Lomba teknologi luar angkasa

Lomba teknologi luar angkasa
Catatan Wawan Setiawan

———

Teknologi luar angkasa, boleh dibilang sebagai teknologi maju yang menjadi acuan suatu negara dalam penguasaan teknologinya. Suatu negara, apabila menguasai teknologi luar angkasa, maka akan mendapat predikat sebagai negara dengan teknologi termaju. Tidak heran setelah kemenangan perang dunia kedua, Amerika dan Soviet bersaing dalam perkembangan teknologi luar angkasa. Soviet yang akhirnya lebih dulu meluncurkan satellite Sputnik pada 4 Oktober 1957. Setelah keberhasilan meluncurkan satellite sputnik, Soviet juga berhasil mengirim manusia pertama, Yuri Gagarin mengorbit di angkasa luar pada 12 April 1961.

Namun Amerika memenangkan persaingan lomba angkasa luar dengan mengirim Astronot ke bulan melalui Apollo 11. 20 July 1969 Edwin Aldrin berhasil mendaratkan lunar module ke bulan. 3 Astronot Apollo 11 adalah Neil Armstrong, Edwin Aldrin, dan Michael Collins.

Saat ini 48 tahun setelah pendaratan manusia ke bulan, Amerika justru menonaktifkan pesawat ulang alik mereka, karena ada pemangkasan dana operasional NASA oleh pemerintah Amerika yg sedang krisis, sehingga peluncuran astronot Amerika ke Internasional Space Station atau ISS melalui Soyuz Russia.

Dengan keadaan seperti ini, Amerika memberikan keleluasaan pengembangan pesawat antariksa angkasa luar ke pihak swasta. Tak pelah hal ini disambut dengan hangat dengan munculnya SpaceX, perusahaan transportasi angkasa luar yang digagas oleh Elon Musk, boss Tesla Motor, dan juga Virgin Galactic yang dipunyai Sir Richard Branson, boss penerbangan dengan brand Virgin, serta juga boss Amazon, Jeff Bezos yang mendirikan Blue Origin. Ketiganya masih dalam tahap pengembangan, jadi belum ada yang membawa wisatawan ke angkasa luar.

Saat ini pesawat angkasa luar yang beroperasi hanya Soyuz milik Russia dan Shenzhou milik China. Didalam hal pentingnya lomba penguasaan angkasa luar ini, China dan Russia cukup progresive melakukan inovasi. China pernah mengirimkan Taikonot Wang Yaping yang memberikan pendidikan fisika dari stasiun angkasa luar China ke 60 juta anak anak di China, dan mereka juga melakukan teleconference. Ini investasi China terhadap masa depan pendidikan anak anak di China, dengan memberikan bekal ilmu exacta yaitu fisika langsung dari stasiun angkasa luar China

Russia juga pernah berinovasi terhadap Soyuz. Perjalanan ke ISS biasa ditempuh dalam waktu 48 jam, namun Soyuz Russia pernah melakukan perjalanan ke ISS hanya dalam tempo 6 jam saja, atau 8 kali lebih cepat dari perjalanan konvensional.

Selain Russia, Amerika, dan China, …India juga baru saja mencetak rekor dengan mengirimkan 107 Satellite dalam 1 rocket, memecahkan rekor Russia yang membawa 37 Satellite dalam 1 rocket. India juga telah berhasil meluncurkan satellite ke planet Mars. Sedangkan China telah berhasil neluncurkan robot pertamanya ke bulan. Tak pelak perlombaan penguasaan angkasa luar semakin menarik. Russia yang selama ini menguasai teknologi angkasa luar mulai mendapat persaingan sengit, tidak hanya dari Amerika, tapi juga dari India dan China.

Masa depan adalah penguasaan angkasa luar, termasuk mencari sumber daya alam seperti oil dan gas di bulan, asteroid, ataupun planet mars.

Kemakmuran, keadilan ekonomi, dan tantangannya.

