendidikan di Uni Soviet.

Lenin terkenal dengan mantra-nya, “learn, learn, and to learn”, semuanya dipelajari, terutama sains dan math. Sehingga tidak heran kalau di Tajikistan, para ulama mengumpulkan uang, untuk kembali membangun patung Lenin. Mereka beranggapan, tanpa Lenin, mayoritas masyarakat di Asia Tengah bakalan buta huruf seperti di Afghanistan, namun karena Asia Tengah pernah menjadi bagian dari Uni Soviet, mereka juga pernah mengaplikasikan pendidikan ala Uni Soviet.

Gas Russia

Gas Russia
Catatan Wawan Setiawan

Selama ini kita mengenal bahwa negeri Russia adalah negeri pemasok gas terbesar di Eropa. Hal ini memang benar, dan Presiden Putin sendiri mengembangkan bisnis ini, sehingga membangun pipa gas baru, baik Nordstream-2 bersama dengan Jerman, maupun Turkish Stream, yang langsung ke Turki.

Russia, di tahun 1990-an, ekonominya boleh dibilang hancur karena liberalisasi yg dilakukan oleh Presiden Yeltsin menyentuh sampai sektor oil dan gas. Tidak heran oligarki kapitalisme seperti Mikhail Khodorkovsky membuat perusahaan minyak Yukos, dan Roman Abramovich pemilik Chelsea membuat perusahaan minyak Sibneft.

Namun di era pemerintahan awal Presiden Putin, yaitu tahun 2000-2008, perusahaan gas dan minyak banyak yg dinasionalisasi, dan untungnya harga komoditas minyak dan gas di era itu lagi tinggi tingginya.

Russia mensuppli kebutuhan hampir 25% gas eropa, namun ketika itu sebenarnya adalah Gazprom yang mempunyai infrastruktur pipa gas dari Turkmenistan sampai ke Eropa yg berbisnis. Gazprom membeli gas dari Turkmenistan seharga usd 60 per 1000 meter kubik, dan menjual ke Eropa sampai usd 400 per 1000 meter kubik.

Setelah tahun 2012 baru Russia menggunakan gas sendiri daripada gas dari Turkmenistan. Russia merupakan negara yg mempunyai cadangan gas terbesar di dunia, utamanya dari Siberia.

Amerika, didalam politik luar negerinya, sebenarnya tidak ingin melihat Eropa mempunyai ketergantungan gas terhadap Russia, Amerika siap mensupply gas ke Eropa, namun mereka menggunakan VLCC delivery sehingga harganya nggak bisa semurah gas dari Russia yg dialirkan melalui pipa gas. Bisnis gas, meski bisnis raw material, tapi ternyata padat teknologi juga, didalam konsep pipa gas Gazprom, juga ada Gas Storage, ini cadangan gas, jika pipa gas mengalami kebocoran atau gangguan. Gas Storage ini penting, karena bisa mengcover kebocoran pipa gas.

Meski seolah olah bisnis gas itu bisnis yg mudah, tapi pada prakteknya sulit, pipa gas milik Gazprom, terbentang dari Turkmenistan, Siberia, Eropa, dan sedang membangun Nordstream-2 bersama Jerman, Turkish Stream, maupun pipa gas ke China. Pada prakteknya memaintenance bisnis pipa gas itu juga sulit dan juga perlu penjagaan ekstra dari ancaman terrorisme.

Inovasi, yg membedakan market driven

Inovasi, yg membedakan market driven.
Catatan Wawan Setiawan

Menurut buku, Blue Ocean Strategy, terbitan Harvard Business School, didalam market ada dua jenis market utama, yaitu market demand dan market driven. Market demand adalah kebutuhan pelanggan yg besar akan produk, misal gas, minyak, ataupun komoditas lainnya, termasuk Smartphone yg saat ini menjadi barang “umum” di abad 21. Namun selain ada market demand, kita juga mengenal market driven, atau market yg diciptakan oleh adanya Inovasi.

Market Driven ini contohnya banyak sekali, misal penemuan komputer ataupun produksi komputer Personal oleh IBM, dan juga Operating Systemnya PC-DOS yg dibuat oleh Microsoft. Selain itu di era tahun 2000-an ini, kita mengenal Google dan juga Facebook, keduanya adalah Market Driven, karena sebelumnya belum ada, Google memang menggantikan Yahoo sebagai mesin pencari, dan Facebook menggantikan Friendster sebagai media sosial. Namun mesin pencari internet dan Social Media itu adalah hal baru di dalam teknologi modern ini.