Kemakmuran, keadilan ekonomi, dan tantangannya.
Tinjauan ekonomi sosialisme timur tengah

Catatan Wawan Setiawan

—–

Saat ini, tahun 2017 pertumbuhan ekonomi dunia sedang melambat, karena krisis yang berasal dari Amerika sejak krisis oktober 2008. Namun saat ini harga komoditas jatuh, sehingga menganggu negara negara yg expor komoditas tanpa punya diversifikasi ekonomi. Sebagai contoh Venezuela, mengalami krisis mata uang, karena ekonomi Venezuela 90% ekspor minyak, sedangkan harga minyak telah jatuh mencapai titik usd 30, dan sulit kembali ke harga usd 100 keatas. Russia dan Arab Saudi juga terkena imbas, karena ekonomi negara ini juga dependen terhadap oil dan gas-nya cukup tinggi

Melihat fenomena ini, banyak negara yg menjadi exporter raw material mencoba melakukan reformasi ekonomi. Misalnya Arab Saudi, akan menjual saham Saudi Aramco-nya sebesar 49% dalam kurun waktu 10 tahun. Negara seperti Uni Emirat Arab atau Dubai sudah lebih canggih lagi. Meski negeri kaya minyak dan jumlah penduduknya relatif sedikit, sudah sejak sekitar tahun 1980, Dubai sudah mendiversifikasi ekonomi-nya menjadi ekonomi industry, dan pariwisata. Dubai telah membangun bangunan tertinggi di dunia, yaitu Burj Dubai, juga melakukan reklamasi laut demi membuat pulau yang indah yang dinamai palm dubai. Orang western pada dasarnya juga banyak yang ke Dubai, karena Dubai meski negara yg menerapkan sharia Islam, namun penduduknya cukup toleran dengan western. Populasi western di Dubai bahkan mencapai 10%

Dubai, meski negara islam sunni, termasuk negara yang sangat makmur dengan pendapatan per kapita yang cukup tinggi, sekitar usd 44000. Pendapatan terbesar Dubai, tidak seperti yang anda kira, bukan dari minyak, tapi dari pembangunan real estate, financial service, dan konstruksi. Sudah sejak 1980-1990 Dubai menyadari bahwa kekayaan alam-nya akan segera habis, sehingga mereka mendiversifikasi ekonominya. Pendapatan ekspor minyak Dubai saat ini hanya berkontribusi sekitar 25% saja. Index HDI Dubai juga cukup tinggi.

Selain negara Islam sunni Dubai, ada juga negara yang dianggap paling makmur karena pendapatan per kapitanya paling tinggi, yaitu Qatar. Income per kapita Qatar mencapai usd 88000. Selain itu negara Qatar juga mempunyai HDI yang tergolong tinggi. Selain itu masih ada negara Bahrain, yang pendapatan per kapita-nya usd 50000, dan merupakan negara yang cukup makmur.

Negara UAE, Qatar, ataupun Bahrain, adalah awalnya negara yang kaya akan minyak dan gas bumi. Setelah panen terhadap bisnis minyak dan gas, uangnya mereka investasikan ke berbagai bidang, misal membangun infrastruktur dan membangun destinasi wisata, ataupun real estate seperti yang dilakukan oleh Dubai dengan Burj dan Palm Dubai. Selain itu mereka juga masuk ke bisnis financial services

Negara negara teluk ini, telah jauh hari mendiversifikasi ekonominya, mereka sudah sadar betul bahwa bisnis raw material oil dan gas adalah bisnis yg cukup rawan karena harganya fluktuatif. Akibat ekonomi UAE, Bahrain, Qatar sudah didiversifikasi sejak sekitaran tahun 1980-1990, maka ketika harga oil dan gas anjlok ditahun 2015, UAE, Bahrain, maupun Qatar tidak mengalami guncangan ekonomi seperti hal-nya Arab Saudi maupun Venezuela yang ekonomi-nya masih sangat menggantungkan dengan oil dan gas export. Negara negara timur tengah ini, rata rata negara sosialis kerajaan, negara biasanya menggratiskan pendidikan dan kesehatan bagi warga negaranya, dan juga mungkin subsidi atau tunjangan lainnya.