Baru baru, ini, Apple dan Amazon telah mencapai sebagai perusahaan dengan kapitalisasi 1 trillion usd. Kedua perusahaan ini, rupanya membuat inovasi, Apple membuat inovasi terutama di bidang Smartphone, sedangkan Amazon membuat inovasi menjadi situs e-commerce online, dan juga inovasi di bisnis Cloud Komputing. Amazon leading atau memimpin pasar di bisnis Cloud Komputingnya melalui AWS. Tidak heran jika valuasi mereka terus naik dan mencapai 1 trillion usd, dan menempatkan Jeff Bezos, boss Amazon menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai usd 166 billion usd.

Didalam buku, “Blue Ocean Strategy” terbitan Harvard, prinsipnya market dibagi dua, yaitu market yg umum, atau disebut Red Ocean, dan market khusus yg diciptakan oleh Inovasi atau disebut “blue ocean” dan market “blue ocean” ini uncompeteable karena dilahirkan oleh inovasi perusahaan. Seperti halnya produk Iphone milik Apple, meski banyak pesaingnya di industry Smartphone, namun Iphone produk Apple uncompeteable, karena menggabungkan teknologi hardware dan software IOS mereka dan memberikan jasa layanan ke pelanggan, misal Icloud untuk backup data, dan juga Itunes.

Di dunia ini, inovasi akan berjalan terus, komputasi akan menjadi target inovasi, misal konsep Google Glass, yg menggabungkan inovasi komputasi dan Virtual Reality, atau Apple Watch, yg membuat jam tangan berbasis komputasi. Dan menariknya, perusahaan yg leading didalam inovasi, tidak hanya produk mereka yg laku diminati oleh pasar, pergerakan saham mereka rata rata juga bagus, misal Alibaba, Facebook, Microsoft, Google, Amazon maupun Apple. Saham mereka meski sudah memecahkan rekor dengan valuasi tertinggi, namun diramal masih akan bisa naik lagi. Menyimpan saham saham mereka, untuk saat ini saya kira sangat strategis, selain nilai valuasi sahamnya yg cenderung naik, juga nilai mata uang USD juga terus naik terhadap rupiah.

Inovasi

Inovasi

Saat ini, banyak perusahaan yg melakukan inovasi, terutama mereka perusahaan di Silicon Valley. Kata Steve Jobs, inovasi akan membedakan antara leader dan follower. Inovasi juga bersifat market driven atau sudah bukan lagi sebagai market demand, Market Driven merupakan kasta tertinggi didalam ilmu marketing. Menurut buku berjudul “Blue Ocean” terbitan Harvard, Inovasi adalah di Samudra biru, atau uncompete market. Ini dibuktikan oleh Apple. Apple yg digawangi oleh Steve Jobs sejak awal telah membuat produk yg berbeda dari pasaran. Apple membuat Macintosh yg mempunyai interface grafis, sedangkan ketika itu komputer banyak yg PC atau Personal Komputer buatan IBM dan Operating System-nya menggunakan PC DOS buatan Microsoft

Di era tahun 2000-an, Steve Jobs ketika kembali ke Apple dan menggantikan Scully, Steve Jobs berinovasi kembali, yaitu membuat Itunes, sebagai sarana membeli lagu tanpa harus membeli album lagunya, dan juga Steve Jobs menawarkan Ipod, pemutar lagu digital yg sangat praktis, serta kemudian membuat Iphone yg menyatukan fungsi telephony, komputing, kamera digital, serta juga bisa sebagai pemutar lagu. Iphone ini yg laku keras, sehingga di tahun 2018 ini, Apple telah menjadi perusahaan dengan valuasi 1 trillion usd pertama di bursa saham. Iphone, meski penjualannya hanya nomor 3 setelah Samsung dan Huawei, tapi saham Apple terkerek naik, sedangkan saham Samsung dan Huawei tergolong Stagnan, bahkan Xiao Mi, produsen smartphone murah dari China, malah sahamnya anjlok ketika IPO, padahal market Xiao Mi juga besar.

Komunisme, Sosialisme dan ekonomi

Komunisme, Sosialisme dan ekonomi
Catatan Wawan Setiawan

Selama ini, mungkin kita hanya mengetahui bahwa negara yg menganut Komunisme atau Sosialisme, biasanya mempunyai ekonomi yg buruk. Tapi sejarah pernah menunjukan bahwa Uni Soviet sebagai negara Komunis, mempunyai ekonomi GDP terbesar kedua setelah Amerika, dan terbesar di Eropa. Negeri Komunis Uni Soviet juga dulu royal memberi bantuan kepada negara yg baru merdeka, ataupun negara Afrika. Indonesia adalah salah satunya, Uni Soviet memberikan kredit lunak industri militer tercanggih yg dimiliki oleh Uni Soviet ke Indonesia untuk menghadapi operasi Trikora melawan Belanda. Indonesia mendapatkan puluhan pesawat, baik Tupolev maupun Mig. Pesawat Tupolev-16 mampu kembawa missile untuk menghancurkan kapal Induk, sehingga kapal induk Belanda lari duluan sebelum diserang oleh pesawat TU-16

Konsep negara Sosialis, sebenarnya adalah konsep negara BERDIKARI, seperti yg Presiden Soekarno nyatakan. Industri harus dibangun untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, pabrik pembuat pesawat maupun pabrik pembuat mobil seharusnya dibangun, agar rakyat memakai produk buatan dalam negeri. Di Era Presiden Soekarno juga telah didirikan BATAN yg akan mengembangkan teknologi nuklir di Indonesia.