Jadi, negara negara teluk seperti UAE, Qatar, Bahrain, adalah negara kaya makmur, dan juga sosialis karena banyak memberikan subsidi ke rakyat, dan mereka telah mendiversifikasikan ekonominya sehingga tidak hanya tergantung ekonomi export oil dan gas saja. Selain itu penduduk atau warga negara dari UAE, Bahrain, maupun Qatar mempunyai HDI yang cukup tinggi.

3 hal yang akan mengubah dunia

3 hal yang akan mengubah dunia
Catatan Wawan Setiawan

——–
Saat ini sudah menginjak abad 21, abad dimana sains dan teknologi berkembang sangat pesat di barat. Ilmuwan dan engineer berlomba lomba untuk melakukan percobaan dan penelitian. Namun secara garis besar, kemajuan sains dan teknologi tak lepas dari 3 hal berikut:

1. Evolusi
Evolusi adalah bahasan sejak sebelum masehi oleh para pemikir Yunani terutama Anaximander. Di era Abbasiyah, dimana era golden age Islam, evolusi diulas lagi oleh Al Jahiz dengan bukunya berjudul Al-Hayawan. Theori evolusi ini berimplikasi dengan teknologi khususnya rekayasa genetika atau biasa disebut sebagai CRISPR. Rekayasa genetika juga telah mencapai percobaan penyatuan sel manusia dan babi dan lantas di embriokan didalam tubuh babi. Hal ini tak pelak memancing kontroversi, karena didalam kepercayaan agama, manusia adalah mahluk khusus yang mulia, berbeda dengan binatang. Namun didalam perspektive evolusi, manusia adalah satu anchestor atau satu nenek moyang dengan kera, atau bonobo, termasuk juga mempunyai kemiripan DNA dengan babi mencapai 97%-99%.

Teknologi rekayasa genetika, secara umum bisa mengubah atau melakukan edit genetika dengan tujuan menghilangkan penyakit degeneratif atau melakukan cangkok ginjal, hati, ataupun lever di binatang dan lantas digunakan oleh manusia.
Namun di Amerika ketika diadakan survey, mengapa tertarik rekayasa genetika, mereka banyak yang menjawab ingin mengedit genetika agar mempunyai anak yang cerdas.

2. Mekanika Kuantum
Mekanika kuantum dimulai dari fisikawan Max Planck dan Albert Einstein yang meneliti tentang photon atau partikel cahaya. Kemudian dilanjutkan oleh fisikawan kuantum lainnya seperti Niels Bohr, Werner Heisenberg, Paul Diract hingga Richard Feynman.

Mekanika kuantum melahirkan teknologi nano, atau teknologi seperti smartphone yang banyak kita pakai saat ini. Ini tak pelak dari andil Richard Feynman ketika memberikan kuliah “There is plenty of room at the bottom”. Mekanika kuantum juga mempelopori teknologi kuantum komputasi maupun kuantum internet. Kuantum komputasi ataupun kuantum internet adalah komputasi yang memproses binari 0 dan 1 secara bersamaan atau disebut dengan qubit. Saat ini komputasi konvensional masih memproses binari 0 dan 1 secara bergantian. Hasil dari qubit, yang bisa digandakan sampai 512 qubit dan seterusnya, maka kecepatan komputasi akan menjadi ribuan kali bahkan jutaan kali lebih cepat dari komputasi konvensional.

3. Neurosains dan AI
Abad 17-19 adalah abad dimana philosopher masih mencari tentang kebenaran terutama tentang manusia, dan akal-nya. Apakah akal atau mind manusia itu terpisah dari tubuh, atau tubuh manusia dihuni oleh ruh yang menggerakan akal, atau mind manusia itu sebenarnya buah dari adanya otak atau brain. Filsuf Rene Descartes dikenal sebagai filsuf yang mengurai didalam tubuh manusia ada ruh atau hantu yang mengendalikan tubuh. Filsafat ini disebut filsafat dualisme. Sedangkan David Hume hingga Vladimir Lenin mempercayai bahwa mind manusia tidak terlepas dari adanya otak atau jaringan neuron. Antonio Damasio, ilmuwan neurosains memberikan pandangannya lewat buku “Descartes Error” dan menegaskan bahwa mind adalah buah kerja dari adanya otak, seperti halnya philosopher Daniel Dennet. Pandangan ini disebut sebagai monism materialism.

Kemajuan neurosains ini lantas diimplementasikan di teknologi AI. Ilmuwan computer sains, menciptakan komputer yang bekerja artifisial seperti kinerja system neuron untuk menciptakan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan yang dibuat oleh ilmuwan saat ini sudah bisa mengalahkan manusia didalam permainan catur, permainan strategi Go, ataupun telah menyerupai kecerdasan manusia di bidang lainnya. AI juga telah dikembangkan ke arah menciptakan artifisial emosi didalam mesin. Banyak pakar atau ilmuwan, seperti fisikawan Stephen Hawking, teknolog Elon Musk, dan lain sebagainya mengkhawatirkan bahwa AI kelak akan memusnahkan lapangan kerja manusia. Saat ini robot telah digunakan didalam industry, terutama industry produk massal.

Evolusi dan perkembangan teknologi

Evolusi dan perkembangan teknologi
Catatan Wawan Setiawan

——–
Perkembangan science, yang mengurai kinerja alam selalu diikuti oleh perkembangan teknologi. Di bidang penemuan mekanika kuantum, kemudian diikuti oleh perkembangan nanotechnology. Evolusi selama ini kita kenal hanya merupakan ilmu yang mengurai asal usul mahluk hidup saja, tapi sebenarnya evolusi tidak sekecil itu, berkat ilmu atau pengetahuan modern evolusi, maka kita mengenal teknologi cloning, genome sequeencing ataupun rekayasa genetika atau CRISPR.

Belakangan ini, ilmuwan di bidang rekayasa genetika telah berhasil menyatukan embrio babi dan manusia dan di-inject tubuh biologis babi yang mengandung. Dalam pengamatan selama beberapa hari, sel sel manusia yang diinjekan tumbuh dan berkembang, tapi tidak efisien karena hanya sedikit sel yang tumbuh dan berkembang. Menurut ilmuwan hal ini adalah karena perbedaan evolusi manusia dan babi yang berbeda cukup jauh. Namun perkembangan ini cukup mencengangkan, karena bisa mencampur dua sel yang berlainan yaitu manusia dan babi. Percobaan sebelumnya sudah diujicoba di tikus dan berhasil. Penemuan ini tindak lanjutnya bisa menciptakan organ pankreas, ginjal, atau hati untuk dicangkok ke dalam tubuh manusia.

Penemuan ini saya rasa cukup kontroversial karena didalam perpekstive agama, percobaan ini dianggap melanggar etika. Anda bisa bayangkan bagaimana sell babi di mix dengan sell manusia dan kemudian dikembangkan melalui janin babi. Namun ilmu pengetahuan akan berkembang terus, dengan ide ide baru, semisal teknologi print 3D juga sudah harus bisa menciptakan organ mahluk hidup.

Abad 21 ini, saya pikir adalah abad dimana kemajuan sains dan teknologi sangat pesat. Selain teknologi print 3D, rekayasa genetika, ada juga di bidang fisika yaitu kuantum teleportation, atau kuantum komputer dan kuantum internet, dan di bidang IT kecerdasan buatan atau AI, dimana robot sudah mampu mengalahkan manusia dengan telak dalam permainan strategi seperti catur atau Go. Di bidang neurosains, ilmuwan telah mampu memanipulasi neuron tikus melalui optic agar tikus berubah menjadi binatang pembunuh dengan cara memanipulasi neuron-nya.

Kini kita hidup di zaman dimana kepercayaan kepercayaan lama kita, bisa kita anggap keliru, dan sains yang berjasa membuka misteri alam ini, sehingga kita juga memperoleh gambaran yang tepat terhadap alam dan mahluk hidup. Implementasi sains yang berupa teknologi juga mengarah ke hal positive, misal rekayasa genetika bisa kita manfaatkan untuk menghilangkan penyakit degeneratif atau penyakit turunan, selain itu teknologi cangkok organ binatang ke manusia bisa berkembang sangat pesat. Semua ini dihasilkan oleh kerja keras dan ide ide kreatif para ilmuwan.