Selain itu, didalam negara Sosialisme atau Komunisme, Human Development Index harus tinggi, atau kemampuan SDM harus tinggi, agar bisa membangun industri dalam negeri. Uni Soviet saya lihat memenuhi ini semua, industri militer yg mandiri, industri mobil yg mandiri, serta industri pesawat yg juga mandiri, dan kualitas SDM di era Uni Soviet cukup tinggi. Uni Soviet mengutamakan pendidikan math dan sains, sehingga banyak orang Uni Soviet yg menguasai teknologi, termasuk teknologi komputasi.

Saat ini, beberapa negara ingin menganut Sosialisme, seperti Venezuela, namun ekonomi Venezuela 95% berasal dari ekspor minyak, selain itu di Venezuela indeks HDI atau Human Development Index-nya masih medium, dan juga di Venezuela tidak dibangun industri strategis yg bersifat BERDIKARI.

Jadi kalau menengok sejarah, Komunisme memang gagal dan hancur di tahun 1990-an, dan negara negara Uni Soviet atau SSR pecah menjadi 13 bagian, namun sebelum Uni Soviet pecah, mereka pernah mempunyai GDP yg besar, nomor dua setelah Amerika. Jadi hanya mitos yg mengatakan bahwa Komunisme atau Sosialisme itu biasanya ekonominya kecil saja.

Prospek Usaha Digital

Prospek usaha digital
Catatan Wawan Setiawan

Selama ini, saya mengikuti perkembangan dunia usaha kreatif digital. Industri kreatif digital ini sangat banyak di America terutama di Silicon Valley, selain itu negara seperti India juga mempunyai kawasan pengusaha digital kreatif, misal di Bangalore, dan juga Israel telah mengembangkan industri teknologi di Silicon Wadi

Di Indonesia sendiri juga menjamur industri digital kreatif, misal Go-Jek, Tokopedia, Lazada, dan lain sebagainya. Namun dari apa yg telah saya baca, saya bisa menarik kesimpulan, bisnis apa saja yg akan menarik di masa depan

1. Aplikasi jual beli makanan, seperti Go-Food, ini marketnya besar, karena setiap orang butuh makan dan ingin membeli makanan dengan cara sesimple mungkin. Saking prospeknya bagus, Alibaba membeli perusahaan jasa aplikasi makanan Ele.Me di China yg mempunyai banyak pelanggan. CEO Go-Jek atau Pak Nadiem Makarim sendiri juga menyatakan bahwa pendapatan Go-Jek yg terbesar dari Go-Food

2. Aplikasi pembayaran digital. Di negara Skandinavia dan China, konon saat ini mereka banyak menggunakan pembayaran dengan cara cashless, atau mereka menggunakan pembayaran dengan digital payment. Aplikasi seperti WeChat, adalah salah satu aplikasi yg bisa digunakan untuk digital payment, selain untuk messenger. Di Indonesia, start-up seperti Grab juga menggandeng Ovo didalam melakukan pembayaran digital

3. Bisnis Cloud computing, karena di masa depan semuanya akan berbasis Cloud computing. Raksasa Silicon Valley juga pada masuk ke bisnis Cloud Computing ini, market ledernya adalah AWS atau Amazon Web Service, selain itu ada Microsoft Azure, Google Cloud, maupun IBM dan Alibaba juga mendirikan bisnis Cloud. Bahkam saya baca di berita, bahwa pemasukan Amazon dari bisnis Cloudnya sangat besar, termasuk juga pemasukan bisnis cloud dari Alibaba, memberikan profit yg sangat besar bagi Alibaba. Bisnis Cloud, meski sudah banyak yg masuk, tapi market masih besar

4. Game berbasis smartphone
Bermain games adalah menyenangkan. Selama ini kita sering bermain game online berbasis PC dengan Specifikasi yg bagus. Namun di era kedepan, game online akan bisa dimainkan oleh Smartphone, ketika harga chip yg canggih sudah murah harganya. Didalam kasus ini, Tencent, perusahaan Tiongkok telah membeli lisensi ragnarok, agar bisa dimainkan di Smartphone