Semoga di masa depan sains akan banyak membantu manusia baik dalam pemahaman akan alam atau untuk kesehatan manusia.

Start-up dan kapitalisasinya

Start-up dan kapitalisasinya
Catatan Wawan Setiawan
———–

Selama ini kita mengenal perusaaan yang baru saja masuk bursa dengan kapitalisasi raksasa seperti Google dan Facebook. Start up ini, atau Google di tahun 1998 baru saja menjadi thesis mahasiswa Stanford oleh Sergey Brin dan Larry Page, sedangkan mesin pencari paling popular di saat itu adalah Yahoo. Google bahkan pernah menjadi partner Yahoo didalam pencarian, kalau Yahoo tidak menemukan index pencarian maka lari ke Google. Semakin lama Google yang menggantikan peran Yahoo, menjadi mesin pencari primer. Google semakin menggurita sehingga ketika turun di bursa saham, sahamnya diawarkan cukup tinggi. Di Amerika, kapitalisasi bursa saham tidak hanya berdasar kinerja keuangan perusahaan tersebut, tapi juga berdasar besar data yang bisa di kolek oleh perusahaan tersebut.

Hal ini juga berlaku bagi Facebook, sebelumnya dalam dunia pertautan pertemanan ada Friendster yang menggurita tapi gagal dalam bursa saham. Facebook akhirnya pelan pelan menggantikan Friendster, dan cepat menggurita, di Amerika dikabarkan ada 1 billion user dari Facebook, ini belum di Eropa, maupun di Indonesia. saham Facebook dikapitalisasi dari banyaknya user yang bergabung, Facebook sendiri belum terlalu bagus kinerja keuangannya.

Kira kira beginilah cara kerja perusahaan giant Silicon Valley, mereka didukung oleh kelompok tertentu untuk bisa sukses di bursa saham meski kinerja keuangan belum begitu baik. Merek dan besarnya kolektivitas data yang mereka koleksi dianggap kapitalisasi saham. Akhir akhir ini, dengan semakin banyaknya user internet, besarnya kapitalisasi saham sangat cepat tumbuh. Seperti Facebook atau Twitter tak sampai 10 tahun untuk turun ke bursa saham dan mempunyai kapitalisasi yang besar. 10 besar orang terkaya menurut Forbes juga dikuasai oleh mereka para baron IT, seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Sergey Brin, Larry Pages, Jeff Bezos, mereka menguasai kapitalisasi perusahaan berbasis IT.

Amerika memang menawarkan America Dream, mimpi ala Amerika untuk cepat menjadi kaya. American Dream ini terutama di bidang IT. Misal pendatang atau immigran seperti Jan Koum yang membuat Whatsapp yang kemudian dibeli oleh Facebook. Saat ini masih banyak start-up yang dibesarkan oleh Facebook maupun Google. Mereka adalah calon billionaire baru. Amerika memang satu satunya negara yang mempunyai iklim paling bagus untuk start up. Amerika juga negeri yang paling menarik bagi para visioner seperti Elon Musk, Steve Jobs dan tokoh lainnya. Amerika adalah negara yang menawarkan setiap orang berkarya di bidangnya masing masing, sehingga fisikawan Albert Einstein sampai Richard Feynman juga memilih ber-imigrasi ke Amerika, termasuk Sergey Brin pendiri Google yang masa kecilnya dihabiskan di Moscow.

Nikola Tesla, seorang jenius inventor, dari listrik AC sampai wirelesstechology juga seorang immigran dari Serbia, dan hijrah ke Amerika atas ketertarikannya dengan Thomas Alfa Edison. Kekuatan ekonomi Amerika memang utamanya di bidang inovasi teknologi. Hal ini sudah berlangsung sejak abad 18-19.

—–
Start up di Indonesia

Di Indonesia pernah booming bisnis dotcom. Dulu ada kapital dari Afrika Selatan, yaitu M-Web, pernah membangun portal berita Satunet atau Astaga dotcom. M-Web juga punya jaringan bisnis warnet di beberapa kota di Indonesia. Pada tahun 2000 detik.com sebagai portal berita online pertama dikabarkan mendapat investor baru. Hal ini saya kira menjadi bukti bahwa bisnis dotcom di Indonesia pernah berjaya.

Saat ini di Indonesia juga mula banyak start-up yang sedang di-inkubasi. Start-up yg telah berhasil meraup dana investasi million usd dari Amerika, juga sudah ada, contohnya Go-Jek. Namun di Indonesia belum pernah ada start-up yang turun di bursa saham di Indonesia yg sukses. Rata rata perusahaan IT di bursa saham Indonesia, nilai kapitalisasi-nya biasa biasa saja, bahkan boleh dibilang cukup rendah. Semoga tradisi ini segera dipecahkan, dan mulai ada start-up yang sukses di bursa saham di Indonesia. Bursa saham Indonesia selama ini masih banyak emiten yang terjun di bidang tambang dan menjadi saham yang primadona

China dan perkembangannya

China dan perkembangannya
Catatan Wawan Setiawan

—–
Diskusi ekonomi dan politik internasional, bakalan tak lepas dari peran China akhir akhir ini. China pernah dijajah oleh Inggris dan Jepang, dan masyarakatnya pernah dilenakan oleh candu. China di sekitaran awal abad 19-20 boleh dikata sebagai negara lemah miskin, dan inferior, padahal sejarah China pernah besar dibawah beberapa dinasti, seperti dinasti Ming atau dinasti Qing. China setelah merdeka, terpolarisasi antara kaum nasionalis kuomintang dan kaum Komunis Mao Tze Tung.
Perseteruan ini akhirnya dimenangkan oleh kaum Komunis Mao Tse Tung, sehingga kaum nasionalis Kuomintang pindah ke Taiwan.

Ketika dipimpin oleh ketua Mao, China melakukan revolusi budaya. Dan setelah dipimpin oleh Deng Xiaoping, China menjadi sangat fleksibel, Deng terkenal dengan kalimatnya “tidak peduli kucing berwarna hitam atau putih, yang penting bisa menangkap tikus”. Baru dibawah Deng Xiaoping China membuka diri terhadap kapitalisme, namun pemerintahannya masih mengadopsi Komunisme dan sampai saat ini peran ekonomi China masih kuat diregulasi oleh negara. Misalnya China sengaja menurunkan kurs Renminbi agar produk produk China tetap kompetitif, dan negara China mampu mencapai devisa negara sebesar USD 3 Trillion. Ekonomi atau GDP China saat ini juga terbesar nomor 2 di dunia, dengan populasi penduduk sekitar 1.4 milliar, sehingga di China populer program satu anak.

China modern atau di abad 21 ini, kemajuannya baik di bidang ekonomi atau teknologi sangat menakjubkan dan sangat melesat. Sains dan teknologi sangat maju, dan anak anak di Beijing menempati skor yang tinggi didalam PISA dalam bidang membaca tulis, mathematika, dan sains dasar. China juga sukses telah membuat Supercomputer tercepat di dunia, selain itu di China kemajuan teknologi CRISPR Cas9 cukup maju, pertama kali editing genetika terhadap manusia telah dilakukan di China.

China juga merupakan negara yang pertama kali meluncurkan satellite kuantum, hasil kerjasama dan masukan oleh pakar Kuantum dari Vienna yaitu Anton Zeilinger. Satellite kuantum ini mampu digunakan oleh kuantum internet, yang secara kecepatan jauh lebih cepat dari teknologi network konvensional berbasis silicon.

Tahun 2017 ini, atau desember 2017, rencananya salah satu pakar Biologi China bersama pakar dari Italia, Sergio Canavero, rencananya akan melakukan tranplantasi kepala terhadap ilmuwan Russia. Ini adalah tranplantasi kepala manusia pertama setelah ilmuwan melakukan tranplantasi kepala terhadap kera.

China juga negara yang sadar betul, bahwa kekuatan negara berada di kualitas pendidikan warga negara-nya, dan warga negara adalah aset vital, sehingga Presiden Xi Jin Ping menaruh perhatian yang besar terhadap pendidikan dasar. China pernah melakukan pengajaran ilmu fisika, langsung dari Internasional Space Station, atau ISS dan disiarkan langsung di sekolah sekolah dasar di China. Wang Yaping kosmonot perempuan China yang mengajar ilmu fisika terutama gravitasi. Dalam sesi ini juga ada tanya jawab dari peserta SD kepada Wang Yaping yang mengajar fisika.

Saya kira ini adalah investasi mental dan intangible, anak anak di China sudah sedari kecil dikenalkan ilmu fisika dasar terutama gravitasi langsung dari stasiun angkasa luar.

Anda bisa mengakses link dibawah untuk melihat bagaimana Wang Yaping, Kosmonot China menjelaskan ilmu fisika dasar ke 60 juta anak anak sekolah dasar di China

——-

Melihat perkembangan China, termasuk bagaimana mereka berusaha memajukan pendidikannya, saya optimis China akan menjadi negara besar, parameter ini juga didukung bahwa di China Sains dan Teknologi telah sangat maju, dalam beberapa derajad telah menyalip barat atau Amerika.

Menengok Jaminan Sosial negeri Russia

Menengok Jaminan Sosial negeri Russia
Catatan Wawan Setiawa
———–
Negeri Russia modern ada memang berasal dari pecahnya Uni Soviet. Uni Soviet menjalankan ekonomi sosialisme dengan alat produksi dikuasai oleh negara. Rakyat hanya menjadi pekerja bagi negara. Tahun 1991 Soviet pecah dan Russia via Boris Yeltsin memerdekakan diri. Namun Konstitusi dasar Russia masih banyak mengadopsi konstitusi Soviet. Misal dalam bidang pendidikan atau kesehatan. Bidang ini telah diatur di konstitusi bahwa pendidikan dan kesehatan adalah hak warganegara yang didapatkan secara gratis. Sistem ini agak berbeda dengan Indonesia dimana jaminan kesehatan harus melalui asuransi BPJS. Selain bersifat asuransi, BPJS juga melakukan penggolongan, misal kelas 1 atau kelas 2. Bagi warganegara yang tidak mampu maka negara yang akan membayar iuran BPJS.
Karena pada dasarnya, di sektor kesehatan, Rumah Sakit sebelumnya rata rata melayani swasta, maka ketika terjadi implementasi asuransi BPJS, banyak rumah sakit yang tidak siap dan antriannya menjadi banyak sehingga layanannya menjadi tidak memuaskan. Pasien juga seringkali diabaikan jikalau menggunakan asuransi BPJS.

Di negeri Russia, jaminan kesehatan ditanggung oleh negara, melalui APBN. Negeri Russia juga sudah lama meyelengarakan jaminan kesehatan gratis terhadap setiap warga negara, sehingga jumlah rumah sakit juga cukup berimbang dengan masyarakat yang memerlukan layanan kesehatan.
Selain didalam bidang kesehatan, Russia juga menjamin setiap warga negaranya mendapatkan fasilitas gratis di bidang pendidikan, sehingga literacy warganeara Russia cukup tinggi. Menurut data OECD, literacy warga negara Russia yang berumur 45 tahun ke atas tertinggi dibanding negara manapun, hal ini sebenarnya juga membuktikan bahwa rezim Komunisme sangat concern dengan kualitas pendidikan warga negara-nya.

Di Indonesia, kabarnya akan diberlakukan kembali pembayaran SPP untuk sekolah. Layanan pendidikan dan kesehatan juga disediakan oleh pemerintah provinsi, misal pemerintahan DKI Jakarta dengan kartu Jakarta Sehat dan kartu Jakarta Pintar. Hal ini saya kira jauh dari cita cita sosialisme, dimana dua bidang yang fundamental, yaitu kesehatan dan pendidikan tidak diberikan secara gratis.
Dalam perspektive saya, dua bidang vital, yaitu jaminan kesehatan dan pendidikan gratis lebih baik masuk didalam konstitusi dasar. Setiap warganegara berhak mendapatkan jaminan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas dan egaliter atau yang sederajad. Jikalau jaminan sosial masuk ke konstitusi dasar, maka pemerintah juga akan terkena kewajiban membangun sekolah dan rumah sakit agar mempunyai rasio daya tampung yang memadai bagi masyarakat.